ALASAN PEMILIHAN TEMA
Ada banyak alasan bagi orang Kristen untuk bersorak, bersyukur dan bernyanyi bagi Tuhan dalam ibadah maupun kehidupan sehari-hari. Di antara alasan itu adalah tindakan Tuhan Allah yang telah menyelamatkan, memelihara, menolong, memberi keberhasilan, hasil panen berlimpah, mengubah kehidupan menjadi lebih baik, dan sebagainya.
Secara teologis, bersorak adalah ekspresi gembira dan antusias dalam menyembah Tuhan, yang menunjukkan pengakuan akan keagungan, kuasa, dan keberadaan Tuhan, dan mencerminkan keyakinan bahwa Tuhan layak untuk dipuji dan disembah. Secara praktis, hal ini mendorong untuk membangun sikap hati yang positif, optimis, dan penuh pengharapan terhadap kasih setia Tuhan, dan memperkuat iman serta membawa ketenangan bagi orang percaya.
Di minggu-minggu seperti saat ini, nuansa pengucapan syukur sangat terasa di beberapa wilayah pelayanan GMIM. Di beberapa tempat, pengucapan syukur tersebut telah menjadi tradisi yang sulit dihilangkan. Di masa kini, alasannya bukan hanya pengucapan syukur karena hasil panen yang berlimpah, melainkan juga untuk banyak alasan lainnya. Di tengah realitas yang digambarkan ini, teks bacaan Mazmur 33:1-22 ini direnungkan di bawah tema “Bersoraklah, Bersyukurlah dan Bernyanyilah atas Kasih Setia Tuhan.”
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)
Kata Mazmur dalam bahasa Ibrani disebut “Tehilim” yang berarti puji-pujian. Dalam sastra para rabi, istilah ini diambil alih menjadi “seper tehilim” yang berarti kitab puji-pujian. Septuaginta atau Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani (LXX) dan juga Vulgata (terjemahan bahasa Latin), menamakan kitab Mazmur “psalmoi” dari kata kerja “psallo” yang artinya memetik atau mendentingkan, Meskipun banyak ahli PL menyatakan bahwa raja Daud adalah penulisnya, namun jika kita perhatikan tidaklah demikian, sebab ada penulis mazmur lain selain raja Daud, seperti bani Korah, Asaf, dan sebagainya.
Mazmur 33:1-22 ini dikategorikan sebagai Mazmur pujian. Perikop ini dimulai dengan seruan kepada orang-orang benar (Ibr. tsaddiqim) dan orang-orang jujur (Ibr. yasar) untuk memuji Tuhan Allah (ayat 1-3) karena pujian mereka layak bagi Tuhan Allah. Sebab sama seperti pujian mereka, hidup mereka pun layak di hadapan Tuhan. Mereka telah menerima/mengalami kasih setia Tuhan dan karena itu pemazmur menyerukan untuk memuji Tuhan dengan hati yang gembira, menyanyikan nyanyian baru, dengan memainkan alat-alat musik (kecapi dan gambus) untuk memuliakan-Nya. Di sini pemazmur mendorong umat untuk memuji hanya kepada Tuhan Allah Sang Pencipta yang memiliki otoritas dan kedaulatan tertinggi. Umat diajak untuk memuji Dia karena perbuatan-Nya yang luar biasa baik dalam penciptaan maupun kasih setia yang diberikan-Nya bagi orang-orang yang takut akan Dia. Pemazmur mengajak segenap umat-Nya untuk bersorak dan memuji Tuhan dengan nyanyian yang baru, sebab kebaikan-Nya tidak pernah ada habisnya dalam kehidupan umat-Nya. Pemazmur memberikan alasan mengapa umat harus memuji Tuhan Allah. Ia menjelaskan karakter Allah dan segala tindakan yang dilakukan Tuhan Allah kepada umat-Nya dalam ayat 4-19.
