ALASAN PEMILIHAN TEMA
Saat ini, GMIM berada pada persiapan pemilihan Pelayan Khusus untuk periode 2027-2031. Fase ini tidak hanya sekadar tradisi atau urusan administratif gereja tetapi lebih daripada itu memiliki aspek spiritual. Seringkali, persepsi terhadap calon pelayan dan pemimpin didasarkan pada penampilan luar, popularitas, politik uang, hubungan kekerabatan dan keluarga. Kapabilitas, integritas dan kesetiaan sebagai pelayan sering menjadi kriteria yang tidak penting untuk memilih dan menetapkan seorang pelayan. Dalam proses pemilihan ini, kita seharusnya tidak hanya memperhatikan siapa yang paling menonjol, tetapi seharusnya mendengarkan suara Tuhan Allah yang menunjuk dan menentukan siapa yang sebenarnya layak. Oleh karena itu di minggu ini kita akan merenungkan firman Tuhan dalam 1 Samuel 16:1-13 di bawah tema “MANUSIA MELIHAT YANG DI DEPAN MATA, TETAPI TUHAN MELIHAT HATI.”
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)
Kitab Samuel ini menggambarkan perubahan penting dalam kehidupan bangsa Israel, dari sistem pemerintahan teokratis di bawah hakim-hakim menuju monarki yang di pimpin seorang raja. Perubahan ini bersifat politik, teologis dan sosial, yang berdampak dalam perjalanan kehidupan bangsa Israel. Kitab 1 Samuel juga mencerminkan perubahan spiritual di antara umat Israel yang menginginkan raja seperti bangsa-bangsa lain (1Sam 8). Meskipun permintaan ini mencerminkan penolakan terhadap pemerintahan langsung Tuhan Allah, namun Dia mengabulkannya dengan penegasan bahwa raja harus patuh pada hukum-Nya. Raja Israel harus tunduk pada kehendak dan kuasa Tuhan Allah dan harus hidup dalam ketaatan.
Ayat 1. Penolakan Tuhan Allah terhadap Saul disebabkan oleh pelanggarannya pada perintah-Nya untuk menumpas seluruh orang Amalek, domba, unta dan keledai. Sebab dia menyelamatkan Agag raja Amalek, kambing domba, lembu yang tambun dan segala yang berharga (1 Sam 15). Keadaan ini menimbulkan duka mendalam bagi Samuel. Hal ini menunjukkan bahwa sang nabi belum dapat menerima sepenuhnya jalan-jalan Tuhan Allah yang tersembunyi. Ia masih khawatir dengan keadaan umat akibat penolakan terhadap Saul. Bahwa ia terus meratapi Saul, bukan semata-mata karena ikatan pribadinya dengan raja yang telah jatuh itu, melainkan juga karena kecemasan akan kesejahteraan Israel pasca kejatuhan Saul. Kini Tuhan Allah memerintahkan Samuel ke Betlehem sebab salah satu anak Isai telah dipilih (Ibr. ra’ah: melihat, mempertimbangkan, menyetujui) sebagai raja yang baru bagi Israel.
Ayat 2. Samuel berada di tengah pergumulan ketika di satu sisi ia harus taat sebagai nabi yang harus melaksanakan perintah Tuhan Allah dan di sisi lain ia terancam di bunuh bila Saul mendengar bahwa ia akan mengurapi seorang raja yang di pilih bagi Israel. Tuhan Allah meminta Samuel membawa seekor lembu muda untuk ritual pengurbanan di Betlehem sebagai solusi atas pergumulan Samuel. Ketegangan batin Samuel juga adalah gambaran yang relevan dan realistis bagi orang yang dipilih melaksanakan tugas pelayanan. Tuhan Allah yang telah memilih dan mengutus hamba-Nya, tentu Dia akan melindungi dan menyediakan jalan keluar bagi tugas hamba-Nya.
Ayat 3. Tuhan Allah menyuruh Samuel untuk mengundang Isai ke upacara pengorbanan itu dan di situlah Dia akan menyebut siapa yang harus di urapi. Tuhan Allah memilih pemimpin baru yang berasal dari keluarga Isai yang tinggal di Betlehem. Betlehem tergolong daerah kecil (Mikha 5:1) yang kurang dikenal. Tuhan Allah memilih pemimpin bukan karena identitas, asal-usul, dan status melainkan memilih pemimpin menurut kehendak-Nya.
