ALASAN PEMILIHAN TEMA
Manusia dipanggil oleh Tuhan Allah menjadi rekan sekerja-Nya untuk melayani DIA. Orang-orang yang dipanggil melayani-Nya tidak terbatas dalam ruang dan waktu; kapan saja, di mana saja dan di bidang apa saja yang dipercayakan-Nya. Dalam konteks pelayanan Gereja, ada orang-orang yang dipilih untuk melayani umat Tuhan, mereka disebut sebagai Pelayan Khusus. Menurut Tata Gereja GMIM Tahun 2021, yang disebut Pelayan Khusus ialah Diaken, Penatua, Guru Agama dan Pendeta, masing-masing memiliki tugas dan fungsi yang berbeda walupun ada juga tugas yang harus dilaksanakan bersama yaitu mengunjungi dan menggembalakan anggota jemaat, memberi pertolongan rohani dan jasmani serta membimbing dan memberi penyuluhan. Tugas dan tanggung jawab di atas wajib untuk dilaksanakan sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan Allah dan jawaban orang percaya atas panggilan-Nya.
Namun, dalam realitas kehidupan bergereja seringkali Pelayan Khusus dalam hal ini Diaken dan Penatua belum sepenuhnya memahami arti panggilan mereka yang sesungguhnya. Hal itu berdampak pada perilaku yang tidak mencerminkan karakter Yesus Kristus sehingga tidak memberi teladan kepada jemaat. Pemilihan Pelayan Khusus; Diaken dan Penatua sudah selesai dilaksanakan dan pemilihan Komisi Pelayanan Kategorial BIPRA baru akan dilaksanakan. Katekisasi sangat dibutuhkan untuk membekali dan memperlengkapi para Pelayan Khusus agar mereka memahami arti panggilan dan pilihan Tuhan Allah. Panggilan dan pilihan perlu dipahami, dijaga dan dikerjakan agar pelayanan yang dilakukan membawa manfaat dan perubahan bagi jemaat yang berkenan kepada Tuhan Allah. Berdasarkan latar belakang inilah sehingga tema renungan sepanjang minggu ini dipilih “BERUSAHALAH SUNGGUH-SUNGGUH SUPAYA PANGGILAN DAN PILIHANMU MAKIN TEGUH.”
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)
Kitab 2 Petrus dialamatkan kepada pembaca yang pada umumnya atau kepada semua orang Kristen. Surat ini merupakan tulisan Perjanjian Baru yang paling terakhir ditulis (sekitar tahun 127 M) dan digolongkan pada surat am (katolik). Pembaca yang disapa sebagai “mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman” (2 Petrus 1:1) sedang dalam kebingungan karena munculnya guru-guru palsu (2:1,7), pengejek-pengejek (3:3) dari dalam jemaat sendiri (2:1,13,20-21). Pokok ajaran yang ditertawakan oleh guru-guru palsu itu adalah ajaran tentang kedatangan Yesus Kristus (3:2-4), yang telah disampaikan sejak dahulu dan belum juga menjadi nyata di mana Yesus Kristus belum datang juga. Sikap para guru palsu itu merongrong wibawa dan kebenaran ajaran Yesus Kristus.
Kitab 2 Petrus memberikan nasihat dan peringatan kepada jemaat Kristen tentang para guru palsu yang berupaya menjauhkan umat Tuhan dari kebenaran. Penulis menasihatkan agar ketika mereka harus berhadapan dengan guru palsu, mereka harus tetap beriman kepada Yesus Kristus dan menjadi teladan bagi orang lain dengan hidup yang benar. Mereka harus bersikap sabar, taat kepada Yesus Kristus dan teguh pada kebenaran yang telah mereka terima. Jawaban terbaik yang dapat diberikan oleh orang Kristen kepada guru palsu ialah bahwa mereka menyatakan pertumbuhan bukan hanya dalam pengertian iman Kristen, melainkan dalam hal penerapannya dalam kehidupan setiap hari.
2 Petrus 1:3-15 mengajarkan bahwa kehidupan Kristen dimulai dari anugerah Tuhan Allah, bertumbuh melalui respons iman dan dibuktikan melalui buah kehidupan.
