Roma 15:5-6
(5) Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,
(6) sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.
HIDUP RUKUN ATAS KEHENDAK YESUS KRISTUS
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Latar belakang setiap orang sering mempengaruhi hubungan-hubungan antar orang yang akan membangun sebuah komunitas. Dengan kata lain, latar belakang seseorang akan mempengaruhi kualitas relasi yang hendak dibangun bersama dengan orang lain. Pengalaman menyaksikan kepada kita bahwa betapa sering orang mau membangun hubungan hanya karena atas dasar kesamaan semata. Apakah kesamaan latar belakang pendidikan, kesamaan ide dan gagasan, kesamaan dari sisi ekonomi, budaya dan lain sebagainya. Sementara itu, karena latar belakang yang berbeda, orang sulit untuk membangun hubungan yang tulus, jujur dan berkualitas.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Paulus merasa sangat penting mengingatkan kehidupan orang percaya di jemaat Roma bahwa perbedaan adalah keniscayaan yang harus senantiasa berada dalam kesatuan di dalam kehendak Yesus Kristus. Paulus menggunakan kata phroneo (Yun), LAI menerjemahkannya Kerukunan. Yang berarti kesatuan atau kesamaan pikiran atau perasaan. Ini mengandung pengertian bahwa jemaat harus meletakkan hidup mereka dalam satu perasaan dan pikiran yang sesuai dengan kehendak Yesus Kristus. Kehendak Yesus Kristus adalah hidup rukun dan damai. Kerukunan bukan hanya tampak dari luar saja ada kesamaan dan kebersamaan. Tetapi kebersamaan itu harus ada dalam kesamaan pikiran dan perasaan, sehingga jemaat dengan satu hati dan satu suara dapat memuliakan Tuhan Allah. Dengan kata lain, orang percaya sama-sama mempunyai alasan dan dasar yang sama untuk hidup memuliakan Yesus Kristus.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan Allah hari ini mengingatkan kita bahwa hidup rukun dalam persekutuan orang percaya, baik dalam jemaat maupun dalam keluarga, adalah sangat berhubungan dengan kesamaan pikiran dan perasaan yang sesuai dengan kehendak Yesus Kristus. Dengan demikian hubungan yang kita bangun dengan sesama bukan didasarkan pada latar belakang kita masing-masing yang berbeda itu, tetapi oleh karena satu pikiran dan perasaan sebagai orang percaya menurut kehendak Yesus Kristus. Itulah hubungan yang sesungguhnya. Ada ketulusan, kejujuran dan kemurnian membangun kebersamaan. Hanya dengan hidup rukun dan damai kita dapat memuliakan Tuhan Allah dalam hidup ini. Seperti ungkapan San siote sampatepate (Senasib sepenanggungan) dan ungkapan Pantuhu pake’salintiho (Saling mengerti satu dengan yang lain). Kiranya Tuhan Allah memampukan kita. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah , berilah kami hati dan pikiran yang sama sesuai kehendak Yesus Kristus ketika kami membangun kehidupan bersama, baik dalam kehidupan jemaat maupun dalam kehidupan keluarga. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.




