Ayat 4-5. Ketika Samuel tiba di Betlehem, para tua-tua mendapatinya dengan gemetar (Ibr. Kharad: ketakutan yang hebat). Para tua-tua Betlehem gemetar tentu memiliki alasan yang jelas, mengingat pandangan Israel kuno terhadap kehadiran nabi berkaitan dengan akan terjadi peristiwa yang besar. Berita yang dibawa seorang nabi dapat saja membawa berita baik tentang pembebasan maupun berita buruk tentang penghukuman. Demikian juga sebagai hakim dapat memberikan penghukuman atas kesalahan yang dilakukan umat. Kedatangan Samuel disambut dengan pertanyaan “Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?”. (1 Sam 16:4) Bagi Israel kehadiran utusan Tuhan Allah merupakan tanda kehadiran-Nya, sehingga peran, tanggung jawab dan otoritas Samuel memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap keyakinan dan masa depan bangsa pilihan Tuhan Allah.
Kemudian prosesi pengudusan untuk mengikuti upacara pengurbanan merupakan syarat penting dalam ritual Israel yang dilakukan oleh Samuel sebagai utusan Tuhan Allah. Termasuk keluarga Isai. Dalam rangkaian ini, Daud tidak hadir. Ketidakhadiran Daud disebabkan oleh norma patriarkal yang mendominasi masyarakat Israel Kuno, yang menekankan bahwa individu yang sudah dewasa memiliki hak untuk berpartisipasi dalam ritual pengurbanan, sementara Daud, sebagai anak bungsu, diharuskan menjalankan tugas praktis dalam keluarga, yaitu menggembalakan domba.
Ayat 6-10. Pemilihan dan penetapan diwarnai oleh pandangan budaya dalam lingkungan keluarga dan masyarakat Israel. Prosesi anak-anak Isai di hadapan Samuel memberikan kesan yang kuat bahwa Isai dan Samuel pun dipengaruhi oleh tradisi bahwa kelayakan seorang calon pemimpin ditentukan oleh perawakannya, urutan lahir, status, peran dalam keluarga, rupa dan penampilan. Penolakan Tuhan Allah terhadap Eliab menjelaskan perbedaan yang mendasar antara perpektif manusia dan Tuhan Allah. Manusia cenderung menilai rupa sementara Tuhan Allah secara holistik melihat calon pemimpin dan pelayan yang sesungguhnya dengan melihat hati. Kata hati dalam bahasa Ibrani lê·ḇāḇ artinya batin, pikiran, pengertian, jiwa, kemauan dalam diri manusia. Hati adalah gambaran pusat integritas, niat dan arah hidup seseorang.
Ketujuh anak Isai lewat di hadapan Samuel tetapi tidak ada satupun yang dipilih untuk diurapi. Keadaan ini melahirkan pertanyaan yang tegas kepada Isai bahwa “semuanya ini tidak dipilih Tuhan.” Ketujuh anak ini mewakili pikiran dan kekaguman Isai dan Samuel tetapi tidak seorang di antaranya dipilih Tuhan Allah. Konsep berpikir manusia seringkali menekankan status dan hirarkis dalam keluarga dan mengabaikan yang tersebunyi dan tidak nampak. Pemilihan Tuhan Allah tidak melihat penampilan lahirah manusia saja, tetapi melihat jauh lebih dalam dari apa yang dilihat manusia yaitu hati. Kisah ini menunjukkan bahwa pemilihan pemimpin didasarkan pada standar ilahi bukan standar manusia
Ayat 11. Pertanyaan Samuel selanjutnya kepada Isai, “inikah anakmu semuanya?” menunjuk pada ketaatan dan kesetiaan Samuel terhadap misi Tuhan Allah untuk menemukan serta mengurapi pemimpin sesuai petunjuk-Nya. Setelah penolakan-Nya terhadap ketujuh anak Isai, Samuel terus mencari anak yang lain. Di sinilah Daud diperkenalkan sebagai “yang bungsu” (Ibr.haqqaton, yang berarti paling muda, dan kecil). Posisinya dalam tradisi, belum setara dengan kakak-kakaknya dalam hal peran dan tanggung jawab.
