SOBAT obor, saat masa kanak-kanak saya sangat senang menanti hari ulang tahunku. Hal ini dikarenakan pada saat hari ulang tahun, orangtua saya selalu merayakannya melalui acara syukur ibadah dengan mengundang teman-teman dan anak-anak yang ada di sekitar tempat tinggalku. Tentu saja ini sangat menyukacitakanku karena teman-teman dan anak-anak yang di kompleks hadir dalam sukacitaku dan bahkan membawa hadiah/bingkisan untukku termasuk juga orangtuaku. Kado ulang tahun adalah salah satu kejutan yang selalu kutunggu pada perayaan itu. Terkadang tidak sabar membuka kado itu walaupun sebenarnya belum diizinkan karena masih banyak tamu di rumah. Mengingat masa itu tentu sangat menyenangkan tetapi juga sekaligus di masa kini mengingat dan merenungkan bahwa setiap pemberian yang diberikan untukku pada masa itu pasti adalah yang terbaik dan diberikan dengan sukacita.
Sobat obor, hal inilah yang juga dilakukan oleh seorang perempuan dalam bacaan hari ini. Injil Yohanes mengidentifikasinya sebagai Maria saudara Lazarus yang dibangkitkan Yesus. Dikatakan dalam ayat 6-7 ketika Yesus ada di rumah Simon si Kusta di Betania, maka datanglah Maria membawa sebotol pualam minyak wangi (Injil Yohanes membahasakan Maria membawa setengah kati/setengah liter minyak narwastu yang sangat mahal harganya), ia mendekati (TB, datanglah dari terjemahan Yunani proselthen) dan mencurahkan ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan (Yun. anakeimenou, sedang duduk makan di tempat terhormat). Tindakan mencurahkan ke atas kepala ini juga dapat diartikan sebagai pencurahan kepada seseorang yang memiliki kedudukan tinggi dan karenaNya posisi duduk Yesus juga mengindikasikan hal itu. Dalam hal ini kita melihat bahwa Maria sangat tahu siapa Yesus dan karenanya tanpa keraguan ia mencurahkan minyak yang sangat mahal harganya itu bagi Yesus.
Sobat obor, tindakan Maria menjadi penyemangat dan pengingat bagi kita di hari ini, untuk tidak pernah lupa terus menerus memberikan/mempersembahkan yang terbaik terutama hidup kita bagi Tuhan, lewat semua yang telah Tuhan beri/ anugerahkan dalam kehidupan kita masing-masing. Sebagaimana ungkapan lagu dari Giving My Best yang berkata “kub’ri yang terbaik bagiMu kurelakan segalanya, yang terbaik bagimu, s’gnap hatiku dan s’gnap jiwaku”. Persembahkanlah yang terbaik sebab Yesus telah lebih dahulu mempersembahkan yang terbaik bagi kita. Amin. (ARMI)























