
Dalam Perjanjian Baru, Paulus merupakan penulis kitab terbanyak. Ada 13 kitab yang berbentuk surat di tulis oleh Paulus. Surat Roma merupakan salah satu dari 13 kitab yang ada. Surat Roma bukan sekedar sebuah surat, tetapi terutama sebuah uraian teologis yang disusun dengan rapi. Pada zaman jemaat perdana, orang Kristen Yahudi dan Kristen bukan Yahudi kadang kala tidak sepemahaman khususnya mengenai bagaimana manusia dibenarkan, diterima oleh ALLAH dan bagaimana para pengikut Kristus seharusnya hidup.
Dalam bacaan Firman Tuhan saat ini, di ayat 4 Paulus mengatakan bahwa Kristus adalah kegenapan Hukum Taurat. Hukum Taurat adalah kebenaran Ilahi, yang berfungsi sebagai rambu-rambu penunjuk jalan. Akan tetapi, orang tidak akan pernah sampai kepada Allah hanya dengan berpedoman Hukum Taurat. Kristuslah jalan menuju kepada Allah.
Pujian yang tak asing lagi di telinga orang Kristen “Yesus jalan kebenaran dan jalan kehidupan itu yang Yesus katakan, di dalam nama-Nya ada Keselamatan Kekal”. Pujian ini beranjak dari perkataan Yesus dalam Yohanes 14:6 (Alkitab Bahasa Manado) Kong Yesus bilang, “Kita ini tu jalang mo pigi pa Tuhan Allah, Kita ini yang kase tau tu butul tentang Tuhan Allah, deng Kita ini lei yang kase tu hidop. Jadi cuma lewat Kita, orang bole pigi pa Bapa.” Oleh karena itu, Injil harus diberitakan, agar semua orang tahu siapa Yesus, hidup beriman kepada-Nya, dibenarkan oleh Yesus dan memperoleh keselamatan hidup yang kekal. Injil ialah Kabar sukacita tentang Yesus Kristus.
Pengajaran Paulus sederhana adanya. Baik kristen Yahudi maupun Kristen bukan Yahudi, hanya perlu beriman kepada Yesus Kristus dan mengakui Dia sebagai Tuhan yang telah bangkit dari maut (ayat 9-10). Dalam surat ini, Paulus dengan berani menyatakan bahwa Injil adalah “Kekuatan ALLAH yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Rm. 1:16). Di dalam Injil, kebenaran ALLAH dinyatakan. Kematian-Nya menjadi Bukti kebesaran kasih-Nya dan kebangkitan-Nya menjadi Bukti Kebesaran Kuasa-Nya.
Keselamatan yang datangnya dari pada Yesus Kristus tidak hanya terbatas pada kelompok tertentu, melainkan terbuka bagi siapa saja yang mau percaya kepadanya (ayat 12). Kita tidak perlu dan tidak mungkin menjangkau Allah ataupun turun ke neraka menanggung sendiri segala hukuman atas dosa-dosa yang kita lakukan (ayat 6-7). Yesus Kristus sudah melakukan itu, Ia yang adalah Allah mengambil rupa seperti manusia. Ia menanggung dosa kita agar kita terbebas dari murka Allah. Apa yang Allah lakukan ini, memperlihatkan bahwa Allah begitu mengasihi ciptaan-Nya. Kasih-Nya tidak hanya menjangkau bangsa Israel, melainkan kepada setiap orang yang beriman kepada-Nya. Oleh karena itu, apa yang telah Allah kerjakan yakni karya keselamatan daripada-Nya harus diberitakan kepada semua orang. Paulus memberikan penekanan di ayat 14 “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?”
Kabar keselamatan ini harus diberitakan, karena orang akan mengenal dan percaya kepada Yesus Kristus ketika mereka mendengar berita Keselamatan dari-Nya. Roma 10:17 “So itu, orang musti dengar dulu baru dorang mo percaya, kong tu brita yang dorang da dengar itu no tu brita tentang Kristus.”
Rasul Paulus sebagai Hamba pelayan Tuhan telah melaksanakan tanggung jawab pelayanannya dengan baik. Ia memberitakan Injil, baik kepada orang-orang Yahudi maupun Non-Yahudi di masa itu. Bagaimana dengan kita yang hidup saat ini? Para pendeta, Guru Agama, Penatua dan Diaken bahkan jemaat sekalian yang sudah mendengar dan percaya kepada Injil Yesus Kristus, yang telah menikmati segala kebaikan dan kasih-Nya, sudahkah kita memberitakan Injil Yesus Kristus yang tidak hanya lewat kata-kata tapi lewat tindakan???
Orang yang mengaku dengan mulut bahwa “Yesus adalah Tuhan dan yang percaya dalam hatinya bahwa ALLAH telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati akan diselamatkan oleh Yesus Kristus”, harus mewujudnyatakan hal itu dalam kehidupan setiap harinya. Mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan, percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, serta menyerukan nama Tuhan Yesus. Menyerukan nama Tuhan Yesus, dalam artian yang luas. Tidak hanya sampai pada seruan mulut memanggil orang untuk percaya, melainkan memperlihatkan keteladanan dalam hidup. Seperti yang di tuliskan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.” 2 Kor. 2-3.
Saudara-saudara yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus,
Kebangkitan Yesus Kristus menjadi bukti bahwa ia adalah TUHAN yang MahaKuasa. Percayalah kepadaNya agar kamu hidup. Sebagaimana tema mingguan kita, “Percaya Kepada Kristus yang Bangkit diselamatkan dan Tidak Dipermalukan”. Orang yang percaya kepada-Nya tidak akan dipermalukan dengan penghukuman, melainkan menerima hidup yang berbahagia bersama dengan-Nya di sorga. Ingatlah bahwa barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN, akan diselamatkan.




















