
Syalom. Jemaat yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus.
Setiap orang yang dipercayakan menjadi pemimpin pasti mempunyai tanggung jawab. Semakin besar tanggung jawab yang diberikan, semakin banyak pula persoalan yang harus dihadapi. Karena itu, seorang pemimpin tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk memimpin, tetapi juga membutuhkan orang-orang yang dapat membantu dan bekerja bersama-sama.
Hal ini kita lihat dalam kehidupan Musa. Setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, Musa menjadi pemimpin yang dipakai Tuhan untuk membawa mereka menuju tanah yang dijanjikan. Musa bukan hanya memimpin perjalanan bangsa itu, tetapi juga harus menghadapi berbagai persoalan yang muncul di tengah-tengah umat. Setiap hari orang Israel datang kepada Musa. Mereka membawa berbagai masalah dan perkara untuk diselesaikan. Musa duduk mengadili mereka dari pagi sampai petang. Semua persoalan seolah-olah harus diselesaikan oleh Musa seorang diri. Ketika Yitro, mertua Musa, melihat keadaan tersebut, ia merasa prihatin. Ia melihat bahwa Musa sedang memikul beban yang sangat berat. Yitro kemudian bertanya kepada Musa, “Mengapakah engkau seorang diri saja yang duduk mengadili, sedang seluruh bangsa itu berdiri di depanmu dari pagi sampai petang?’ Pertanyaan Yitro sebenarnya sederhana, tetapi mengandung nasihat yang sangat penting. Musa memang sedang melakukan sesuatu yang baik, yaitu melayani dan menolong umat Tuhan. Tetapi cara Musa melakukannya tidak sehat, karena semua beban dipikul seorang diri.
Sering kali dalam kehidupan kita juga terjadi hal yang sama. Kita merasa bahwa semuanya harus kita kerjakan sendiri. Dalam keluarga, dalam pekerjaan, dalam pelayanan, bahkan dalam kehidupan bermasyarakat, kita merasa bahwa kalau bukan kita yang mengerjakannya, semuanya tidak akan berjalan dengan baik. Kita berkata, “Biar saya saja.Tidak usah merepotkan orang lain. Saya masih sanggup.” Namun, tanpa kita sadari, lama-kelamaan kita menjadi lelah. Bahkan terkadang kita menjadi kecewa ketika orang lain tidak membantu kita, padahal kita sendiri tidak pernah memberikan kesempatan kepada mereka untuk membantu.
Musa belajar bahwa pekerjaan yang besar tidak dapat dipikul seorang diri. Tuhan memang memanggil Musa menjadi pemimpin, tetapi Tuhan juga menyediakan orang-orang lain untuk menjadi rekan sekerja. Karena itu Yitro memberikan nasihat kepada Musa agar mencari orang-orang yang dapat membantu. Tetapi Yitro tidak menyuruh Musa memilih sembarang orang. Ia berkata agar Musa mencari orang-orang yang cakap dan takut akan Allah. orang-orang yang dapat dipercaya dan membenci suap.
Ini adalah sesuatu yang sangat penting. Ketika kita membutuhkan seseorang untuk menjalankan tanggung jawab, kita tidak boleh hanya melihat kemampuan seseorang. Kita juga harus melihat karakternya. Ada orang yang sangat pintar, tetapi tidak jujur. Ada orang yang sangat pandai berbicara, tetapi perkataannya tidak dapat dipercaya. Ada orang yang mempunyai kemampuan memimpin, tetapi menggunakan kepemimpinannya untuk mencari keuntungan pribadi. Karena itu, kemampuan saja tidak cukup. Yitro mengajarkan bahwa orang yang dipilih haruslah orang yang cakap Artinya, orang tersebut mempunyai kemampuan untuk menjalankan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Ia mau belajar, mau bekerja, mau bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Takut akan Allah bukan berarti kita hidup dalam ketakutan kepada Tuhan. Takut akan Allah berarti kita menghormati Tuhan, menyadari bahwa hidup kita berada di hadapan-Nya, dan berusaha melakukan apa yang benar sesuai dengan kehendak-Nya. Orang yang takut akan Allah tidak hanya bertanya, “Apa yang menguntungkan saya?” Ia juga bertanya, “Apakah keputusan saya ini benar di hadapan Tuhan?” Ketika tidak ada orang yang melihat, ia tetap jujur. Ketika tidak ada yang memuji, ia tetap setia. Ketika mendapatkan kesempatan untuk mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri, ia memilih untuk tetap melakukan yang benar. Itulah sebabnya Yitro menekankan pentingnya memilih orang yang takut akan Allah.
