Yehezkiel 34 : 3 – 4
(3) Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan.
(4) Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman.
MEMANFAATKAN SESAMA MENGAKIBATKAN KRISIS RELASI
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Bagaimana rasanya jika hidup kita hanya diperalat oleh orang lain demi memenuhi kesenangan orang tersebut? Hal itu tentu saja mendatangkan penderitaan. Penderitaan dalam hal ini menyangkut relasi yang tidak sehat dan menyakitkan (toxic relationship). Realitas inilah yang menjadi perhatian Tuhan Allah dalam kehidupan umat-Nya. Para pemimpin tidak mencerminkan kehidupan yang mengayomi umat yang dipimpinnya. Motif mencari keuntungan sangat jelas terjadi di kalangan umat.
Ayat 3 dan 4 secara terinci menyampaikan tindakan tidak terpuji dari para pemimpin Israel. Sebagai gembala, mereka hanya mengeruk keuntungan dari para domba. Domba dieksploitasi dengan mengambil keuntungan darinya. Yaitu, hanya menikmati susu domba, membuat pakaian dari bulu domba, yang gemuk disembelih, tetapi domba-domba itu tidak digembalakan, diperhatikan dan dikasihi (ayat 3). Domba yang lemah tidak dikuatkan, yang sakit tidak diobati, yang luka tidak dibalut, yang tersesat tidak dibawa pulang, yang hilang tidak dicari, malah diinjak-injak dengan kejam (ayat 4). Sungguh disayangkan hal ini terjadi dalam kehidupan umat Tuhan Allah. Sungguh miris karena para pemimpin (gembala) hidup dalam kesenangan dengan memanfaatkan umat demi memuaskan keiginan mereka, sehingga umat hidup dalam penderitaan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Firman Tuhan Allah ini mengingatkan kita tentang betapa berbahaya hubungan yang tidak sehat (toxic relationship). Seperti racun yang dapat mematikan kehidupan seseorang yang terkena olehnya. Hal tersebut tidak dikehendaki oleh Tuhan Allah. Sebab Tuhan Allah mengasihi umat-Nya, Dia tidak menghendaki umat-Nya saling memanfaatkan, bahkan saling menghancurkan. Oleh karena itu, Gereja berperan penting dalam mengedukasi setiap orang percaya untuk mewaspadai bentuk dan cara hidup yang menampilkan relasi yang tidak sehat. Tugas Gereja memberitakan pentingnya menjalin relasi yang sehat yaitu relasi yang saling membangun, menguatkan, memulihkan dan mengutuhkan. Maka setiap bentuk pelayanan gereja harus diletakkan pada prinsip-prinsip Alkitabiah. Marilah kita hidup dengan relasi yang sehat dalam keluarga, jemaat dan masyarakat. Kita diajak untuk setia membaca firman Tuhan Allah yang memperlengkapi kita hidup dalam damai sejahtera dan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi bagi sesama.
Doa: Ya Tuhan Allah, perlengkapilah kami oleh Roh-Mu yang kudus agar kehidupan kami menghadirkan relasi yang sehat: yang saling membangun, menguatkan dan mengutuhkan. Dalam nama Yesus Kristus. Amin





















