
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, ada ungkapan berkata: “Pagi adalah kanvas untuk melukis harapan, sedangkan malam adalah ruang untuk mengevaluasi warna hidup. Jagalah keduanya, maka harimu akan indah.” Ungkapan ini seperti mau mengatakan bahwa kualitas hidup seseorang ditentukan oleh cara ia menyambut hari diwaktu pagi, dan menutup hari pada waktu malam. Jika demikian, mari kita belajar apa kata Firman Tuhan: Apa yang terbaik yang dapat kita lakukan pada waktu pagi atau malam, apa yang seharusnya menjadi gaya hidup orang beriman disepanjang hari dan sepanjang waktu kehidupannya? Dari Mazmur 92:1-16 kita merenungkan Tema Mingguan yang diangkat dari ayat 3 Alkitab Terjemahan Baru Edisi 2: “Memberitakan Kasih Setia-Mu Di Waktu Pagi dan Kebenaran-Mu Di Waktu Malam.”
Mazmur 92 adalah mazmur nyanyian untuk hari Sabat (ayat 1). Hari perhentian dari segala rutinitas kerja, hari istirahat, hari umat Israel beribadah kepada Allah untuk mengingat karya penciptaan-Nya, merenungkan kebaikan dan kasih setia-Nya. Karena itu, mazmur ini dilawali dengan keyakinan yang mengandung ajakan untuk bersyukur dan bermazmur kepada Tuhan (ayat 2) dan itu dikatakan baik / sungguh baik. Dalam Bahasa Ibrani kata baik menggunakan kata Tob yang berarti baik, benar, tepat, indah, ini menyiratkan makna tentang sesuatu yang selaras dengan kehendak Allah seperti ketika Ia menciptakan dunia (Bnd. Kej. 1:31).
Bersyukur itu baik, benar, tepat, indah, bahkan bersyukur itu Adalah kehendak Allah. Maka pertanyaannya, sudahkan saudara bersyukur hari ini? Kita harus mengakui bahwa seringkali kita lebih cepat mengeluh daripada bersyukur. Kita mudah menghitung apa yang kurang, apa yang membawa penderitaan dan kesusahan, daripada melihat apa yang dapat disyukuri dari segala situasi dan keadaan hidup. Padahal memiliki hati yang tahu bersyukur adalah langkah awal bagi kita untuk memberitakan kasih setia Tuhan pada waktu pagi dan kebenaran-Nya pada waktu malam (ayat 3).
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, memberitakan kasih setia Tuhan pada waktu pagi dan kebenaran-Nya pada waktu malam adalah panggilan hidup bagi kita agar mau membangun relasi dengan Tuhan sejak pagi ketika kita bangun untuk memulai langkah, sampai malam ketika kita menutup hari. Bahwa setiap hari dalam hidup kita, harus diawali dan diakhiri bersama Tuhan. Kalo torang biasanya bangun pagi cari Handphone lebe dulu, Firman Tuhan ini kase inga pa torang: bangun pagi cari Tuhan! Kalo biasanya sebelum tidor malam torang scrolling medsos, ba uni film/drama, menikmati “me time” dengan berbagai hal yang torang pikirkan dan keluhkesahkan, Firman Tuhan ini kase inga, sebelum tidor malam, nikmati “me time” deng Tuhan. Setiap hari berusalah untuk: memulai hari dengan iman bahwa kasih setia Tuhan akan menolong kita sepanjang hari yang akan kita jalani, dan menutup hari dengan pengakuan bahwa Tuhan itu benar dalam segala sesuatu yang Ia izinkan kita alami disepanjang hari.
Percayalah saudara-saudara, memulai hari pada waktu pagi dan mengakhirinya pada waktu malam dengan benar bersama Tuhan, akan berdampak pada kualitas hidup yang lebih baik disepanjang hari dan setiap waktu hidup kita. Karena di sisi lain, ajakan untuk memberitakan dalam Mazmur ini memakai kata Ibrani Nagad yang berarti memberitahukan/menyatakan secara terus-menerus. Ini memberi makna bahwa kita terpanggil untuk bersaksi tentang Tuhan sepanjang waktu. Bahwa pagi dan malam di sini bukan juga berarti secara harafiah saja, tetapi menunjuk pada setiap waktu perjalanan hidup orang percaya. Namun, bagaimana kita dapat memberitakan kasih setia Tuhan setiap waktu, jika pagi dan malam saja kita tidak dapat taat terhubung dengan Tuhan.
Saudara-saudara yang kekasih di dalam Tuhan, dalam ayat-ayat selanjutnya pemazmur mengungkapkan alasan mengapa kita harus bersyukur, bermazmur, serta memberitakan tentang kasih setia dan kebenaran Tuhan, yang dalam ayat 4 diuraikan tentang penggunaan alat-alat musik untuk mennyempurnakan kesungguhan dalam bernyukur dan bermazmur ini, Yaitu karena pekerjaan, perbuatan, dan rancangan tangan Tuhan yang besar dan dalam, yang tidak dapat dipahami dan dimengerti oleh orang bodoh/dungu/bebal (ayat 5-7); karena Tuhanlah yang tertinggi (ayat 9), yang berkuasa memusnahkan musuh (ayat 10); Tuhanlah yang memberikan kekuatan dan kesegaran (ayat 11); serta Tuhanlah yang memberikan keberanian dan kemenangan (ayat 12).
