
Saudaraku…
Kita sama-sama tahu bahwa doa adalah nafas hidup yang merupakan kebutuhan esensial bagi kehidupan rohani orang percaya, layaknya oksigen bagi tubuh fisik. Tanpa doa, kehidupan rohani seseorang akan menjadi kering, kehilangan arah, dan akhirnya mati secara spiritual. Doa merupakan alat komunikasi sederhana, senjata, dan cara utama menjalin hubungan serta menimba kekuatan dari Tuhan. Seperti lagu yang berkata “Doa orang benar bila di doakan besar kuasa-Nya” dengan doa kita tahu bahwa hal yang tadinya mustahil menjadi mungkin karena Tuhan.
Bacaan ini mengajak kita untuk merefleksikan “the power of prayer” atau kuasa doa. Kitab ini ditulis untuk memperkuat iman jemaat Kristen non-Yahudi di Roma yang berhadapan dengan kekejaman Kaisar Nero, agar mereka tetap setia mengikut Kristus bahkan ketika mereka harus menghadapi penderitaan demi Injil. Cerita tentang Yesus di taman Getsemani merupakan cerita yang populer bahkan anak sekolah minggu pun sudah tau tentang cerita ini. Sebelum Yesus menghadapi penderitaan dan akhirnya Dia disalibkan. Di tempat ini kita melihat ada pergumulan batin Yesus sebagai manusia, sekaligus ketaatan-Nya yang sempurna kepada kehendak Bapa. Beberapa penafsir Alkitab mengatakan bahwa kemenangan sesungguhnya Yesus alami ditaman Getsemani. Bayangkan betapa bergumulan yang Yesus alami, penderitaan yang Ia rasakan, tetapi sesudah dari taman Getsemani Yesus berani melangkah ke salib. Yesus memilih untuk taat pada rencana Bapa-Nya. Pesan Yesus berjaga-jagalah dan berdoalah menjadi sangat bermakna bagi jemaat kala itu.
Saudara…
Selama masih hidup di dunia ini, kita bertemu dengan berbagai kondisi. Mungkin tekanan yang besar, persoalan terkait dengan pekerjaan atau study, dan pergumulan dalam rumah tangga. Ada saat kita berpikir apakah masalah ini dapat kita selesaikan atau tidak? Dalam situasi seperti ini, kita semua tentu ingin keluar dari kondisi tersebut. Namun pertanyaannya ialah apakah kita memiliki cara atau solusi untuk mengatasi masalah tersebut? Ada orang yang bingung dan putus asa ketika mengalami masalah, ada orang yang hanya mengeluh pada pasangan, teman atau orang terdekat, ada yang berusaha keluar dari masalah dengan kekuatan sendiri, ada juga yang lari dari masalah, melupakan tanggungjawabnya. Tetapi dari bacaan ini kita temui ada satu teladan Yesus yang diajarkan bagi kita yaitu berdoa. Kita tentu sudah tidak asing dengan kata berdoa, tapi kadang berdoa hanya sekedar menjadi rutinitas tanpa betul-betul ada penyerahan diri didalamnya. Jangan terus merasa kuat dan berusaha menyelesaikan masalah kita sendiri, luangkan waktu untuk berdoa kepada Tuhan, menyendirilah dengan Tuhan. Yesus pun meninggalkan semua aktivitas pelayanan, dan menfokuskan diri-Nya dengan doa kepada Bapa. Jujurlah kepada Tuhan, katakan semua kecemasan, kebingungan, kepedihan kita pada Tuhan. Ia adalah Allah yang peduli, bahkan ketika kita merasa bahwa doa kita tidak direspon atau belum dijawab oleh Tuhan, tapi sebagaimana Yesus yang tetap berdoa kepada Allah Bapa, maka percayalah bahwa doamu juga akan dijawab oleh Tuhan. Yesus ajarkan bahwa sekuat dan sehebat apapun kita jangan pernah lupa bahwa kita masih manusia yang penuh keterbatasan dan kekurangan. Yesus berdoa “jika mungkin cawan ini berlalu” menggambarkan bahwa Yesus pun sebagai manusia takut untuk menghadapi apa yang ada didepan-Nya, Dia berharap agar cawan atau penderitaan itu belalu dari pada-Nya. Pada kalimat akhirnya sangat menarik, tetapi bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu.
Maka terbukalah dan jujurlah di hadapan Tuhan. Kalau sudah terbuka dan jujur maka biarkanlah Tuhan bekerja dan menjawab sesuai kehendak-Nya. Katakan kepada Tuhan jadilah kehendak-Mu dan miliki hati yang mau menerima apapun itu jawaban Tuhan dari doa kita. Percayalah bahwa solusi Tuhan, jauh lebih besar dari yang kita bayangkan. Dengan berdoa kepada Tuhan, maka kita tidak mengandalkan kekuatan duniawi seperti juga yang dialami Yesus. Seharusnya murid yang ada mendukung Dia saat bergumul dan berdoa dan mereka tahu perasaan Yesus ketika berkata kepada mereka hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah disini dan berjaga-jagalah. Namun nyatanya mereka terlelap dalam tidur dan Yesus kecewa dengan mereka, karena itu Ia berkata kepada Petrus “Tidak sanggupkah engkau berjaga-jaga walau hanya 1 jam saja?” semakin memperjelas untuk kita jangan mengandalkan atau berharap pada manusia.
Saudara…
Tidak ada hidup yang tanpa masalah, karena itu mari hadapi hidup yang bermasalah ini, artinya jangan lari dari masalah. Untuk menghadapi masalah tentu kita membutuhkan kekuatan yang besar dan itu hanya kita dapatkan di dalam Tuhan.
Tuhan mengingatkan kita untuk berjaga-jagalah, karena hidup ini bukan seperti di tempat bermain, tapi hidup ini kejam, banyak hal yang berusaha untuk menghancurkan kita, menjauhkan kita dari Tuhan. Hidup ini penuh dengan pergumulan, maka berjaga-jagalah. Satu hal yang paling ingin kita hancur ialah kuasa iblis, maka berjaga-jagalah, jangan tertipu, ikut iblis awalnya nikmat tetapi akhirnya sengsara. Ikut Yesus awalnya sengsara tetapi akhirnya nikmat. Maka berjaga-jagalah dan berdoa. Berjaga adalah sikap diri, menjaga agar tidak jatuh, berdoa adalah sikap berserah kepada Bapa. Yesus mengajarkan dua hal, yang pertama: jangan lengah, tetaplah waspada agar tidak jatuh atau dijatuhkan. Entah oleh orang lain atau kuasa iblis. Kedua, betapa pentingnya mengutamakan Tuhan Allah. Hidup bersekutu dengan-Nya dalam kondisi apapun, mari tetaplah berdoa. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

























