Efesus 4:7–10
Kasih Karunia Menurut Ukuran Pemberian Kristus
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Kasih karunia adalah kekuatan ilahi yang diterima melalui pendamaian Yesus Kristus. Melalui kasih karunia, umat diselamatkan dari dosa dan kematian. Selain itu, kasih karunia memungkinkan kuasa yang memperkuat gereja dari hari ke hari dan menolongnya agar bertahan sampai akhir. Juga sebagai anugerah spiritual yang diberikan Tuhan Yesus kepada semua orang percaya untuk menjalankan pelayanan mereka dalam persekutuan jemaat. Walaupun ada orang percaya yang memanfaatkan kasih karunia pada pemuasan diri untuk sebuah kebanggaan sehingga terjebak pada kesombongan rohani.
Firman ini, menekankan pada keragaman karunia-karunia yang Kristus berikan kepada jemaat. Diawali dengan kata “tetapi” (ay.7) menunjukkan suatu pertentangan dengan ayat sebelumnya yang berbicara mengenai kesatuan. Didalam kesatuan, masing-masing orang diberikan/dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Dengan kata lain, panggilan Allah menjadikan satu bukan membuat umat menjadi seragam/sama tetapi masing-masing mempunyai bagian/porsinya sendiri. Singkatnya, mereka satu didalam keberagaman bukan satu dalam keseragaman. Selanjutnya, “…anugerah diberikan menurut ukuran (portion=porsi/bagian) pemberian Kristus. Jadi, Kristus memberikan kasih karunia dengan adil kepada jemaat sesuai dengan porsinya masing-masing. Setiap orang diberikan kasih karunia bukan hanya untuk menyatu tetapi menggunakan karunia yang diberikan oleh-Nya untuk kesatuan. “…Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian (karunia-karunia) kepada manusia” ay.8 (bdk.Maz.68:19). Kristus telah turun dari Surga menjadi manusia bahkan mati disalib dan dikuburkan. Namun karena Dia adalah Tuhan, Ia menang atas kematian, naik melintasi langit tertinggi dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Dengan kemenangan-Nya, Kristus memberikan kasih karunia kepada kita melalui perjuangan berat yaitu kehidupan-Nya sendiri dengan mati dan bangkit untuk menebus manusia berdosa. Memang kita telah memperoleh kasih karunia keselamatan tanpa perjuangan dan kerja keras (Ef. 2:5,8-9) karena Kristus yang menganugrahkannya. Kristuslah yang telah turun (berinkarnasi), Ia juga telah naik (ke sorga) jauh lebih tinggi daripada semua langit untuk memenuhkan segala sesuatu (ay.9-10). Semua telah dikerjakan Kristus, tidak ada yang tidak diperlengkapi, tidak ada yang kurang, semua lengkap, segala sesuatu terpenuhi.
Keluarga kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Jadi, Kristus telah memberikan kasih karunia dengan adil kepada kita sebagai orang percaya sesuai dengan porsinya masing-masing. Misalnya: dalam anggota keluarga: suami, isteri dan anak diberikan berbagai karunia. Begitu juga dalam tubuh Kristus, ada porsi gembala, penatua, diaken, pendeta, pemimpin pujian, komisi dan sebagainya. Maka, karunia itu harus digunakan untuk pertumbuhan iman jemaat bukan untuk menjadi sombong rohani karena kasih karunia itu pemberian Kristus bagi gereja atau orang percaya. Jangan orang berpikir bahwa itu karena kesalehannya sehingga ia diberikan keistimewaan untuk mendapatkan kasih karunia, padahal itu merupakan anugrah dari Kristus. Amin.
Doa: Ya Tuhan Yesus anugerahi kami kasih karunia-Mu, untuk kami gunakan dalam pelayanan gereja-Mu. Roh Kudus berkarya agar kami tidak terjebak pada kesombongan rohani karena kasih karunia yang telah Engkau berikan. Amin.























