Yehezkiel 34:1–2
(1) Lalu datanglah firman Tuhan kepadaku:
(2) ”Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan Allah: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu?
NUBUAT MELAWAN GEMBALA-GEMBALA ISRAEL
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Gembala adalah istilah untuk menjelaskan tentang peran pemimpin dalam konteks umat Tuhan Allah (Israel). Sejatinya, gembala sebagai pemimpin bertanggungjawab untuk membimbing, memelihara, bahkan menjamin keselamatan kawanan domba yang dibimbingnya. Namun, dalam firman hari ini kenyataan yang bertolak belakang dari karakteristik gembala yang baik terjadi di tengah-tengah kehidupan umat Tuhan Allah. Oleh karena itu, firman Tuhan Allah kepada Yehezkiel untuk bernubuat melawan gembala-gembala Israel dan menyampaikan kemarahan-Nya atas tindakan mereka yang mengkhianati peran sebagai pemimpin atau gembala yang baik. Ungkapan celakalah gembala-gembala Israel yang menggembalakan dirinya sendiri dan tidak menggembalakan domba-domba, merupakan peringatan keras terhadap para pemimpin bangsa Israel dan sekaligus menyingkapkan kejahatan yang mereka lakukan. Maksud dari frasa “menggembalakan diri sendiri,” menyiratkan ketamakan para pemimpin yang hanya mencari keuntungan pribadi dan tidak peduli dengan umat yang dipimpinnya. Mereka (para gembala/pemimpin), hanya terfokus pada diri sendiri, dengan memanfaatkan para domba untuk kepentingan pribadi.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Gembala yang baik atau pemimpin menjalankan kepemimpinan yang menyelamatkan. Yesus Kristus kepala Gereja adalah Gembala yang baik, yang olehnya seluruh akitivitas Gereja memperlengkapi dan diperlengkapi oleh firman-Nya agar terbentuk mentalitas orang percaya yang mengasihi Tuhan Allah. Firman Tuhan Allah mengingatkan kita tentang pentingnya keteladanan yang menghadirkan peran sebagai gembala yang baik. Itulah pemberitaan Gereja yang menjangkau seluruh orang percaya. Untuk itu, keluarga adalah wadah saling memperlengkapi untuk setia melakukan ketetapan Tuhan Allah. Peran orangtua membimbing anak-anak untuk hidup mengasihi Tuhan Allah, yang tentu saja berangkat dari keteladanan orangtua yang mau dibimbing oleh Gembala yang baik. Dengan demikian kehidupan yang mengalami damai sejahtera berlaku di tengah-tengah keuarga kita dan memberi dampak dalam kehidupan dengan sesama.
Doa: Ya Tuhan Allah, Gembala yang baik, sertailah kami dalam menjalani kehidupan yang Engkau anugerahkan, sehingga kehidupan kami boleh menjadi sarana bagi orang banyak untuk mengalami damai sejahtera. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.




















