Markus 15:13–14
(13) Maka mereka berteriak lagi, katanya: ”Salibkanlah Dia!”
(14) Lalu Pilatus berkata kepada mereka: ”Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?” Namun mereka makin keras berteriak: ”Salibkanlah Dia!”
JANGAN SEPERTI PILATUS
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Salah satu tantangan terbesar membina keluarga masa kini adalah menghadapi tekanan suara mayoritas. Sehingga tidak jarang, dalam usaha menjaga keharmonisan rumah tangga, orangtua dan anggota keluarga lebih memilih untuk mengikuti suara yang paling keras, bukan suara yang paling benar.
Pilatus tahu Yesus Kristus yang tidak bersalah, tetapi untuk menyenangkan massa ia menunda mengambil keputusan dan tidak berani mengambil keputusan yang adil. Ia lebih mengutamakan menjaga keamanan jabatannya dan popularitas sehingga menyerahkan keputusan pada suara orang banyak. Pilatus menyerahkan Yesus Kristus untuk disalibkan karena ia tidak berani mengambil risiko untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Respons orang banyak sangat terang-terangan menolak Yesus Kristus ketika mereka berteriak salibkan Dia! Pilatus masih mencoba mencari jalan tengah, tetapi masa semakin keras mendesak agar Yesus Kristus disalibkan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Teriakan “Salibkan Dia”, adalah simbol penolakan terhadap kebenaran, meski pertanyaan Pilatus mencerminkan kebimbangan moral. Pilatus terjepit antara kebenaran dan tekanan publik, demikian pula banyak keluarga Kristen hari ini terjepit antara iman Kristen dan kepentingan pribadi dan kelompok. Pertanyaan Pilatus yang penting saat ini: “Apa yang harus kita perbuat kepada Dia ? Menolak atau menerima Dia atau menyalibkan Dia, mengikut dan mengakui Dia sebagai Tuhan dalam hidup kita ? Kita di panggil untuk tetap berdiri dalam kebenaran dan iman meskipun dunia menolak Yesus Kristus. Jangan hanya karena harta duniawi, takut kehilangan posisi atau jabatan, popularitas dan status sosial kita lebih memilih kenyamanan dan keamanan lalu meninggalkan iman kepada Yesus Kristus.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebagai orangtua, jadilah teladan bagi anak-anak sehingga iman mereka akan semakin berakar dan bertumbuh dalam pengenalan akan Yesus Kristus. Dengan iman yang kokoh mereka tidak akan mudah terpengaruh dengan tawaran dan godaan dunia yang dapat membuat iman mereka goyah. Jadilah murid yang setia dengan menyerahkan kehidupan sepenuhnya hanya kepada-Nya. Sebagai keluarga Kristen, kita harus meneladani Yesus Kristus bukan Pilatus. Berani membela keadilan dan kebenaran meski hanya sendiri. Teguh dalam kebenaran dan kejujuran meski tidak populer.
Ada banyak peristiwa dalam kehidupan keluarga ketika kita menghadapi pilihan: apakah mengikuti suara dunia atau setia pada suara kebenaran. Teriakan “Salibkan Dia” bisa menjadi simbol sikap menolak prinsip Yesus Kristus dalam keluarga demi kenyamanan atau tekanan sosial. Keluarga Kristen dipanggil untuk tidak menyalibkan Yesus Kristus dengan melawan keadilan dan kebenaran. Ketika kita memilih untuk taat dan tetap setia, percayalah Tuhan Allah akan menyertai, memelihara dan memberkati walau itu berarti melawan arus dunia. Amin.
Doa : Ya Tuhan Allah, Anak-Mu Yesus Kristus adalah jalan kebenaran dan hidup kami. Tolonglah kami agar senantiasa dimampukan dan diberi keberanian untuk hidup tetap taat dan setia berjalan di jalan kebenaran-Mu. Amin.
























