Menghargai Hak Kewarganegaraan
Kisah Para Rasul 22:28
Firman Tuhan hari ini menyampaikan bahwa kewarganegaraan di kekaisaran Romawi tidak hanya bisa dimiliki oleh orang Roma sendiri tetapi bisa diperoleh oleh warga bangsa lain dengan cara membeli. Tentu hal ini tidak gampang terjadi, karena selain uang tentu ada syarat dan perjanjian hukum di dalamnya. Hal ini sangat diakui oleh kepala pasukan yang dengan jujur mengakuinya dihadapan Paulus. Sekali lagi Paulus menyatakan sikap tegasnya tentang status warga negaranya, yang sangat berbeda dengan sang kepala pasukan. Paulus tidak membeli kewargaannya tetapi dengan kelahiran (hak paten) dan status ini sangat kuat dan tidak bisa diragukan oleh siapapun. Artinya ada rasa bangga dalam diri Paulus dengan kelahiran sebagai warga Roma sehingga ia menuntut pengakuan hak itu untuk diperhitungkan dalam proses hukum yang dijalankan.
Sebagai keluarga Kristen yang diberkati Tuhan, kalau Paulus sangat bangga mengakui bahwa dia warga Roma dan menuntut haknya untuk dibela dan dilindungi negara. Maka sangat disayangkan kalau ada warga negara Indonesia yang justeru bersikap membenci negaranya dengan adanya anak-anak bangsa yang mau jadi pengkhianat bangsa bergabung dalam kelompok anti NKRI, anti pemerintah dan anti perdamaian (terorisme, Isis, intoreransi dan rasisme). Ada orang yang harus membayar mahal untuk bisa jadi warga negara tetapi dipihak lain ada yang menjual kewargaannya dengan murah karena terpapar paham-paham radikalisme.
Sebagai warga gereja kita diberi anugerah dua kewargaan di dunia lewat negara Indonesia tetapi juga di Sorga. Filipi 3:20 berkata ”karena kewargaan kita adalah dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.” Artinya kalau kewargaan di dunia tidak dijalani dalam sikap mencintai dan menghormati bangsa maka kita juga tidak akan mencintai Tuhan dan Kerajaannya. Maka hiduplah seimbang dengan takut kepada Tuhan dan takut melanggar Undang-undang dan hukum negara. Amin.
Doa: Ya Tuhan, Engkaulah yang meneguhkan hak kewargaan kami di negara Indonesia yang merdeka dan demokratis. Berikan kepada kami rasa bangga dan sikap cinta dalam hati terhadap bangsa supaya kami selalu sadar untuk menjaga stabilitas bangsa agar tetap aman bersatu dan damai. Amin.

























