SOBAT obor, ajaran agama tidak munzgkin membenarkan kekerasan sebagai alat atau cara untuk mengakhiri sebuah kekerasan. Perdamaian dan kebahagiaan dicapai bukan dengan senjata dan kekerasan, melainkan melalui pengakuan dosa, pengampunan dan kasih. Peperangan dan kebencian akan berakhir jika ada pengampunan. Tentu, pengampunan yang kita berikan tidak berarti kita membenarkan tindakan kejahatan yang dilakukan. Proses hukum harus tetap dijalani para pelaku, tetapi proses itu dijiwai oleh kasih dan bukan balas dendam.
Dengan kelembutan pun kita dapat melawan dan menang! Yang Yesus kerjakan jauh melampaui hal ini. Yesus bukan sekedar menang, tetapi membawa kemenangan bagi semua orang. Teladan luar biasa ini Yesus berikan melalui sikapNya kepada orang-orang yang menyalibkan-Nya dan mengolok-olok Dia. Dalam kisah ini, Yesus tidak membenarkan tindakan kekerasan. Malah Yesus hadir memberikan pertolongan kepada yang jadi korban kekerasan. Prinsip cinta kasih, pengampunan yang menjadi tindakan praktiknya memutuskan rantai kekerasan dan dendam. Lingkaran setan penghancuran diri sebagai umat manusia itu terputus dengan dijalankannya pengampunan.
Sobat obor, oleh dosa damai diganti dengan kebencian, pertikaian dan permusuhan. Konflik muncul di mana-mana. Kekerasan hadir di sekeliling kita. Ini bukan tanda kelembekan dan kekalahan, melainkan tanda kebesaran jiwa dan kemenangan. Sebab, hanya kasih dan pengampunan yang dapat memutus lingkaran setan kekerasan. Amin (bfp)























