
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.
Hari ini dunia kita penuh dengan “tren baru.” Setiap bulan ada model pakaian baru, HP terbaru, aplikasi terbaru, rambut baru, bahkan gaya hidup yang cepat berubah. Banyak orang berlomba-lomba “update” agar tidak ketinggalan zaman. Tapi sayangnya, banyak yang sibuk memperbarui penampilan luar, sementara hati dan karakter tetap “model lama”, penuh kebohongan, amarah, iri hati, dan kebencian. Ini juga yang terjadi di Kolose, sebuah kota kecil di Firgia (Asia Kecil) yang dulunya ramai sebagai pusat perdagangan tetapi kemudian menurun pamornya. Jemaat Kolose tidak langsung didirikan Paulus, melainkan oleh Epafras, rekan pelayanan Paulus (Kol. 1:7). Tujuan utama surat ini adalah meneguhkan jemaat dalam iman mereka di tengah ancaman ajaran sesat, seperti filsafat manusia, legalisme Yahudi, sinkretisme, dan penyembahan malaikat (Kol. 2:8, 16–23). Paulus menekankan perubahan identitas: dari manusia lama menuju manusia baru. Kehidupan orang percaya bukan sekadar meninggalkan dosa, tetapi juga mengenakan karakter Kristus. Karena itu Jemaat Kolose harus tampil berbeda dari budaya kafir di sekitarnya yang penuh penyembahan berhala dan moralitas rusak. Jadi, Kolose 3:5–17 lahir dari kebutuhan jemaat untuk hidup kudus dan nyata sebagai manusia baru di tengah lingkungan yang menekan dengan filsafat dunia, ajaran sesat, dan godaan moral. Paulus mengingatkan bahwa identitas baru di dalam Kristus harus tampak dalam sikap, perkataan, dan hubungan dengan sesama.
Mari kita perhatikan apa yang Paulus sampikan dalam bacaan ini:
- Meninggalkan manusia lama (ay. 5–9)
Paulus berkata: “Matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi.” Manusia lama diwarnai percabulan, hawa nafsu, amarah, dusta, dan keserakahan. Hidup lama itu seperti pakaian kotor yang sudah tidak layak dipakai lagi.
Berarti Orang Kristen zaman sekarang harus berani menanggalkan dosa lama: korupsi kecil-kecilan, kebiasaan bohong, perselingkuhan, iri hati di media sosial, atau kebiasaan marah tanpa kendali. Jangan biarkan dosa lama ikut “nongkrong” di hati kita.
- Mengenakan manusia baru (ay. 10–14)
Setelah menanggalkan pakaian lama, kita dipanggil mengenakan pakaian baru: Belas kasihan, kerendahan hati, lemah lembut, kesabaran, saling mengampuni, dan terutama kasih yang menjadi pengikat kesempurnaan.
Ilustrasi: Kalau manusia lama itu pakaian kotor, manusia baru itu pakaian pesta yang layak untuk masuk hadirat Allah.
Dalam keluarga: saling memahami, saling memaafkan, tidak mudah mengungkit kesalahan lama.
Dalam gereja: belajar rendah hati, tidak mencari popularitas pelayanan, tapi melayani dengan kasih.
Dalam masyarakat: menjadi orang yang sabar, tidak mudah tersulut emosi, dan rela mengalah demi kebaikan bersama.
- Hidup dipimpin oleh damai Kristus dan firman-Nya (ay. 15–17)
Hidup baru tidak hanya soal meninggalkan dosa dan mengenakan sifat baik, tetapi juga: Damai Kristus yang memimpin hati.
Firman Tuhan yang tinggal melimpah dalam hidup. Segala sesuatu dilakukan dalam nama Yesus dengan hati penuh syukur.
Ketika menghadapi konflik, biarkan damai Kristus jadi wasit dalam hati kita. Rajin membaca Alkitab dan menyanyikan puji-pujian supaya iman dikuatkan. Apa pun yang kita lakukan, baik bekerja, melayani, atau belajar, jadikan itu untuk kemuliaan Tuhan.
Saudara-saudara yang dikasi Tuhan, hidup baru dalam Kristus bukan sekadar slogan. Itu nyata dalam cara kita meninggalkan dosa lama, mengenakan kasih, dan dipimpin oleh damai serta firman Kristus. Dunia boleh terus berubah dengan tren-trennya, tapi kita dipanggil untuk hidup berbeda: sebagai orang pilihan Allah yang kudus dan dikasihi-Nya.
Mari kita benar-benar hidup sebagai manusia baru, sehingga kehadiran kita di rumah, di gereja, di pekerjaan, bahkan di tengah masyarakat, menjadi saksi nyata bahwa Kristus hidup dalam diri kita. Kolose 3:5–17 menegur kita agar jangan hanya menjadi Kristen di mulut, ttetap sungguh-sungguh menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru. Kehidupan sehari-hari orang percaya harus menjadi cermin kasih Kristus, penuh damai, dan memuliakan Allah. Amin.




