Jemaat yang diberkati Tuhan
Pesan ini sangat penting bagi kehidupan gereja. Gereja membutuhkan banyak orang yang mau melayani. Tetapi gereja tidak hanya membutuhkan orang yang mempunyai kemampuan. Gereja membutuhkan orang-orang yang memiliki hati yang takut akan Tuhan. Kita membutuhkan orang yang mampu bekerja, tetapi juga jujur. Kita membutuhkan orang yang mampu memimpin, tetapi juga rendah hati. Kita membutuhkan orang yang mampu berbicara, tetapi juga mampu menjadi teladan. Kita membutuhkan orang yang mempunyai pengetahuan, tetapi juga mau hidup sesuai dengan firman Tuhan.
Sebab pelayanan bukanlah tempat untuk mencari nama. Pelayanan bukan tempat untuk menunjukkan siapa yang paling hebat. Pelayanan adalah kesempatan untuk mempersembahkan hidup dan kemampuan kita kepada Tuhan. Musa kemudian mengikuti nasihat Yitro. Ia memilih orang-orang yang cakap dan menempatkan mereka untuk membantu menangani berbagai persoalan bangsa Israel. Perkara-perkara yang kecil dapat mereka selesaikan, sedangkan perkara-perkara yang lebih berat dibawa kepada Musa.
Dengan demikian, pekerjaan menjadi lebih teratur. Beban Musa menjadi lebih ringan dan umat Israel tetap mendapatkan pelayanan. Dari sini kita belajar bahwa membagi tugas bukan berarti kehilangan kepemimpinan. Sebaliknya, membagi tugas menunjukkan bahwa seorang pemimpin memahami pentingnya kerja sama. Seorang pemimpin yang baik tidak selalu berkata, “Saya yang harus mengerjakan semuanya.” Seorang pemimpin yang baik berkata, “Mari kita bekerja bersama.”
Ia melihat kemampuan orang lain. Ia memberikan kesempatan. Ia melatih orang lain. Ia mempercayakan tanggung jawab kepada orang yang tepat. Hal ini juga berlaku dalam keluarga. Orang tua tidak harus mengerjakan semua pekerjaan sendiri. Anak-anak juga perlu diajar untuk bertanggung jawab. Dalam gereja, para pelayan yang lebih senior perlu memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk belajar melayani. Jangan takut memberikan kepercayaan kepada orang lain. Mungkin mereka belum sempurna. Mungkin mereka masih banyak kekurangan. Tetapi kalau tidak pernah diberikan kesempatan, mereka tidak akan pernah belajar menjadi lebih baik.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Keluaran 18:13-27 mengingatkan kita bahwa Tuhan membutuhkan orang-orang yang cakap dan takut akan Allah. Tuhan membutuhkan orang yang mempunyai kemampuan, tetapi juga mempunyai karakter yang benar. Karena itu, marilah kita tidak hanya mencari orang yang cakap dan takut akan Allah, tetapi marilah kita juga menjadi orang yang cakap dan takut akan Allah. Gunakan kemampuan yang Tuhan berikan untuk kebaikan. Gunakan jabatan untuk melayani, bukan untuk mencari keuntungan. Gunakan kesempatan untuk menjadi berkat. Dan ketika Tuhan memberikan tanggung jawab kepada kita, lakukanlah dengan setia. Mari kita belajar dari Musa untuk tidak memikul semua beban seorang diri. Mari kita belajar dari Yitro untuk melihat pentingnya memilih orang yang tepat. Dan mari kita belajar dari orang-orang yang dipilih Musa untuk menjadi pribadi yang cakap, dapat dipercaya, jujur, dan takut akan Allah.
Kiranya melalui firman Tuhan hari ini kita belajar bahwa kemampuan tanpa takut akan Allah tidak cukup, dan takut akan Allah harus diwujudkan melalui kesetiaan dalam menjalankan tanggung jawab. Marilah kita menjadi pribadi yang cakap dalam pekerjaan, jujur dalam kehidupan, rendah hati dalam pelayanan, dapat dipercaya dalam tanggung jawab, dan takut akan Allah dalam setiap langkah kehidupan kita. Amin.























