DODOKUGMIM.COM, MANADO – Komisi Pelayanan Anak Sinode GMIM melaksanakan pelayanan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak banjir dan tanah longsor, Rabu (5/2/2021). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.00 hingga 17.00 itu, berlangsung di jemaat GMIM Betania Teling Tingkulu dan diikuti sekitar 50-an anak.

Ketua KPA Sinode GMIM, Pnt. Michael Mait, S.Kom menyebut program trauma healing merupakan kegiatan tahap ketiga dari program pelayanan diakonia KPAS GMIM. “Tahap pertama kami membantu dengan penyediaan pakaian layak pakai, popok, susu, tempat tidur dan makanan tambahan, itu sudah kami lakukan disekitar 21 jemaat, tahap kedua kami mengarahkan Guru Sekolah Minggu untuk mendampingi anak-anak yang terdampak bencana alam, dan yang ketiga kami membantu untuk kebutuhan rohani anak-anak melalui trauma healing,” ujar Mait
Pelayanan trauma healing tersebut, kata Mait, bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan diri anak serta untuk menyembuhkan trauma dari rasa takut yang besar karna bencana alam maupun pandemi covid-19 yang terjadi. Anak-anak kembali diajak untuk bermain dan bergembira dengan teman-teman mereka sehingga anak dapat melepas setiap perasaan khawatir. “Ini merupakan pelayanan holistik yang menjawab kebutuhan anak-anak pasca bencana dan selama pandemi covid-19, nanti akan kembali kami adakan di jemaat-jemaat lain yang terdampak,” tandasnya
Terlibat dalam kegiatan ini sekitar 12 orang diantaranya dari KPAS Sinode GMIM, Pendeta, Konselor, Dokter dan Guru Sekolah Minggu. Kegiatan diawali dengan bernyanyi dan bermain kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menggambar “anak-anak diajak menggambar bebas, nanti hasil dari gambar sudah kami kumpulkan kemudian akan dikaji oleh dokter dan psikolog untuk melihat isi hati atau perasaan mereka serta siapa saja anak-anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Kami akan hubungi Guru Sekolah Minggu untuk follow-up,” jelas Mait.
Enci Riana Tarore, salah satu Guru Sekolah Minggu menggambarkan kondisi anak-anak yang hadir pada saat kegiatan berlangsung “awalnya anak-anak terlihat malu-malu saat akan ikut untuk bernyanyi dengan gerakan, kami butuh waktu untuk menarik perhatian mereka supaya kemudian bisa semangat,” ungkapnya
Lanjut Tarore, tim trauma healing berusaha untuk memahami keadaan dan kondisi setiap anak dan berharap mereka bisa selalu ceria meskipun sedang mengalami bencana. Dalam kegiatan ini anak-anak juga diperlengkapi dengan edukasi melalui firman Tuhan dan pengetahuan lingkungan yang dibawakan langsung oleh Pnt. Michael Mait, S.Kom. Setelah itu ada bingkisan berupa buku-buku dari LAI dan PPA GMIM yang diberikan.(dodokugmim/rogermentaruk)
