Ayat 3-4 orang Kristen dinasihati agar hidup sesuai dengan panggilannya, dapat bertumbuh secara rohani dalam kesucian, kesalehan dan pengenalan akan Tuhan Allah karena mereka telah menerima anugerah-Nya. Tuhan Allah telah menganugerahkan (Yunani: dedoremenes) segala sesuatu yang diperlukan untuk hidup saleh, artinya kehidupan Kristen dimulai bukan dari kemampuan manusia, tetapi dari inisiatif dan pemberian Tuhan Allah. Anugerah Tuhan Allah sudah tersedia dan terus berlaku bagi orang percaya. Hidup saleh (Yunani: eusebeian/eusebeia berarti ‘penyembahan yang benar’ atau ‘sikap hormat dan takut yang benar kepada Tuhan Allah’.Dalam praktiknya, kata ini tidak hanya merujuk pada ibadah ritual, melainkan gaya hidup sehari-hari yang mencerminkan rasa takut akan Tuhan, integritas moral dan ketaatan. (ayat 3).
Pengenalan akan Tuhan Allah membawa orang percaya menerima janji-janji yang berharga dan sangat besar yaitu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi. Frasa “kodrat ilahi” adalah terjemahan dari kata Yunani physis artinya kodrat, sifat dasar, natur dan theias artinya ilahi, berasal dari Tuhan Allah, berkaitan dengan Tuhan Allah. Jadi kodrat ilahi menunjuk pada siifat atau kehidupan yang berasal dari Tuhan Allah atau berkaitan dengan Tuhani Allah. Dengan mengambil bagian dalam kodrat ilahi, maka jemaat akan luput dari hawa nafsu dan godaan-godaan duniawi yang membinasakan dan dapat menghancurkan hidup manusia (ayat 4).
Ayat 5-9. Orang Kristen harus sungguh-sungguh berusaha untuk bertumbuh menjadi dewasa dalam iman. Iman berarti percaya kepada Yesus Kristus yang harus diwujudkan dalam tindakan, perilaku dan tutur kata. Oleh karena itu, supaya iman terus bertumbuh maka perlu ditambahkan sifat-sifat baik yaitu kebajikan pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan dan kasih kepada semua orang. Hal-hal tersebut merujuk pada moral, cara hidup yang bijaksana, mampu mengendalikan emosi, ketahanan dalam menghadapi kesulitan, cobaan dan tantangan hidup serta kasih kepada sesama. Sifat-sifat baik itu membuat orang percaya berhasil dalam pengenalan akan Tuhan Allah dan menjadi matang secara rohani. Namun, orang yang tidak berusaha memahami dan menambahkan sifat-sifat baik tersebut akan menjadi buta dan picik, artinya melupakan kasih karunia/anugerah pengampunan dosa yang telah diterima, tidak mampu melihat kebenaran rohani dan tidak memahami pertumbuhan iman. Ini adalah pembentukan dan proses untuk memahami serta menjawab panggilan itu.
Ayat 10-11, menegaskan bahwa kehidupan yang berbuah menjadi bukti seseorang sungguh hidup dalam panggilan Tuhan Allah. Frasa “berusahalah sungguh-sungguh” dari kata Yunani: spoudazo dapat berarti bersungguh-sungguh, berusahalah dengan sungguh-sungguh, bertekun. Suatu perintah yang menuntut tindakan yang sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh (ayat 10). Panggilan (Yunani: klesin dari kata kaleo=memanggil), bukan sekadar panggilan untuk melakukan suatu pekerjaan, tetapi panggilan Tuhan Allah kepada orang percaya untuk menjadi umat-Nya dan hidup dalam keselamatan-Nya. Selanjutnya kata “pilihan” (Yunani: eklogen) menunjuk pada inisiatif Tuhan Allah dalam memilih umat-Nya. Jadi, Tuhan Allah memanggil dan memilih, sementara manusia memberikan respons melalui kehidupan iman yang sungguh-sungguh. Kehidupan orang Kristen merupakan jalan yang menuju kepada suatu tujuan tertentu, yaitu Kerajaan Tuhan kita Yesus Kristus. Itulah jalan kebenaran. Menempuhi jalan itu penuh dengan perjuangan. Tetapi justru akhir dari jalan itu adalah Kerajaan kekal, Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus (ayat 11).
