Kisah Para Rasul 18:18
Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia.
PRISKILA dan AKWILA MENYERTAI PAULUS
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Paulus dalam pelayanan tidak tinggal menetap di satu tempat dalam waktu lama, melainkan ia berpindah tempat karena sadar Injil harus diberitakan ke berbagai tempat. Oleh karena itu ia minta diri, beranjak dari Korintus untuk berlayar ke Siria dengan terlebih dahulu mencukur rambut di Kengkrea karena ia sudah bernazar. Paulus juga tidak bekerja sendirian, ia bersama sepasang suami istri yaitu Priskila dan Akwila.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Lukas mengisahkan dalam bacaan hari ini tentang Priskila dan Akwila yang menyertai Paulus. Perikop sebelumnya mengisahkan setelah meninggalkan Atena dan sampai di Korintus, Paulus berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, berasal dari Pontus yang baru datang dari Italia dengan Priskila istrinya karena Kaisar Klaudius mengusir semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Priskila dan Akwila sama-sama seprofesi sebagai tukang kemah. Selama di Korintus merekalah yang menopang Paulus dalam pelayanan. Paulus tinggal bersama mereka dan mereka ikut serta dalam pelayanan Paulus sampai di Efesus. Sepasang suami istri atau sebuah keluarga menopang pelayanan Tuhan. Bapa gereja Tertulianus menulis tentang keluarga: “Betapa mengagumkan ikatan perkawinan di antara dua orang Kristen yang ditandai dengan satu harapan, satu keinginan, satu pelaksanaan, satu pengabdian. Tidak ada pemisahan antara mereka dalam jiwa dan raga.”
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Keluarga Kristen bukan sekedar hubungan sosial antar dua orang manusia. Keluarga adalah komunitas di mana keselamatan diteguhkan, karena itu keluarga layak disebut sebagai “gereja mini”. Nilai-nilai Kerajaan Allah terus diupayakan hadir dalam kehidupan keseharian keluarga. Yosua mengakui di hadapan semua bangsa Israel, bahwa kemampuan memimpin bangsanya masuk ke Tanah Perjanjian adalah karena kasih karunia Tuhan Allah dan dukungan dari seluruh anggota keluarganya. “ Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan !” (Yosua 24 : 15)
Melayani Tuhan berarti kita akan memberikan waktu, tenaga, pemikiran, talenta bahkan harta kita. Bukan soal besar atau kecil, banyak atau sedikit, yang penting kita persembahkan dengan ketulusan atau kesungguhan hati dengan kesadaran bahwa itu perlu bagi Kerajaan Allah di dunia ini. Marilah sebagai keluarga Kristen kita memberi diri melayani pekerjaan Tuhan Allah. Amin
Doa: Ya Tuhan Allah, tolonglah kami agar menjadi keluarga yang mau memberi diri bagi pekerjaan pelayanan Tuhan. Jaga dan lindungilah keluarga kami agar tetap ada di hadapan-Mu. Amin.























