SETIAP orang yang mendengar perikop ini, seharusnya merasa terkesan dengan kejujuran dan keterusterangan Yesus. Karena, Tuhan Yesus tidak pernah merasa enggan untuk memberitahukan resiko yang akan dihadapi oleh orang-orang yang mau mengikutiNya. Kepada setiap orang, Dia dapat berkata: ‘inilah tugas yang akan kuberikan kepadamu. Tugas yang paling berat dan tidak menyenangkan. Apakah engkau mau menerimanya?” Cara mengikut Yesus, tidak sama dengan cara mengikut dunia ini. Jika dunia menawarkan kenikmatan, dan kemudahan-kemudahan, Yesus justru menawarkan kesukaran bahkan kematian. Setiap orang yang mengikutNya bahkan harus siap pikul salib, rela berkorban, penuh kesabaran dan siap menderita.
Bagi Yesus, orang Kristen harus hidup untuk menyatakan kasih dan kelemahlembutan. Karena, pengikut Tuhan telah di tempatkan dalam dunia yang liar dan buas bagaikan ‘serigala’. Pengikut Tuhan juga di kelilingi oleh orang-orang yang sulit dikendalikan bahkan yang siap memangsa siapa saja. Orang Kristen disebut Yesus sebagai domba yang hidup ditengah serigala. Bahkan dalam perikop ini, disebut serigala berkedok domba. Bicara soal domba, kita tau bahwa domba merupakan hewan yang lemah dan penurut. Jelas berbeda dengan serigala yang buas dan pemangsa.
Sobat obor, kita belum mampu melakukan banyak hal, tanpa pertolongan Tuhan. Kita tidak mampu melawan ancaman, tantangan dan kekejaman dunia ini, tanpa Tuhan. Itulah mengapa hidup yang aman dan tenang, adalah hidup yang bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Hidup yang sekalipun penuh rintangan, tantangan, halangan, persoalan yang besar dan berat, tapi tetap mempercayakan dan mengandalakan pertolongan Tuhan. Hidup yang terancam, tapi tetap mengutamakan Tuhan. Hidup yang penuh beban tapi tetap bersyukur kepada Tuhan. Karena itu jelas bagi kita, bahwa Tuhan memelihara kita dengan segala kekuatan dan kasihNya. Ia menjaga, membimbing kita lebih besar dari apapun. Sedang burung di udara Ia pelihara, apalagi kehidupan kita. Amin (MT)























