Wahyu 20:3,
lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.
Iblis Dilemparkan Ke Jurang Maut Tidak Lagi Menyesatkan
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Firman hari ini menjelaskan Yohanes melihat malaikat yang memegang kunci jurang maut (Yun: abusson) itu, melemparkan Iblis atau satan ke dalamnya (jurang maut), lalu menutup dan memeteraikannya agar supaya Iblis tidak menyesatkan bangsa-bangsa sebelum berakhir masa seribu tahun. Ada beragam tafsiran mengenai masa seribu tahun ini dari bapa-bapa gereja, seperti Irenaeus yang meyakini bahwa kerajaan seribu tahun adalah suatu masa berkat yang masih ada di masa depan dan Agustinus yang mengatakan masa kerajaan seribu tahun sudah ada dan telah memulainya dengan kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus Kristus ke sorga. Namun, satu hal yang jelas adalah malaikat telah membuangnya ke dalam jurang maut sampai masa seribu tahun. Ini menjelaskan bahwa segala tindakan Iblis bukanlah di luar sepengetahuan dan izin dari Tuhan Allah. Semua tetap ada dalam kendali-Nya dan otoritas-Nya. Meskipun ada penjelasan selanjutnya dalam ayat ini yang menyatakan ‘Iblis akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya’, tetapi penglihatan ini hendak memberi arti pencobaan yang dilakukan oleh Iblis tetap ada batasannya dan memiliki akhir sehingga ia tidak akan lagi menyesatkan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Orang percaya di masa gereja mula-mula diajak untuk tetap percaya bahwa Iblis atau kuasa jahat yang telah membuat mereka menderita sengsara, dapat dan telah dikalahkan. Iblis tidak akan berkuasa selama-lamanya. Tuhan Allah telah mengalahkannya sehingga iblis tidak akan lagi menyesatkan. Firman hari ini mengajar kita bahwa pada waktu menghadapi pencobaan, kehidupan orang percaya tetap ada dalam kendali Tuhan Allah. Iblis tidak dapat berkuasa atas kehidupan orang percaya. Oleh karena itu, ketika kita menghadapi pergumulan, jangan lari tetapi hadapilah bersama dengan Tuhan Allah dengan selalu membangun persekutuan bersama-Nya.
Orangtua bertanggung jawab untuk mengajak anak-anak hidup takut akan Tuhan Allah antara lain dengan setia berdoa dan beribadah. Sebab hanya dengan persekutuan di dalam Tuhan Allah kita dapat menghalau kuasa Iblis dan tidak jatuh pada perangkapnya. Perangkap Iblis di era post-modern ini begitu beragam dan kreatif dengan cara menyita banyak waktu kita pada media sosial dari pada waktu bersekutu dengan Tuhan Allah dan juga berinteraksi dengan sesama, terlebih khusus dengan keluarga. Untuk itu, kalahkanlah Iblis dan teguhkanlah dalam iman kepada Yesus Kristus, Sang Juruselamat.
Doa: Ya Tuhan Allah, tolonglah agar kami dapat mengalahkan godaan Iblis yang menyesatkan dan supaya kami tetap terpelihara dalam keselamatan yang sudah Engkau berikan. Di dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.



















