Jemaat Tuhan,
Perayaan Natal identik dengan pernyataan kasih. Mirisnya, banyak orang Kristen menyatakan kasih itu hanya di saat seperti ini. Pertanyaannya, apakah pernyataan kasih Allah itu hanya terjadi di masa Natal? Teks Yohanes 3:16 adalah bagian dari Injil Yohanes ditulis untuk pembaca yang sedang menghadapi tantangan karena iman mereka kepada Yesus Kristus. Mereka dikucilkan dari sinagoge, dibenci oleh orang Yahudi, dan membentuk kelompok tersendiri. Kepada orang percaya dalam situasi ini, berita teks Yohanes 3:16, diberikan. Namun, isi pengajaran teks ini juga diberikan kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Teks ini memberikan beberapa pengajaran penting.
Pertama, Allah sangat mengasihi dunia ini. Kata Yunani mengasihi egapesen, dari agapao. Artinya: cinta, kasih, sayang, mencintai, mengasihi, menyayangi; berkaitan dengan kemauan/kehendak dan tindakan. Kata agapao dalam relasi personal merujuk pada sikap ingin berkontribusi untuk kesejahteraan orang lain atau menghendaki keadaan baik bagi orang lain. Kata agapao, kasih itu berkaitan dengan hal kehendak dan tindakan (a matter of will and action). Jadi, kehendak dan tindakan bagi kebaikan orang lain. Allah mengasihi berarti Ia berkehendak dan bertindak sesuai dengan rancangan-Nya untuk mendatangkan kebaikan bagi seluruh dunia ton kosmon yaitu dunia dalam pengertian manusia dan seluruh ciptaan Allah lainnya, dan dunia yang merujuk pada suatu keadaan di mana manusia jauh terpisah dari Allah. Kehendak dan tindakan (will and action) Allah adalah tindakan yang benar-benar terjadi, bukan pengandaian. Keyakinan iman inilah yang membuat gereja mula-mula tetap hidup dan terus mewartakan kasih Allah yang dinyatakan-Nya melalui Yesus Kristus.
Jemaat Tuhan,
Kedua, Allah telah mengaruniakan Anak-Nya. Kata Yunani mengaruniakan edoken, dari didomi. Arti dasar kata ini adalah memberikan (give), dengan terjemahan yang bervariasi tergantung dalam konteks apa kata ini digunakan: pemberian dari seseorang yang memiliki posisi lebih tinggi kepada yang lebih rendah, seperti tugas, tawaran, dan hadiah. Jadi, Allah telah memberikan Anak-Nya kepada manusia. Allah mengaruniakan Anak-Nya yang berharga, bernilai kepada manusia dan dunia, karena kasih-Nya yang besar. Tindakan memberikan ini didasari oleh kasih yang besar.
Ketiga, orang yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Orang percaya (ho pisteuo) di dalam teks tidak dalam bentuk kata benda, melainkan dalam bentuk kata kerja present aktif partisip pisteuo. Artinya: orang yang sementara percaya, bukan yang belum atau tidak percaya. Orang yang sementara dan masih tetap percaya atau yang memelihara dan tetap berpegang pada apa yang mereka percayai di tengah kesulitan, tantangan dan penganiayaan. Orang yang telah teruji imannya/kesetiaannya kepada Yesus Kristus. Ini merujuk pada kehidupan orang-orang percaya pada masa Yohanes. Jika kita mengaitkannya dengan pernyataan bahwa Allah mengasihi seluruh isi dunia dengan pernyataan ini, maka kita dapat mengatakan bahwa memang benar bahwa Allah mengasihi seluruh dunia, namun hanya bagi orang-orang yang telah dan masih tetap percaya di tengah kesulitan hiduplah, teks ini ditujukan. Kalaupun teks ini juga diberikan kepada mereka yang belum percaya, maka itu merupakan ajakan kepada mereka untuk memiliki iman yang sama kepada Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus. Jadi, teks ini hendak menguatkan semua orang yang sementara percaya dan menghadapi kesulitan dan tantangan karena iman mereka itu. Pengajaran penghiburan yang diberikan kepada mereka adalah janji bahwa mereka tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Jemaat Tuhan,
Kata Yunani untuk tidak binasa adalah me apoletai dari kata apollumi, artinya: hancur, musnah, binasa, tidak menghasilkan apa-apa, mengalami pemutusan atau pemisahan. Orang percaya yang tetap memelihara/setia imannya, pasti tidak akan binasa, hancur, menjadi sia-sia, terpisah (dari Allah). Kata Yunani aionion yang kekal, dari aionios, artinya: abadi, kekal, baka; permanen; Allah: tanpa awal dan akhir; untuk sepanjang masa; selamanya. Lawan kata dari proskairos (sementara; fana, tidak kekal). Kehidupan yang kekal bukanlah kehidupan yang sementara, yang rentan, dan tidak terpelihara. Sebaliknya, hidup kekal artinya hidup yang lama, berumur panjang, terpelihara, dan kekal. Konsep kehidupan kekal di sini tidak hanya berkaitan dengan masa depan atau keakanan, tetapi juga berkaitan dengan masa kini yaitu hidup yang terpelihara, terlindungi, terjaga oleh Tuhan. Dengan demikian kita bisa mengatakan bahwa meskipun harus menderita karena iman, tetapi orang percaya akan terpelihara, terlindungi, terjaga, karena mereka dikasihi Tuhan. Itulah janji yang diberikan Tuhan kepada orang yang tetap memelihara imannya di tengah masa sulit, dan itu pula berita yang dibawa oleh teks ini dalam konteks perayaan Natal yang dirayakan oleh orang Kristen saat ini.
Jemaat Tuhan,
Firman ini mengajak kita, pertama, untuk percaya bahwa Tuhan Allah sungguh-sungguh sangat mengasihi kita. Kedua, karena kasih-Nya yang besar itu, Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal, yang sangat berharga, bagi kita. Ketiga, Ia memelihara kehidupan orang percaya yang tetap taat dan setia di tengah konteks kehidupan yang tidak mudah. Berita Natal tidaklah menawarkan mimpi tetapi menyatakan sesuatu yang riil, nyata. Karena itu, pernyataan kasih di hari Natal pun kiranya tidak hanya menawarkan mimpi sesaat yang akan segera hilang ketika kita memasuki tahun baru. Tetapi pernyataan kasih yang dinyatakan melalui perayaan Natal adalah pernyataan kasih seumur hidup sebab kehidupan yang dikaruniakan Tuhan Allah melalui karya Yesus Kristus adalah kehidupan yang kekal. Pernyataan kasih tersebut bukan hanya dalam bentuk berbagi materi melainkan berbagi kehidupan yang terpelihara baik dengan sesama, sebab dengan demikianlah kita mewujudkan kasih Allah itu secara nyata dalam kehidupan bersama dengan orang lain. Amin.























