DODOKUGMIM, Tomohon – Draft perubahan Tata Gereja GMIM disosialisasikan kepada Anggota Majelis Sinode (AMS), mulai Rabu (9/9/2026) hari ini, hingga Jumat nanti. Selama tiga hari, Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM akan menanggapi semua masukan yang telah diterima, sejak draft itu dibagikan, 24 Agustus lalu.
Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt. DR. Adolf Katuuk Wenas, M.Th, meminta seluruh warga GMIM mendukung dan mendoakan proses ini, hingga pelaksanaan Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) pada 24-26 September mendatang. “Kepada semua warga GMIM, mari kita dukung dan doakan supaya semua proses berjalan dengan baik,” katanya, Selasa (8/9).
Wenas tak menampik adanya perbedaan pandangan yang mengemuka. “Perbedaan pendapat itu memperkaya kita, membuka wawasan dan membuat kita fokus mana yang mendatangkan kebaikan untuk gereja ini,” tutur dia.
Meski perbedaan itu hal biasa, Wenas meminta supaya setiap pendapat yang diberikan bertujuan untuk membangun persekutuan. “Bukan untuk menjatuhkan, apalagi meruntuhkan,” tegasnya.
Dalam sosialisasi ini, Wakil Ketua BPMS GMIM Bidang Ajaran dan Tata Gereja Pdt. Janny Rende, M.Th, menjelaskan, BPMS tidak membuka ruang untuk diskusi. “Tidak ada diskusi karena ini baru draft. BPMS akan memberi penjelasan sebagai respon atas tanggapan yang telah masuk sejak draft ini dibagikan melalui SIT GMIM,” jelas Rende.
Bila ada masukan, kata dia, BPMS akan mencatatnya dan nantinya akan dibahas dalam SMSI. “Mungkin akan ada ruang diskusi untuk hal teknis,” tambahnya.
Sosialisasi ini, lanjutnya, untuk memastikan semua masukan dari jemaat dan wilayah telah diterima dan ditanggapi BPMS.
Untuk diketahui, sosialisai tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari di GMIM Inspirasi Tomohon Wilayah Tomohon Sentrum. AMS diundang secara bergantian berdasarkan jadwal yang telah dibagikan dalam surat undangan.(*)
























