Ibadah Syukur HUT ke-92 GMIM Bersinode Digelar di Lapangan Kantor Bupati Minahasa Selatan
DODOKUGMIM-Ketua BPMS GMIM Pdt. Dr. Adolf K. Wenas, M.Th memastikan GMIM terus berbenah untuk semakin maju dalam menjawab tantangan dan kebutuhan pelayanan. Hal ini disampaikan saat memimpin Ibadah Syukur HUT GMIM Bersinode ke-92 tahun, Rabu (30/9), di Lapangan Kantor Bupati Minahasa Selatan, Amurang. Mengacu pada Mazmur 23:1-6, Wenas mengajak warga GMIM menempatkan Tuhan sebagai pokok utama dalam kehidupan dan menjadikan Tuhan sebagai nomor satu, bukan nomor dua.
Menurut Wenas, momentum HUT ke-92 GMIM Bersinode bukan hanya menjadi kesempatan untuk mengucap syukur atas penyertaan Tuhan, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan dan pelayanan gereja. Ia menyebut ditetapkannya tata gereja yang baru melalui Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) sebagai bagian dari upaya GMIM untuk terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu.
Wenas juga menekankan pentingnya persatuan di tubuh GMIM. Ia mengingatkan agar kepentingan pribadi tidak menjadi alasan bagi warga gereja untuk terpecah-belah. Selain itu, GMIM dinilai perlu terus melakukan evaluasi dan introspeksi, termasuk melihat sejauh mana peran gereja dalam menjawab kebutuhan jemaat serta bagaimana semangat pelayanan terus dikembangkan. Dalam ibadah tersebut juga dilakukan perkenalan kerja sama GMIM dengan Evangelical Mission in Solidarity (EMS) dan Wycliffe Global Alliance yang ditandai dengan penyampaian sambutan dari perwakilan kedua organisasi.
Sekretaris Jenderal EMS, Rev. Dr. Dieter Heidtmann, mengatakan “GMIM merupakan anggota EMS.” Ia mengaku senang dapat hadir dan melihat banyaknya warga yang mengikuti ibadah tersebut. Menurut Heidtmann, EMS mewakili kepentingan sekitar 25 juta orang percaya di Afrika, Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Ia menekankan bahwa umat Kristen disatukan oleh iman dan dipanggil menjadi duta bagi Tuhan Yesus serta duta bagi pengharapan. “EMS membutuhkan GMIM, solidaritas dan semua dari GMIM. Karena dengan bersama kita dapat membuat dunia ini menjadi lebih baik,” ujarnya. Ia berharap Tuhan terus memberkati GMIM.
Sementara itu, Asia-Pacific Area Director Wycliffe Singapore, Mr. Nicky Chong, menyampaikan bahwa Gereja Yesus Kristus tidak dipanggil untuk melayani diri sendiri, melainkan melayani orang lain. Ia menyebut GMIM merupakan bagian dari Wycliffe Global Alliance dan memiliki misi untuk membagikan Firman Allah kepada dunia. Chong mengatakan GMIM telah terlibat dalam pelayanan penerjemahan Alkitab untuk lebih dari 24 bahasa di Indonesia, dengan sekitar 70 persen pekerjaan tersebut berada di luar Sulawesi Utara. Menurutnya, GMIM telah menandatangani perjanjian sebagai aliansi untuk berkolaborasi dalam pelayanan misi Tuhan, termasuk penerjemahan Alkitab dan pemuridan bangsa-bangsa melalui Firman Allah. Ia menegaskan bahwa misi GMIM tidak lagi hanya dipandang dalam lingkup Indonesia atau Sulawesi Utara.
Ibadah tersebut juga diisi dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis kepada 48 calon Vikaris Pendeta GMIM.
(dodokugmim/hunpinatik/geibymandey/istininawajong)





















