SOBAT obor, hari ini kita belajar seberapa besar kemampuan kita, seberapa kuat kita berupaya, pasti ada batasnya. Bahkan akan ada pada satu fase tertentu kita sebagai orang muda seperti kehilangan tenaga, keinginan bahkan tidak sedikit yang kehilangan arah bahkan harapan hidup. Sehingga banyak kita jumpai orang muda jauh dari persekutuan atau menganggap persekutuan ibadah itu tidak penting sebab ia terlalu bangga dengan segala yang dicapai dalam hidupnya. Sesungguhnya hal atau situasi seperti ini adalah kekeliruan besar dalam hidup. Karena kita seolah-olah lupa bahwa segala yang ada dalam hidup ini adalah anugerah TUHAN bagi kita. Seperti yang diuraikan dalam bacaan kita hari ini Mazmur 104: 16-18, bahwa TUHAN menyediakan untuk semua tanpa terkecuali. Pohon-pohonpun dibuat menjadi kenyang sehingga menghasilkan pohon-pohon terbaik seperti pohon aras di Libanon (ay. 16). Dimana pohon ini oleh Raja Salomo dipakai sebagai salah satu bahan kayu untuk bait Allah (band. 1 Raj. 5:6). Bukan hanya itu saja pohon-pohon dapat menjadi rumah bagi burungburung sehingga dapat merawat keberlangsungan kehidupan mereka, misalnya pohon Sanobar (yang termasuk pada jenis pohon pinus) menjadi rumah bagi burung ranggung (serumpun dengan burung bangau). Dan yang paling menarik adalah gunungpun dalam keagungannya menjadi rumah atau tempat tinggal bagi kambing-kambing hutan serta bukit batupun dapat menjadi tempat tinggal bagi pelanduk (Kancil,kerabat dekat dengan kijang atau rusa). Luar biasa keagungan TUHAN dalam ciptaanNya.
Sobat obor, jika tumbuh-tumbuhan dan hewanpun Dia pelihara apalagi kita manusia. TUHAN menyediakan segala sesuatu yang baik bagi ciptaan-Nya. Hanya saja kita yang seringkali gagal untuk menjaga apa yang TUHAN beri bagi kita. Yang baik menjadi rusak, yang sudah disediakan dimusnahkan. Bukankah ini adalah tindakan aneh yang sudah dilakukan manusia. Jangan heran jika alam seolah-olah tidak bersahabat dengan manusia. Sebagaimana ungkapan syair lagu daru Ebiet G. Ade : “…mungkin TUHAN mulai bosan melihat tingkah kita. Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”. Mari kita renungkan, betapa memalukan dan memilukan jika TUHAN mulai bosan kepada kita sehingga alampun menjadi musuh untuk kita dan pada akhirnya rumput menjadi lebih berharga daripada manusia. Ingatlah! Allah telah menyediakannya bagi kita dan semua yang telah diciptakan-Nya. Amin. (ARMI)























