
Jika kira-kira ada pertanyaan kenapa kita sekalian pada umumnya rindu hidup dalam kekekalan surga apakah jawab kita? Mungkin beberapa akan menjawab “karena takut disiksa,” “enak soalnya,” “di surga penuh dengan keindahan,” dan alasan lainnya. Jarang sekali didapati jawaban “karena mau hidup dengan Kristus”
Saudara-saudara yang kekasih,
Manusia kebanyakan demikian, selalu fokus pada kenikmatan, yang enak dan indah saja maunya. Sehingga melupakan fokus sebenarnya yang mana. Padahal sebetulnya kerinduan untuk hidup dalam kekekalan bersama Bapa di Surga itu dimulai karena fokus kita pada Yesus Kristus terlebih dahulu.
Dimanapun tempat Yesus berada tidak menjadi soal, karena dasarnya adalah Yesus Kristus. Dan kita sungguh percaya akan Dia, dimanapun Dia berada di sana ada damai sejahtera. Dengan demikian kita percaya akan kedahsyatan-Nya, Iblis sekalipun takluk di bawah kaki-Nya. Allah berkuasa atas semesta dan seluruhnya termasuk dalam kegelapan sekalipun.
Dalam Wahyu 20:1-3 di sana penglihatan Yohanes ia melihat malaikat yang turun dari surga, memegang kunci jurang maut dan rantai besar untuk mengikat Iblis selama seribu tahun. Ini menggambarkan bahwa kuasa Allah sepenuhnya mengatasi segala kuasa jahat. Tidak ada yang tidak dalam kendali Allah. Setan sekalipun! Ini menjadi sebuah kebenaran penting yang diajarkan oleh Alkitab, selicik dan menggodanya Iblis kekuatannya tidak setara dengan Allah. Kuasa Allah jauh melampaui kuasa Iblis, dan dalam segala hal, Iblis hanya dapat bertindak sebatas yang diizinkan Allah. Kita mengingat peristiwa Ayub yang dicobai Iblis, diijinkan oleh Allah tapi perlu ditegaskan dalam peristiwa tersebut semua dalam perhatian dan kendali Allah.
Dari sini kita lihat bahwa Ia adalah Allah yang layak untuk kita imani dan sembah. Ia Allah layak menerima kesetiaan kita. Siapa yang bertahan setia sampai pada kesudahannya ia selamat. Dalam ayat 4 jelas di sana kita lihat, orang-orang yang rela menjadi martir Kristus, dan tidak tunduk kepada dunia, mempertahankan kesetiaannya tidak akan dilupakan Tuhan. Catatan Alkitab mengungkapkan bahwa mereka akan mengalami kebangkitan dan memerintah bersama Kristus. Oleh sebab itu kita belajar bahwa kesetiaan kita hari ini menentukan kemuliaan kita kelak.
Pada akhirnya bukan apa yang akan kita dapat, tapi apa yang akan kita buat untuk Kristus.
Dengan melakukan hal ini dipastikan kita beroleh kebahagiaan dalam kemenangan bersama Kristus Yesus. Ternyata hidup bahagia tidak hanya diukur dari seberapa banyak materi, jabatan, prestasi, dan pencapaian lainnya yang ada di dunia, melainkan juga setia hingga akhir hidup menjadi sebuah kebahagiaan yang sejati dan kekal, nikmat mana yang akan didustakan jika pada akhirnya hidup kita ada dalam dekapan Allah. Tidak ada yang sia-sia selama yang dilakukan untuk Kristus, malah apa yang dilakukan untuk Kristus mendatangkan kebahagiaan. Dan kebahagiaan sejati tidak terpaku pada apa yang ada di dunia, tapi pada apa yang akan datang dalam kehidupan selanjutnya.
Setialah kepada Dia, sebab di dalam Kristus ada jaminan kebahagiaan bahkan Ia tidak akan pernah mengecewakan kita. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin























