Roma 15:11-12
(11) Dan lagi: “Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia.”
(12) Dan selanjutnya kata Yesaya: “Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan.”
YESUS KRISTUS MEMERINTAH HIDUP ORANG PERCAYA
Keluarga kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman hari ini menerangkan bahwa kedudukan bangsa-bangsa lain bersama bangsa Israel di dalam Tuhan Allah adalah sama. Paulus mengutip Yesaya 11: ‘‘Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan”, mempertegas bahwa baik Israel maupun bangsa-bangsa lain takluk kepada Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah Taruk dari pangkal Isai (Sang Mesias) yang memerintah seluruh bangsa. Jemaat diingatkan bahwa semua bangsa dan semua orang takluk dalam pemerintahan Yesus Kristus. Itu berarti dalam jemaat tidak ada lagi “yang lemah’’ dan “yang kuat”, yang ada adalah persekutuan orang percaya yang sama-sama menerima keselamatan dari Yesus Kristus dan yang bersama-sama pula memuliakan Tuhan Allah.
Keluarga kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebagai keluarga Kristen, kita diingatkan untuk hidup dalam terang firman ini, bahwa di dalam Yesus Kristus tidak ada orang yang kuat dan orang yang lemah. Tidak ada yang lebih istimewa dari yang lain. Kita semua takluk kepada Dia, Yesus Kristus yang adalah Tuhan kita. Itu berarti hidup kita adalah kehidupan yang menaklukkan diri pada pemerintahan Tuhan Allah. Bagaimana pemerintahan Tuhan Allah itu? Pemerintahan Tuhan Allah itu adalah pemerintahan yang menghadirkan damai sejahtera bagi setiap orang. Dengan demikian, sebagai orang percaya harus saling menerima satu dengan yang lain, menghadirkan damai sejahtera bagi orang lain dan bersama-sama kita memuji dan memuliakan Tuhan Allah. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, kami bersyukur kepada-Mu atas keselamatan yang Engkau anugerahkan kepada kami. Kami mau hidup rukun dan damai berdampingan dengan sesama kami. Kiranya perbedaan tidak akan menceraikan kami, melainkan akan semakin menguatkan kami membangun persekutuan jemaat dan keluarga. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
























