Roma 8:12-13
(12) Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.
(13) Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
HIDUP MENURUT ROH AKAN HIDUP
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Setiap pilihan pasti punya konsekuensi. Sebagai orang Kristen, kita selalu dihadapkan pada dua pilihan yaitu, hidup menurut daging atau hidup menurut Roh. Jika memilih hidup menurut daging, maka hidup akan menuju pada kesia-siaan bahkan kebinasaan. Tetapi jika memilih hidup menurut Roh maka akan menuju hidup yang kekal. Hidup menurut daging, dalam bahasa Yunani Sarx yang berarti menyatakan keadaan manusia sebagai makhluk lemah, dalam arti tubuh yang fana atau dapat mati. Keinginan daging adalah maut dan ini dikatakan sebagai perseteruan dengan Tuhan Allah. Perbuatan daging (Sarx) yang dimaksud adalah ‘percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.’ (Galatia 5:19- 1) Sedangkan hidup menurut Roh adalah memikirkan hal-hal yang mendatangkan damai sejahtera dan kebaikan. Jika memilih hidup menurut Roh maka harus mematikan perbuatan daging, artinya menjauhi dosa sehingga akan hidup sebagai anak-anak Allah.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Hari ini tanggal 12 Juni, sebagai warga Gereja Masehi Injili di Minahasa kita merayakan HUT Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen yang ke-194. Suatu usia yang menandakan tentang kedewasaan dan kematangan sebagai satu persekutuan Gereja yang dituntun oleh Roh Kudus. Para Zending telah menanamkan benih Injil di tanah Minahasa dan benih itu telah berakar, bertumbuh, dan berbuah yang menghasilkan Gereja yang solid dan eksis. Suka duka, pahit manis telah dilewati oleh GMIM dalam dinamika bergereja, tapi kuasa Roh Kudus tetap menyertai perjalanan Gereja Tuhan sehingga GMIM bisa menjadi Gereja yang mengglobal (Global Church). Api Injil terus menyala menghasilkan warga GMIM tetap mencintai dan mengasihi Tuhan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Roh Kudus yang akan terus menuntun Gereja Masehi Injili di Minahasa untuk tetap hidup menghasilkan buah-buah Roh. Sehingga GMIM terus diberkati dan menjadi berkat bagi banyak orang. Di usia PI dan PK ke-194, marilah kita senantiasa berdoa supaya Roh Kudus menuntun warga GMIM untuk menampilkan cara hidup sebagai anak-anak Allah dalam panggilan tugas Bersekutu, Bersaksi, dan Melayani. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, di HUT Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen ke-194 tahun, tuntunlah perjalanan GMIM ke depan agar dapat melayani Engkau dan umat-Mu dengan penuh tanggung jawab. Amin.























