SOBAT obor, dalam lagu NNBT No. 35 “Tuhan Kau Gembala yang baik” digambarkan bahwa Tuhan Yesus adalah Gembala Yang baik, sebagai Gembala yang baik Tuhan Yesus menuntun dombanya, rela berkorban untuk dombanya dan membimbing dengan penuh kasih. Sedangkan Gembala pandir adalah gembala yang jahat yang meninggalkan domba-domba, gembala yang hanya mencari keuntungan semata yang hanya membawa domba-domba pada kesusahan dan kesulitan. Firman Tuhan dengan tegas berkata: “celakalah gembala-Ku yang pandir, yang meninggalkan domba-domba!” (Zakaria 11:17). Gembala yang jahat ini juga menggambarkan pemimpin yang tidak hidup takut akan Tuhan dan hanya mencari kesenangan diri sendiri. Tugas Gembala seharusnya mendatangkan kebaikan bagi umatnya seperti Tuhan Yesus adalah “Gembala yang baik”, Yohanes 10:11 “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi dombadombanya”. Tuhan Yesus menjadi tolok ukur untuk menentukan gembala yang baik.
Sobat obor, ada perbedaan antara gembala yang baik dan gembala yang jahat. Pertama, gembala baik berkorban untuk dombanya tetapi gembala jahat mengorbankan dombanya dan Lebih suka dilayani bukan melayani. Kedua, gembala baik dekat dengan dombanya tetapi gembala jahat jauh dari dombanya. Ketiga, gembala baik disayang oleh Tuhan tetapi gembala jahat celaka dan dihukum hingga kering sekering-keringnya. Sesungguhnya Tuhan menetapkan kita sebagai Gembala janganlah kita memilih menjadi Gembala yang jahat. Pada waktunya kelak Tuhan akan meminta pertanggungjawaban kepada para gembala yang dipercayakan menggembalakan domba-dombaNya. Tuhan sudah menyiapkan suatu hukuman bagi gembala yang jahat karena melalaikan tugasnya. Tuhan Yesus berfirman, “Gembalakanlah domba-domba-Ku! kata Tuhan kepada murid-Nya (Yoh. 21:15-17). Gembala itu bukan hanya Pelayan Khusus tetapi juga kita yang menerima tugas-tugas kegembalaan jangan sampai kita mengabaikannya. Sebagai Pemuda Gereja marilah kita mengasihi Tuhan dan melakukan perintah-Nya dengan sukacita. Dan Iingatlah setiap orang percaya adalah gembala dan akan selalu ada domba-domba yang Tuhan Percayakan, mungkin domba itu adalah anggota pemuda, mungkin domba itu adalah keluarga kita, pegawai di kantor atau di pekerjaan, di komunitas dan lain sebagainya. Ingatlah mereka harus digembalakan dengan baik jadilah Gembala yang baik dan jadilah domba yang taat Tuhan memberkati. Amin. FDM
