Karena itu saudara-saudara, Firman Tuhan ini mengajak kita untuk menyadari bahwa disepanjang perjalanan hidup, kita telah menerima kasih setia Tuhan. Kita telah melihat pekerjaan dan perbuatan tangan Tuhan yang besar dan ajaib. Kita pernah berduka karena kematian orang yang kita kasihi, hidup seperti terancam kehilangan makna, tetapi kemudian kita dihiburkan dan dapat melanjutkan hidup. Kita pernah mengalami masa sulit karena pergumulan yang berat, seperti tidak ada jalan keluar, kita kecewa dan terluka, tetapi melalui banyak cara Tuhan, kita menerima pertolongan. Kita mungkin pernah sakit yang parah, kita menyerah dan putus asa, tetapi kita masih menerima anugerah kehidupan dan bahkan mengalami mujizat kesembuhan. Itulah kasih setia Tuhan. Itulah pekerjaan dan perbuatan tangan Tuhan yang besar dan dalam. Tidak ada satupun “musuh” dalam hidup kita yang tidak dapat ditaklukkan Tuhan. Di dalam Dia ada kekuatan, kesegaran baru dan kemenangan. Karena itu, janganlah menjadi bodoh/dungu tetapi usahakanlah untuk mengerti kehendak Tuhan (bnd. Ef. 5:17).
Saudara-saudara yang kekasih di dalam Tuhan, pada akhirnya, Mazmur 92 bukan hanya berisi ajakan untuk bernyanyi bagi Tuhan, melainkan panggilan untuk membangun relasi yang benar dengan Tuhan sehingga menuntun kita untuk taat hidup sebagai orang benar. Itulah sebabnya dalam mazmur ini, memuat keyakinan yang sangat kontras antara orang fasik dan orang benar. Orang fasik/jahat bertunas seperti rerumputan, artinya mereka bertumbuh tapi cepat layu. Orang fasik, orang jahat, orang yang tidak takut akan Allah sering terlihat berhasil, bahagia, menikmati hidup, namun semuanya hanya sementara, Firman Tuhan berkata: mereka berkembang untuk dipunahkan (ayat 8). Sedangkan orang benar bertunas seperti pohon kurma, dan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon (ayat 13).
Pohon kurma bertumbuh di daerah oasis – di Tengah gurun yang memiliki mata air/sungai, terkenal tinggi, tegap, tempat naungan, menyediakan makanan untuk manusia atau hewan dengan buahnya yang manis, menggambarkan keadaan yang kuat ketika tumbuh pada keadaan sulit, tetapi juga keadaan yang bahagia dan diberkati. Dalam Alkitab digambarkan sebagai lambang: kemenangan, kekuatan, kesetiaan, dan kebajikan. Daunnya dipakai untuk membuat pondok pada hari raya Pondok Daun untuk mensyukuri berkat Tuhan atas hasil panen dan perenungan atas pemeliharaan Tuhan ketika umat Israel mengembara di Padang Gurun, ketika mereka keluar dari tanah Mesir. Karena itu Pohon Kurma juga melambangkan Pemeliharaan Allah terhadap umat-Nya. Orang benar akan menerima pemeliharaan Allah, tumbuh kuat, berbahagia dan diberkati.
Pohon Aras di Libanon Adalah pohon yang dapat bertumbuuh sangat tinggi (bisa lebih dari 30 meter) di atas pegunungan Libanon. Kayunya sangat berharga, kuat, tahan lama, dan indah. Makanya dalam Alkitab Pohon Aras digambarkan sebagai lambang: kekuatan, keindahan, dan kemuliaan. Kayunya dipakai untuk membangun istana dan Bait Allah. Makanya ada Gambaran dalam ayat 14: “yang di tanam di Bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita.” Jadi ini Adalah gambaran tentang orang benar akan kuat, indah, mulia, dan berguna di Bait Tuhan, memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan, melayani di rumah Tuhan, karena itu dalam ayat 15 mengatakan: “pada masa tua masih berbuah, tetap segar dan bugar” (menikmati kesejahteraan, semangat, dan sukacita) untuk memberitakan tentang kebenaran dan keadilan Tuhan (ayat 16).
Saudara-saudara Firman Tuhan ini mengandung makna tentang panggilan hidup orang percaya untuk hidup sebagai orang-orang benar. Orang yang mengasihi Tuhan, takut akan Tuhan. Menyadari bahwa hidup ada dalam kuasa kendali Tuhan, sehingga kita berusaha menjadi pribadi yang taat pada kehendak-Nya. Orang benar mungkin terlihat “bertumbuh lambat” tetapi akarnya kuat, ia menjadi berkat, sehingga hidupnya dihiasi kelimpahan berkat.
Saudara-saudara yang kekasih di dalam Tuhan, seperti perputaran waktu, hidup kita seringkali bagaikan pagi yang cerah penuh harapan, namun ada juga malam yang gelap penuh ketidakpastian. Ada masa kita bertunas, berbuah/menghasilkan seperti pohon kurma, ada kalanya keadaan gersang layaknya ada di Tengah padang gurun kehidupan. Tetapi Mazmur 92 mengingatkan kita hari ini: rahasia kekuatan dalam hidup kita adalah kasih setia Tuhan dan kebenaran-Nya. Pemeliharaan, perlindungan, keadilan-Nya nyata. Belajarlah bersyukur atas segala pekerjaan dan perbuatan tangan Tuhan. Jangan mudah mengingat pergumulan dan cepat melupakan pertolongan Tuhan. Ia penuh dengan kebaikan. Sehingga melalui mulut yang menyanyi dan memuji di dalam Bait-Nya, serta lewat kehidupan yang dijalani sebagai orang-orang benar, kita memberitakan kasih setia dan kebenaran Tuhan, dari terbitnya matahari sampai terbenamnya. Amin.
























