Roma 15:7-8
(7) Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.
(8) Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita,
MENERIMA KEBERADAAN ORANG LAIN DEMI KEMULIAAN ALLAH
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan hari ini memberikan penegasan tentang bagaimana orang percaya seharusnya hidup bersama di tengah realitas perbedaan pemahaman dan latar belakang. Paulus dalam ayat-ayat sebelumnya dari pasal 14 berbicara tentang keberadaan yang kuat dan yang lemah serta apa yang seharusnya dilakukan oleh kelompok yang kuat terhadap kelompok yang lemah. Sekarang Paulus memberi kesimpulan dengan menasihati jemaat, Sebab itu terimalah satu akan yang lain sama seperti Kristus juga telah menerima kita. Paulus menegaskan agar dalam jemaat yang berbeda-beda harus ada sikap saling menerima satu akan yang lain. Yang satu tidak menganggap lebih hebat dari yang lain atau menganggap yang lain lebih rendah.
Menarik ditegaskan bahwa sikap penerimaan satu akan yang lain itu adalah untuk kemuliaan Allah. Jadi, ketika kelompok yang satu menerima kelompok yang lain, bukan pertanda ia tunduk terhadap kelompok yang lain. Atau kelompok yang diterima merasa lebih berpengaruh sehingga perlu diterima, melainkan dasarnya adalah untuk kemuliaan Tuhan Allah. Sikap saling menerima bukan untuk kemuliaan orang, pribadi atau kelompok. Sebab menurut Paulus bahwa, Yesus Kristus juga berkarya bagi orang-orang yang bersunat (Orang Yahudi) maupun yang tidak bersunat. Dengan mengatakan ini, Paulus hendak membantah pemahaman orang Kristen bukan Yahudi yang memahami bahwa Yesus Kristus hanya mati dan menyelamatkan orang bukan Yahudi.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan Allah hari ini mengingatkan kita, marilah membangun kehidupan bersama atas dasar kasih Yesus Kristus yang menyelamatkan orang yang percaya tanpa memandang perbedaan latar belakang. Sikap menerima satu dengan yang lain bukan untuk kepentingan dan nama baik agar kita disanjung, tetapi demi kemuliaan Tuhan Allah. Tuhan Allah di dalam dan melalui Yesus Kristus menyelamatkan semua orang tanpa terkecuali. Tuhan Allah yang menganugerahkan keselamatan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, siapapun dia dan dari manapun dia berasal. Keyakinan ini penting manakala kita hidup bersama dengan orang lain sebagai satu persekutuan orang percaya. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, kami bermohon kiranya Engkau menganugerahkan kepada kami hati yang tulus untuk menerima satu akan yang lain sebagai satu persekutuan yang menerima anugerah keselamatan daripada-Mu. Hindarkan kami dari sikap- sikap yang hanya mementingkan diri sendiri. Amin.

























