Menghormati Pilihan Hidup
1 Korintus 7:1
Realita yang kita jumpai ada orang yang menikah dan tidak menikah. Hal ini menimbulkan pertanyaan manakah yang lebih baik? Tiap orang punya jawaban sendiri, tapi Firman Tuhan saat ini memberi jawaban tentang hal tersebut yakni kebaikan Allahlah yang membuat mereka yang kawin ataupun tidak, tetap menerima karunia yang khas. Sebagaimana perkawinan bukanlah tanda kesempurnaan, demikian juga orang yang tidak kawin, bukanlah sebuah aib untuk dipermasalahkan.
Firman Tuhan saat ini, dimana Paulus diminta untuk membenarkan hal membujang sebagai kewajiban bagi semua orang dan diakui olehnya bahwa hal itu adalah suatu tindakan yang baik tapi bukan berarti dianggap lebih kudus daripada orang yang kawin. Orang yang selibat (tidak kawin) tidak lebih rohani atau bermoral daripada yang kawin. Bagi Paulus kehidupan selibat tidak boleh dipaksakan pada semua orang, karena hal itu adalah karunia dari Allah. Baginya, tidak kawin memang baik, tetapi kebaikan itu berkaitan dengan efektifitas pelayanan. Walaupun ia menegaskan bahwa khususnya laki-laki, “adalah baik untuk tidak kawin” tapi juga harus meninggikan dan mengutamakan tujuan perkawinan terlebih memelihara kekudusannya.
Keluarga Kristen yang dikasihi Tuhan, persoalan di jemaat Korintus tidak lepas dari apa yang digumuli oleh gereja saat ini. Sebab itu baik yang kawin maupun yang tidak harus bersyukur karena semuanya adalah baik di mata Allah; karena pilihan-pilihan hidup setiap orang berbeda-beda. Untuk itu, marilah kita saling menghargai dan menghormati pilihan hidup, serta menjaga komitmen yang telah kita buat. Amin.
Doa: Ya Tuhan Yesus, mampukan kami untuk saling menghargai satu dengan yang lain dan menghormati pilihan hidup masing-masing orang yang memilih kawin dan tidak. Tolonglah kami untuk menjaga pilihan hidup yang sudah kami ambil. Amin.
























