ABSALOM adalah Putra ketiga Daud. Ibunya seorang wanita asing, Maakha, putri Talmai, raja Gesur (2 Samuel 3:3). Absalom termashur karena ketampanannya; 2 Samuel 14:25, Di seluruh Israel tidak ada yang begitu banyak dipuji kecantikannya seperti Absalom. Dari telapak kakinya sampai ujung kepalanya tidak ada cacat padanya. Wajah yang menawan itu juga dimiliki Tamar, adiknya perempuan; sayang justru menyebabkan Tamar diperkosa oleh Amnon, putra sulung Daud dari istrinya yang lain (2 Samuel 13:1- 18). Absalom dikisahkan memiliki tiga Anak laki-laki, nama-nama mereka tidak disebutkan (2Samuel 14:27). Tempat kelahirannya di Hebron (2 Samuel 3:2-3). Absalom mati di hutan di Efrayim ketika berperang dengan pasukan Raja Daud (2 Samuel 18:6,14). Absalom mati tergantung di antara langit dan bumi – Dilempar dengan lembing oleh Yoab (2 Samuel 18:14). Fakta penting tentang Absalom; ia membunuh Amnon karena memperkosa saudara perempuannya Tamar, kemudian melarikan diri ( 2 Samuel 13:1-39). Kembali ke Yerusalem; diterima oleh Daud (2 Samuel 14:1-33). Kemudian pada akhirnya Memberontak terhadap raja Daud dan merebut kerajaan (2 Samuel 15:1-17:29).
Bacaan kita saat ini memperlihatkan Absalom konsisten dengan tindakan yang ia lakukan. Selama empat tahun, setiap hari berada di tempat yang sama dan melakukan hal yang sama. Absalom konsisten menjalankan rencana pemberontakannya. Ia rela setiap hari berada ditempat yang sama untuk mengambil hati rakyat yang tidak bisa bertemu dengan raja. Absalom punya kemampuan bersosialisasi yang mumpuni. Absalom mampu mengatur rencananya dengan terstuktur. Ia menyiapkan pasukan dan kereta kuda sebagai pencitraan. Selain tampan, Absalom merupakan orang yang pinter, ambisius, punya kemampuan mempengaruhi orang, dan konsisten.
Sobat obor Absalom dikaruniakan banyak kelebihan, tapi sayangnya kelebihan yang dimilikinya digunakan untuk melakukan apa yang jahat.Absalom punya banyak keunggulan tapi sayangnya Absalom tidak memiliki ketulusan dan kerendahan hati. Dari Absalom hendaklah kita belajar tentang ketulusan dan kerendahan hati. Amin (fpk)