Ayat 12-13. Sikap Samuel yang meminta Isai untuk menghadirkan Daud dalam perjamuan menggambarkan sudut pandang yang berbeda dalam tradisi keluarga Isai, yang beranggapan bahwa Daud belum pantas untuk bergabung dalam meja makan keluarga karena usianya yang masih muda. Dalam pandangan Isai, Daud dianggap belum layak untuk terlibat dalam acara yang penting dan menentukan. Namun, permintaan Samuel menunjukkan bahwa Tuhan Allah menginginkan setiap anggota keluarga mendapatkan kesempatan yang setara dalam peran dan posisi. Hal ini menegaskan bahwa anak bungsu pun memiliki hak yang sama dengan kakak-kakaknya. Ketika daud datang, Samuel berkata,”… Inilah dia” (Ibr. Zeh Hu) menegaskan pilihan Tuhan Allah yang berbeda dengan pandangan Isai dan Samuel, yang mewakili perspektif tradisional yang umum dipegang pada masa itu. Puncak dari narasi ini terletak pada pengurapan Daud di hadapan saudara-saudaranya. Pengurapan dalam bahasa Ibrani Mashakh: mengurapi, menggosok dengan minyak. Pengurapan Daud menunjukkan bahwa Tuhan Allah memiliki kedaulatan penuh atas kepemimpinan Israel. Cara pandang Tuhan Allah dalam memilih pemimpin dan pelayan bagi Israel bukan hanya yang nampak tapi terutama hati.
MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN
- Penilaian Tuhan Allah terhadap individu tidak didasarkan pada penampilan fisik, reputasi, status sosial saja, melainkan pada hati, komitmen, loyalitas dan integritas seseorang.
- Dalam pemilihan Pelayan Khusus, penting untuk berdoa dan melihat dengan mata iman, bukan dengan cara pandang dunia. Kita harus memberi tempat bagi kehadiran Tuhan Allah dalam proses dan penetapan Pelayan-Nya.
- Pilihan Tuhan Allah seringkali tidak sesuai dengan cara berpikir manusia, di mana Ia dapat memilih individu yang tampaknya kecil dan sederhana tetapi memiliki hati yang penuh kasih dan kerendahan serta loyalitas yang sungguh kepada-Nya. Seperti Daud, demikian juga sebagai pelayan harus memiliki hati seperti seorang gembala sebagai syarat pemimpin dan pelayan Gereja. Itu berarti Tuhan Allah dapat memilih siapa saja untuk melaksanakan tugas pelayanan bagi jemaat dan gereja-Nya.
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa yang saudara pahami dengan tema “Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat” menurut 1 Samuel 16:1-13?
- Mengapa seringkali kita cenderung lebih memercayai penampilan luar daripada memperhatikan integritas dan hati seseorang dalam memilih pelayan atau pemimpin Gereja?
- Bagaimana memaknai prinsip “Tuhan melihat hati “dalam pemilihan Pelayan Khusus?
POKOK- POKOK DOA
- Mendoakan pelayanan Pelayan Khusus yang akan mengakhiri periode pelayanan
- Mendoakan proses pemilihan Pelayan Khusus
- Mendoakan keutuhan dan keesaan jemaat dalam proses pemilihan dan pasca pemilihan Pelayan Khusus.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN HARI MINGGU BENTUK II
NYANYIAN YANG DIUSULKAN
Kemuliaan Bagi Allah: KJ No. 10 “Pujilah Tuhan, Sang Raja”
Doa Penyembahan: “Hati Hamba” (Cipt Sari Simorangkir)
Pengakuan Dosa: NKB No. 13 “O. Allah, Jenguklah Diriku”
Janji Anugerah Allah: PKJ No. 282 “Tuhan, Tolonglah Bangunkan Iman”
Puji-pujian: NKB. No.126 “Tuhan Memanggilmu”
Ses Pemb Alkitab: NNBT No. 12 “Diamlah”
Persembahan: NKB No. 199 “Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan”
Penutup: NKB. No. 210 “Kuutus Kau”
ATRIBUT Warna Dasar Hijau dengan Simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang.




















