Larangan Tuhan Terhadap Perceraian
1 Korintus 7:10-11
Perkawinan dibentuk oleh Tuhan sebagai lembaga yang suci dan kudus, dimana hanya ada seorang laki-laki dan perempuan di dalamnya. Seiring dengan tugas menjaga dan memelihara kekudusan perkawinan, tidak jarang suami dan isteri diperhadapkan pada pergumulan-pergumulan untuk dapat menahan dan menguasai diri dari godaan. Banyak perkawinan yang mengalami masalah dalam rumahtangga, namun seringkali perceraian menjadi pilihan suami atau isteri untuk mengakhiri kehidupan bersama dengan alasan ketidakcocokan bahkan ada yang berselingkuh. Ketidaksetiaan dalam perkawinan menjadi pemicu bagi keretakan rumah tangga Kristen yang tidak dikehendaki Tuhan.
Rasul Paulus menegaskan prinsip dasar yang normatif sebagai perintah dari Tuhan, jikalau ia bercerai seharusnya tetap hidup tanpa suami atau berdamai dan tidak boleh menceraikan istrinya. Paulus sudah memperlihatkan kemungkinan munculnya perceraian dalam praktek hidup, sekalipun belum dijelaskan alasannya. Paulus menegaskan pernikahan itu adalah sebuah perintah dari Allah. Dalam teks ini tertulis mereka yang sudah terlanjur bercerai harus kembali berdamai dengan suaminya atau tetap hidup melajang dan tidak mencari suami baru, karena Tuhan Yesus berkata bahwa ketika seseorang menceraikan pasangannya lalu menikah lagi, maka sesungguhnya mereka hidup dalam zinah (Mrk. 10:11-12).
Keluarga kristen, saat ini ada keluarga memilih untuk bercerai sebagai alasan untuk menyelesaikan masalah, padahal perceraian merupakan keputusan yang salah. Namun itu yang sering dipilih dan perjuangkan. Gereja tidak mengajarkan perceraian, dan gereja harus mendampingi warganya yang bergumul menuju proses perceraian. Pertanyaan paling mendasar dalam kasus perceraian dan pernikahan kembali adalah: Apakah mereka yang bercerai telah menemukan pengampunan? Jika ya, maka kita percaya, pernikahan kembali dapat menjadi sebuah bentuk pembaharuan hidup. Kristus memberikan gambaran sebagai mempelai laki-laki dan kita sebagai mempelai perempuan. Kiranya Tuhan Yesus memberikan keteguhan iman untuk menyelamatkan pernikahan Kristen saat ini sampai selama-lamanya. Amin.
Doa: Ya Roh Kudus, kuduskanlah kami supaya taat dan setia untuk mengikuti kehendak–Mu dan menghindari kami dari perceraian dalam perkawinan. Tolonglah kami agar perma–salahan dalam keluarga dapat kami atasi. Amin.
























