
Syalom, Dalam di hati,
Terpujilah nama Tuhan. yang menuntun kehidupan kita sehingga kita boleh menikmati kehidupan di tahun 2026.
Hari ke 4 di tahun 2026, apa yang telah kita lakukan? Sudah kita memperbarui hidup kita menjadi lebih baik lagi karena kita percaya tahun 2026 juga adalah tahun berkat bagi kita.
Tahun yang indah untuk kita berjuang, tahun yang indah untuk kita berusaha lebih keras mewujudkan semua hal yang pernah tertunda dan gagal di tahun-tahun sebelumnya.
Karena kita percaya, kita ini adalah milik Tuhan yang diciptakan dengan baik, segambar dan serupa dengan Dia.
Maka tentulah dan seharusnya kita harus mampu menjadi anak-anak baik, karena Dia yang lebih dahulu baik bagi kita semua.
Saudara-saudara,
Hidup sebagai anak-anak terang sangat baik, bisa menerangi dimanapun kita berada. Dalam keluarga, dalam masyarakat dan dalam jemaat.
Namun ternyata tidak semua bisa menjadi anak-anak terang.
Maka dari itu, kitab Efesus mengajarkan kita sebagaimana Paulus manasehati jemaat di Efesus, nasehat ini juga berlaku bagi kita.
1. Menjauhi Kegelapan: Tidak terlibat dalam perbuatan dosa seperti percabulan, kecemaran, keserakahan, perkataan kotor, mabuk, dan perbuatan tidak benar lainnya.
2. Menghasilkan Buah Terang: Melakukan kebaikan, kebenaran, dan keadilan.
3. Menggunakan perkataan yang membangun, penuh syukur, dan bukan kata-kata kosong atau kasar. Memanfaatkan waktu dengan bijaksana, mengerti kehendak Tuhan, dan penuh dengan Roh Kudus.
4. Meneladani kasih dan pengampunan Kristus, serta saling menghormati dengan rendah hati.
5. Menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari dan membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan.
Sebagai anak-anak terang, umat Allah hidup dengan meneladani Allah. Paulus juga mendorong orang percaya untuk meneladani Kristus. Hidup dalam kasih merupakan bukti nyata meneladani Kristus.
Agar menjadi anak terang, mereka harus “bangun dan bangkit” dari hidup yang lama, membentuk hidup yang baru. Hidup yang tidak lagi sembarangan, sembrono, penuh dengan dosa, tetapi hidup dalam terang firman Tuhan dan ketaatan kepada Allah yang telah memberikan keselamatan.
Teguran Paulus ini juga menjadi teguran kita, sudahkah kita menjadi anak terang yang membawa kemuliaan bagi Tuhan dan berkat bagi sesama? Jangan-jangan kita masih menjadi orang Kristen yang “tertidur” dan masih senang dengan berbagai macam kenikmatan dunia. Mari kita tanggalkan semua perbuatan kegelapan dengan pertolongan, anugerah, dan kuasa Kristus yang memerdekakan. Jadilah anak-anak terang yang bercahaya di tengah kegelapan dunia. Sadar, bangun, dan bangkitlah dari kenyamanan “tidur” Anda dan mulailah bersinar.
Menjadi teladan tidaklah mudah, tapi inilah model yang diharapkan oleh Tuhan Allah untuk dilakukan. Firman yang kita baca memanggil kita untuk menjadi penurut dan pelaku firman-Nya, dengan mengikuti, mencontohi, hidup dalam kasih sebagai anak-anak terang yang memiliki hikmat. Hidup dalam kasih seperti yang diteladankan Yesus Kristus yang mau berkorban dengan menyerahkan diri-Nya disalibkan untuk menebus dosa umat manusia.
Rasul Paulus mengingatkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh anak-anak terang seperti percabulan, rupa-rupa kecemaran, keserakahan, perkataan kotor dan hidup sembrono. Orang yang melakukan perbuatan ini tidak menunjukkan perilaku hidup sebagai anak-anak terang. Karena itu Paulus mengingatkan agar jemaat Efesus jangan turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang mendatangkan dosa.
Saudara-saudara,
Sebagaimana kita membutuhkan matahari di waktu siang, sebagaimana kita membutuhkan bintang dan bulan pada waktu malam untuk menerangi aktivitas kita di waktu siang dan malam, begitu juga hidup kita menjadi terang bagi orang-orang di sekitar kita dalam keadaan dan dalam situasi apapun kita mampu menjadi terang yang akan terus bercahaya dalam suka dan duka.
Sehingga di tahun 2026 menjadi tahun berkat bagi kita semua.Amin.




















