
Syalom Damai Di hati !
Pujian dan syukur, terimakasih kita panjatkan kepada Tuhan yang telah menyertai kita semua boleh ada di hari ini di Minggu Kedua Bulan Januari tahun 2026, karena kasih dan kebaikan Tuhan yang telah Ia berikan bagi kita semua.
Saudara-saudaraku yang dikasihi dan diberkati Tuhan, ketika kita menjalani kehidupan di dunia ini tak dapat dipungkiri tantangan dan pergumulan sering datang menghambat perjalanan kehidupan kita sehingga kita pun kadang kala menyerah dan putus asa dan seakan kehilangan harapan. Membuat kita lebih memilih hidup berdasarkan apa yang kita mau bukan apa yang Tuhan mau dalam hidup kita, melakukan hal-hal tidak diinginkan oleh Tuhan. Hal-hal dosa yang datang membuat hidup kita kembali dalam kehidupan yang gelap. Seperti itulah yang terjadi dalam kehidupan Bangsa Yehuda, ketika tekanan dan ancaman datang dari Bangsa Aram, Asyur membuat mereka kehilangan arah iman mereka lemah sehingga Bangsa Yehuda lebih memilih penyembahan kepada berhala-berhala dan ketidakadilan sosial, kerusakan moral terjadi. Dari Bacaan ini Tuhan lewat kehendaknya memanggil Nabi Yesaya agar menegur umat serta memanggil mereka untuk bertobat tapi juga lewat Nabi Yesaya memberikan pengharapan kepada umat akan masa depan yang lebih baik.
Ayat 1 : Bacaan kita dimulai pernyatan hadabar asyer khazah yesayahu. Artinya Firman yang telah Yesaya lihat. Firman yang telah dinyatakan kepadanya dalam bentuk penglihatan.
Ayat 2 : diawali dengan kata “akan terjadi” dalam Bahasa Ibrani hayah kata kerja kala perfect artinya telah/jadi. Jadi maksud Yesaya telah melihat gunung Tuhan Allah, tempat rumah Tuhan (Bait Allah) akan berdiri tegak dan menjulang tinggi. Di hari-hari terakhir ketika kedatangan Mesias di masa depan hanya Tuhan Allah yang bertahan dan bahwa semua bangsa akan datang menyembah Tuhan Allah di Yerusalem.
Ayat 3 : Banyak suku bangsa selain Israel akan datang ke gunung Tuhan ke rumah Allah Yakub. Tempat tersebut adalah Gunung Sion di Yerusalem-Yehuda sebagai Pusat dari sumber pengajaran hukum dan firman Tuhan. Kata kerja yang digunakan adalah kala perfect Haleku artinya mereka akan pergi, berjalan. Maksud dari ayat ini Tuhan Allah mengajarkan bagaimana cara hidup yang sepatutnya dilakukan umatnya dan hal-hal dikehendaki oleh Tuhan Allah sendiri. Umat sekali lagi diingatkan untuk hidup yang sesuai dengan kehendak dari Tuhan Allah.
Ayat 4 : di ayat ini Tuhan sebagai sumber pengajaran dan hakim yang akan menghakimi. Dalam bahasa ibrani hakim Syapat (menghakimi dan memutuskan) dan wasit ibrani Yakakh (menegur dan mengoreksi, membuktikan) yang adil untuk semua bangsa. Bangsa-bangsa dalam bahasa Ibrani Gowyim artinya (nations, people) dan memutuskan perkara bagi banyak suku bangsa. Tuhan Allah berkuasa bagi semua bangsa. Ketika umat telah menerima pengajaran maka penegakkan keadilan dan ketertiban akan dilakukan karena umat manusia akan hidup dalam kedamaian dimana dijelaskan tentang pedang yang ditempa menjadi mata bajak dan tombak-tombak menjadi pisau pemangkas artinya umat akan lebih fokus pada pertanian. Karena mereka tidak akan lagi belajar peranng.
Ayat 5 : tentang ajakan kepada Kaum bahasa ibrani Bet artinya Kaum keluarga atau rumpun kumpulan, rumah tangga. Keturunan Yakub menunjuk pada bangsa Yehuda (Selatan) dan Israel (Utara) mereka harus hidup berdasarkan pada kehendak Allah, mereka tidak lagi berjalan dengan kemauan mereka sendiri tapi berjalan bersama dalam terang Tuhan, mengikuti setiap kehendaknya.
Belajar dari Firman Tuhan yang disampaikan Nabi Yesaya : sumber kehidupan kita umat manusia ada pada FirmanNya cari Tuhan untuk memohon hikmatnya dengan selalu rajin beribadah membaca Alkitab dan berdoa. Sebagai Gereja tidak hanya bersuara lewat khotbah-khotbah tetapi mampu memberikan pengajaran yang benar dan tepat tentang firman Tuhan dan juga dapat membawa jemaat untuk merasakan keadilan dan kedamaian. Sebagai jemaat kita juga diajarkan untuk bisa menerapkan keadilan dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari, mampu menjadi agen pembawa damai bagi semua orang yang ada disekitar dan dimanapun kita pergi dan berada. Marilah kita berjalan dalam terang Tuhan, dengan terangNya kita tidak akan tersesat karena dengan terang Tuhan kita akan diberikan petunjuk hidup untuk melangkah lebih baik dan itu juga membuat iman kita semakin bertumbuh walau ditengah hidup yang penuh tantangan dan pergumulan. Amin.
