Ayat 4-5, pemazmur menyatakan bahwa firman TUHAN itu benar (ayat 4) dan Ia senang kepada keadilan dan hukum (ayat 5). Tuhan Allah tidak pernah berbicara dengan kata-kata yang kosong dan tanpa arti. Tetapi firman-Nya memiliki kuasa, dengan firman-Nya segala sesuatu diciptakan dan terjadi. Demikian pula, karakter kedua yang dijelaskan oleh pemazmur adalah kesenangan Tuhan Allah pada keadilan dan hukum. Oleh karena kesenangan Tuhan yang demikian, Ia menghendaki semua itu berlaku di bumi sehingga seluruh bumi penuh dengan kasih karunia dan kebaikan (Ibr. khesed) Allah.
Ayat 6-9 menyatakan kebesaran Tuhan Allah sebagai Pencipta yang Mahakuasa, yang mengendalikan dan mengarahkan segala sesuatu menurut rencana-Nya yang sempurna. Hal ini menegaskan kuasa kreatif dan kuasa pengendalian Allah atas seluruh ciptaan. Firman Allah yang penuh kekuatan telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia yang mengendalikan serta memelihara ciptaan-Nya. Johanes Calvin merefleksikan hal ini dengan doktrin tentang kedaulatan Allah yang mutlak dalam penciptaan dan pemeliharaan alam semesta.
Ayat 10-12 menyatakan bahwa tidak ada satu pun yang dapat menandingi atau mengubah kehendak Tuhan, sebab Ia adalah Penguasa atas seluruh bangsa-bangsa (ayat 10-12). Bangsa–bangsa dengan segala kekuasaan dan kekuatannya tidak dapat mengubah rencana Allah karena Allah berdaulat penuh atas sejarah dan pemerintahan dunia. Kedaulatan dan supremasi mutlak Allah di atas segala sesuatu maka Israel sebagai bangsa pilihan-Nya menjadi bangsa yang berbahagia.
Ayat 13–19, mendeskripsikan mengenai penegasan bahwa Tuhan memiliki pengetahuan dan pengawasan yang sempurna atas seluruh umat manusia. Tuhan melihat dan memahami segala perbuatan mereka (ayat 13-15). Hanya Tuhan yang dapat menyelamatkan orang yang takut akan Dia dan berharap pada kasih setia-Nya (ayat 16-19). Manusia tidak memiliki kekuatan atau kemampuan untuk menyelamatkan dirinya sendiri karena keterbatasannya. Penegasannya adalah bahwa sekalipun seorang raja dikelilingi bahkan dilindungi oleh kekuatan tentara yang berkekuatan alat perang, dan kekuasaan semua itu tidak dapat menjamin keselamatan. (Pemazmur mengontraskan bahwa sesungguhnya kekuatan raja tidak dapat menandingi kuasa Tuhan).
Ayat 20-22 mendeskripsikan pernyataan pengharapan dan kepercayaan pemazmur pada Tuhan sebagai pelindung dan penolong umat-Nya. Hanya Tuhan yang dapat menjadi kekuatan, penghiburan, dan keselamatan yang sejati bagi mereka yang berharap pada-Nya. “Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan.” Kata Ibrani untuk jiwa adalah nepes yang artinya bukan hanya breath (nafas), soul (jiwa), tetapi juga life (jiwa, kehidupan), desire (keinginan). Jadi, pernyataan ini mengartikan bahwa keseluruhan diri kita memiliki ketergantungan total dan kepercayaan yang teguh pada Tuhan sebagai satu-satunya sumber kekuatan, penghiburan, dan keselamatan yang sejati bagi orang-orang yang menaruh harapan dan kepercayaan mereka hanya kepada-Nya.
MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN
- Dalam suatu ibadah, bersorak, bersyukur dan bernyanyi dengan iringan musik adalah ekspresi iman kepada Allah. Oleh karena itu, musik dalam ibadah harus dipersiapkan dengan baik. Pemazmur berseru kepada orang-orang yang benar dan tulus, yaitu mereka yang telah dibenarkan oleh iman mereka kepada Tuhan, bukan karena kemurnian moral mereka sendiri. Kebenaran di hadapan Allah hanya diperoleh melalui iman kepada Kristus, bukan karena perbuatan baik manusia. Bagi gereja Calvinis seperti GMIM, musik dalam ibadah dan pujian- pujian tidak sekedar ekspresi estetika, melainkan sarana untuk menyatakan kemuliaan Tuhan dan kerendahan hati manusia di hadapan-Nya. Musik dalam ibadah berfungsi membangkitkan perasaan dan emosi yang tepat. Meskipun musik memiliki kekuatan, akan tetapi yang terpenting adalah hati dan niat dari orang yang memainkannya.
- Tuhan Allah adalah Pencipta dan Raja atas seluruh alam semesta dan segala sesuatu terjadi sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya yang sempurna. Dalam tradisi Protestan, konsep kedaulatan Allah atas alam semesta dan sejarah manusia adalah sentral. Ayat-ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu tunduk di bawah rencana dan kehendak Allah yang sempurna, dan tidak ada yang terjadi di luar kendali-Nya. Ini menjadi dasar bagi orang percaya untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan memuji-Nya atas kebesaran-Nya.
- Segala perkataan dan perbuatan Allah didasarkan pada kebenaran dan keadilan-Nya Allah menegakkan kebenaran dan keadilan di bumi.
- Allah memilih dan memberkati umat-Nya berdasarkan anugerah-Nya, bukan karena keutamaan mereka. Allah memelihara dan menyelamatkan orang-orang yang takut akan Dia. Betapa pentingnya untuk melihat tujuan umat bersorak, bersyukur dan bernyanyi adalah karena kasih setia Tuhan Allah yang tak terbatas. Dengan memahami Firman Tuhan secara mendalam jemaat akan terus tumbuh dalam iman yang teguh, menyembah Tuhan dengan hati yang tulus, hidup dalam ketergantungan dan penyerahan diri pada Allah, serta menunjukkan kebenaran dan keadilan Allah dalam seluruh aspek kehidupan. Inilah makna dan implikasi yang penting bagi pertumbuhan iman jemaat.
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa yang dilakukan Tuhan Allah sehingga pemazmur mengajak umat untuk bersorak-sorak, bersyukur dan bernyanyi bagi Dia, menurut Mazmur 33:1-22?
- Mengapa kita bersorak, bersyukur dan bernyanyi bagi Tuhan Allah?
- Bagaimana bentuk ucapan syukur yang benar di hadapan Tuhan Allah?
POKOK- POKOK DOA
- Gereja (Jemaat) selalu bersyukur kepada Allah sumber hidup.
- Gereja selalu memaknai ibadah sebagai panggilan bukan pilihan.
- Keluarga Kristen selalu mengucap syukur dan mewartakan perbuatan Tuhan dalam kehidupannya.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: MINGGU BENTUK II
NYANYIAN YANG DIUSULKAN
Kemuliaan Bagi Allah: KJ. No. 14 “Muliakan Tuhan Allah”
Doa Penyembahan :NNBT. No. 4 “Naikkan Doa Pada Allah”
Pengakuan Dosa : NNBT. No. 11 “Ya Allahku, Kami Mengaku Dosa”
Janji Anugerah Allah NNBT No. 27 “Ya Tuhan Engkaulah.”
Puji-pujian : NNBT. No. 1 “Pujilah Dia, Pujilah Dia”
Ses Pemb Alkitab: PKJ. No. 14 “Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan”
Persembahan : PKJ No. 146 “Bawa Persembahanmu”.
Penutup : Bernyanyilah Bagi Tuhan Hua
ATRIBUT Warna Dasar Hijau dengan Simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang.