Ayat 12-15. Panggilan dan pilihan Tuhan Allah harus sungguh-sungguh dijaga dan diusahakan agar semakin teguh, kokoh, membuat orang percaya semakin bersyukur, hidup dalam ketaatan dan pengharapan serta tidak mudah tersandung dan jatuh ke dalam dosa. Penulis merasa hal tersebut sangat penting untuk disampaikan kepada mereka. Karena ia menyadari bahwa hidupnya tidak lama lagi, membuat ia rajin dalam menjalankan tugas kerasulannya. Surat ini diyakini sebagai surat wasiat yang dapat menjadi pegangan jika ia meninggal. Ia memperingatkan sebagai sesama Kristen tentang betapa pentingnya pertumbuhan rohani dengan melakukan kebenaran yang telah diberitakan oleh para rasul. Meskipun orang Kristen memahami apa itu kebenaran, tapi bagi Penulis surat 2 Petrus, tugasnya sebagai rasul adalah tetap mengingatkan dan menyadarkan mereka. (ayat 12-15).
MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN
- Tuhan Allah memanggil dan memilih siapa saja menjadi alat-Nya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya di dunia ini. Sebagai orang yang dipanggil wajib untuk menjawab panggilan-Nya dengan melakukan apa yang Dia firmankan. Dia tidak memanggil orang yang layak melainkan melayakkan orang yang dipanggil-Nya, karena Dia sendiri yang memperlengkapi dan memampukan mereka. Penulis mengangkat wibawa Petrus, di mana Petrus termasuk salah satu murid dan rasul Yesus Kristus yang pernah melakukan kesalahan. Namun ia dipanggil dan dipilih untuk melayani Yesus Ia menjawab panggilan-Nya dan melakukan perintah-Nya dengan taat dan setia meskipun ia harus berhadapan dengan begitu banyak tantangan, pergumulan, penderitaan dan penganiayaan. Petrus menjadi contoh dan teladan bagi para Pelayan Khusus di zaman sekarang ini tentang bagaimana hidup dalam pengenalan akan Tuhan Allah agar terus bertumbuh secara rohani. Untuk itulah Petrus memberikan nasihat agar supaya kita juga harus melakukan hal yang sama.
- Di zaman yang terus berubah, peran Pelayan Khusus berperan sangat penting dalam pelayanan. Oleh karena itu, harus memahami dengan baik tentang tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Ketika kita dipanggil dan dipilih untuk melayani Tuhan Allah, itu berarti Dia sudah menyediakan semua yang kita butuhkan agar pelayanan kita berkenan kepada-Nya. Dia menguatkan iman kita, menaruh perkataan-Nya di dalam mulut kita agar kita bisa berkata-kata sesuai kehendak-Nya dan Roh Kudus menuntun kita dalam melakukan pekerjaan pelayanan agar tidak mudah tersandung dan jatuh.
- Kita harus merespons semua itu dengan usaha yang sungguh agar panggilan dan pilihan kita semakin teguh dan kokoh. Rajin membaca Alkitab dan berdoa agar kita semakin mengenal Tuhan Allah dan terus bertumbuh dalam Melayani dengan hati yang tulus, hadir bagi orang lain yang membutuhkan, rela berkorban untuk kepentingan banyak orang, dan saling memaafkan. Puncak dari panggilan kita adalah mengasihi Tuhan melalui mengasihi sesama. Tanpa kasih maka panggilan dan pelayanan kita akan akan kehilangan makna.
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa yang saudara pahami tentang “Berusahalah sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh” menurut 2 Petrus 1:3-15?
- Mengapa kita harus berusaha dengan sungguh menjaga panggilan dan pilihan kita?
- Bagaimana upaya saudara agar panggilan dan pilihan saudara makin teguh?
NAS PEMBIMBING: 1 Tesalonika 4:7
POKOK- POKOK DOA
- Agar orang-orang yang dipanggil dan dipilih terus hidup dalam iman dan pengenalan akan Tuhan Allah
- Agar Pelayan Khusus dimampukan menunaikan panggilan pelayanannya.
- Menyambut hari Reformasi
TATA IBADAT YANG DIUSULKAN: MINGGU BENTUK III
NYANYIAN YANG DIUSULKAN
Nyanyian Masuk: KJ No. 1 “Haleluya! Pujilah”
Nas Pembimbing: KJ No. 417 “Serahkan Pada Tuhan”
Pengakuan Dosa: NNBT No. 11 “Ya Allahku, Kami Mengaku Dosa”
Pemberitaan Anugerah Allah: KJ No 387 “Ku Heran Allah Mau Memb’ri”
Persembahan: KJ No. 287b “Sekarang B’ri Syukur”
Nyanyian Penutup: NKB No. 211 Pakailah Waktu Anug’rah Tuhanmu”
ATRIBUT
Warna Dasar Hijau dengan Simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang.




















