2 Tesalonika 1:3
Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu,
MENGUCAP SYUKUR KARENA IMAN DAN KASIH
Keluarga Kristen yang dikasih dan diberkati Tuhan Yesus.
Mengucap syukur merupakan satu hal yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan dalam kehidupan setiap orang percaya. Mengucap syukur adalah bagian dari ekspresi iman. Orang yang mengucap syukur adalah orang yang sungguh memahami tentang segala kebaikan dan karya kasih Tuhan Allah dalam kehidupannya. Namun kita perlu memahami dengan jelas apa motivasi atau tujuan ketika mengucap syukur. Dalam kenyataan, ada orang yang mengucap syukur hanya ketika menikmati berkat Tuhan Allah, misalnya berhari ulang tahun kelahiran/perkawinan, menikmati berkat dalam pekerjaan, ketika sukses dalam studi, ketika mengalami kesembuhan dari sakit, ketika luput dari pergumulan dan lain sebagainya. Namun ketika dalam situasi yang tidak mengenakan atau menyenangkan, seperti mengalami pergumulan, persoalan dan tantangan, maka terkadang manusia sangat sulit untuk mengucap syukur. Motivasi mengucap syukur hanya dibatasi pada situasi tertentu saja, sehingga menjadi pertanyaan di manakah iman kita ketika menghadapi pergumulan? Ingat, iman yang kita miliki jangan dikalahkan oleh pergumulan. Tetapi justru pergumulan apapun yang dihadapi harus dikalahkan dengan iman yang kuat di dalam Yesus Kristus, sehingga tidak menghambat orang percaya untuk terus mengucap syukur dalam segala hal.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan hari ini menjelaskan bagaimana penulis surat 2 Tesalonika mengucap syukur karena iman jemaat yang kuat dan kokoh ketika mereka tabah dan sabar di tengah penderitaan. Jemaat tidak kehilangan pengharapan sekalipun di tengah pergumulan dan tantangan yang berat. Malah mereka menunjukan perhatian dan kasih terhadap sesama dengan terus membangun hubungan yang baik dan saling mensuport satu dengan yang lain dan hal itu menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menghadapi segala sesuatu. Karena itu motivasi penulis surat 2 Tesalonika ini ia berikan dalam bentuk ucapan syukur. Penulis merasa senang dan bangga karena iman jemaat yang sangat kuat dan justru dalam kondisi hidup di tengah tantangan. Mereka melihat orang lain bukan sebagai musuh, tetapi sebagai sahabat, teman yang harus diperhatikan. Dan jemaat terus berupaya menyatakan kepedulian kepada sesama.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebagai keluarga Kristen dan Gereja, kiranya kita juga berupaya menampakan kewibawaan sebagai persekutuan orang percaya yang dapat menjadi teladan bagi orang lain, sehingga hal-hal yang dilakukan dapat menggerakan orang yang lain untuk bersyukur dan memuliakan Tuhan Allah. Karena itu, apapun realita hidup yang kita hadapi, tetaplah mengucap syukur karena itulah yang dikehendaki Tuhan Allah dalam hidup kita. Amin.
Doa: Ya Bapa di sorga, kami mengucap syukur atas kehidupan yang Engkau anugerahkan. Ajarkanlah kami untuk selalu mengucap syukur dalam segala hal sehingga hidup kami menjadi sebuah kesaksian bagi banyak orang tentang kebaikan-Mu. Berkatilah kami dalam kembara hidup di dunia ini, langkah hidup kami kiranya dituntun dengan kebenaran-Mu sehingga kami akan terus berjalan pada jalan-Mu dan menikmati damai sejahtera-Mu, dalam nama Yesus Kristus, Amin.























