
Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan, memiliki pemimpin yang bijaksana, yang selalu mengarahkan umat yang dipimpinnya ke jalan yang benar adalah idaman semua orang. Ketika ada pemilihan kepemimpinan baik di organisasi gereja ataupun memimpin sebuah bangsa, kita berupaya mencari sosok yang sesuai yang bisa diharapkan untuk membawa rasa aman, sejahtera dan keadilan hadir di dalam kepemimpinannya. Namun, apa yang akan terjadi jika harapan tidak sesuai dengan kenyataan? Pasti ada perasan kecewa, sedih dan bisa saja marah. Hal itu juga yang sementara dialami umat dalam hal ini rakyat Yehuda atas apa yang dilakukan oleh para pemimpin mereka. Umat bukan hanya kecewa sedih tapi juga turut merasakan penderitaan akibat ulah dari para pemimpin. Hal ini menyebabkan Tuhan Allah menjadi murka dengan perbuatan mereka sehingga Ia memakai seorang nabi yang bernama yeremia untuk menyampaikan isi hatiNya, untuk menegur para pemimpin. Siapa Yeremia? Yeremia adalah seorang nabi yang berkarya di kerajaan Israel selatan yaitu Yehuda. Ia adalah anak seorang imam yang bernama Hilkia dari Anatot. Ia berkarya selama 40 tahun (sekitar tahun 626 Sm-586 Sm). Ia berkarya di zaman tiga raja di Yehuda yaitu raja Yosia yang terkenal baik, raja Yoyakim dan raja Zedekia hingga masa kehancuran Yerusalem dan pembuangan umat di Babel.
Tentunya menjadi pertanyaan bagi kita, mengapa Yeremia dipakai Allah untuk menegur para pemimpin? Apa yang mereka lakukan? Dalam 2 tawarik 36:5,12 kita mendapati asalannya. Ternyata dua raja terakhir yang memerintah di Yehuda yakni Raja Yoyakim dan Zedekia adalah raja yang melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Mereka melakukan ketidakadilan, penyembahan berhala, memperkosa hak orang miskin, menindas orang lain, memeras orang yang seharusnya dilindungi serta mencari keuntungan untuk kepentingan diri sendiri. Para pemimpin membawa umat untuk mengikuti kejahatan mereka. Karena itulah Yeremia hadir untuk menegur dan mengecam mereka. Ia melawan raja-raja Yehuda yang hidup dalam ketidaktaatan terhadap hukum Allah. Ia memberitakan penghukuman yang akan dialami oleh raja-raja yang jahat, nabi-nabi palsu dan umat yang bobrok. Ia akan menghukum mereka jika masih terus hidup berbuat kejahatan.
Yeremia 23:1-8 adalah nada kecaman yang sangat keras dan penghakiman yang dialamatkan bagi para pemimpin yang tidak melaksanakan tugas dengan baik. Pemimpin yang dimaksudkan di sini menunjuk kepada imam nabi dan raja. Di ayat 1 “Celakalah yang membiarkan kambing domba gembalaanku hilang dan terserak”. Kata celakalah dari kata howy yang berarti bukan hanya sekedar ungkapan kekecewaan melainkan proklamasi penghukuman bagi mereka yang menkhianati kepercayaan yang diberikan Allah. Kata ini menunjuk pada para gembala. Gembala dari kata ra’ah artinya yang berkuasa, pelindung. Gembala bukan hanya menunjuk pada pemimpin agama melainkan juga kepada raja dan kelompok orang yang ditunjuk dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan Allah untuk memimpin suatu bangsa. Namun, Para pemimpin/gembala ini ditunjuk untuk melindungi tetapi yang mereka lakukan adalah menyerang, untuk menggembalakan malah menghancurkan, untuk menjaga malah membiarkan, untuk mengumpulkan malah menceraiberaikan. Mereka tidak peduli dan tidak menghiraukan kondisi domba, dalam bahaya sekalipun tetap dibiarkan. Karena itu Tuhan Allah mengoreksi para pemimpin yang tidak bertanggujawab. Ia tidak tinggal diam melihat perbuatan mereka. Di ayat yang ke-2 dikatakan Dia akan membalas perbuatan jahat mereka. Dia akan menghukum mereka karena perbuatan mereka sendiri.
Selain menghukum para gembala yang jahat, ternyata Yeremia memberitakan kabar sukacita bagi para kambing domba. Kambing domba ini menunjuk kepada umat Tuhan. Ada janji pemulihan dan keselamatan bagi umat yang terceraiberai. Ia berjanji akan membawa mereka kembali ke tanah mereka sendiri dimana mereka berkembang biak dan bertambah banyak. Ia akan menjaga mereka agar tidak terceraiberaikan. Mereka tidak akan merasa takut lagi, tidak akan terancam bahaya. Mereka akan hidup dengan tenang karena Tuhan akan menempatkan gembala yang baru menggantikan gembala yang jahat. Para gembala yang baik yang akan menuntun umat. Mereka akan melaksanakan tugas penggembalaan dengan baik.
Yeremia juga menubuatkan tentang Tunas yang adil. Tunas dari kata ibrani Tsemach yaitu menunjuk pada bagian tumbuhan yang baru tumbuh. Ini mengarah pada kedatangan sang Mesias yakni Yesus Kristus sebagai keturunan Daud yang akan memerintah dengan bijaksana, adil dan benar. Dia adalah seorang Raja yang bijaksana (Ibrani Sakal) yaitu Raja yang akan melakukan tugasnya dengan bai baik, penuh dengan keadilan dan kebenaran. Dalam Yohanes 10:14 Yesus mengatakan “Akulah Gembala yang baik”. jadi sangat jelas bahwa Tunas yang adil menunjuk pada diri Yesus sebagai Gembala. Dia adalah Tunas yang adil sebab Dia sendiri adalah benar dan melalui Dia banyak orang dan bahkan semua orang kepunyaanNya dibenarkan. Dia datang sebagai pembela, dialah yesus Kristus yang adil. Karenanya, Ia diberikan nama Tuhan keadilan kita (Yahwe Tsedeq). Nama yang menyiratkan bahwa Dia itu benar. Dia adalah kebenaran yang berdaulat, semua kebenaran berasal dari Dia dan oleh Dia kebenaran tetap ada dan dalam Dia semua dibenarkan oleh Allah. Dia akan menyatukan Yehuda (Israel selatan) dan Israel (israel utara). yehuda diselamatkan dan Israel akan hidup dengan tenteram.
Selanjutnya Yeremia memberitakan tentang kejadian yang akan datang yang di dalamnya mengandung janji. Ia menubuatkan tentang umat yang nantinya akan mengalami penghukuman pembuangan di Babel, yang kemudian akan ada pemulihan lewat peristiwa kepulangan umat yang tidak kalah hebat dari peristiwa orang Israel yang keluar dari tanah mesir. ia memberi perbandingan bahwa kalau kepulangan dari mesir adalah kepulangan yang hanya kembali ke tanah perjanjian, tetapi peristiwa kepulangan dari Babel adalah lebih dari itu yakni kembali kepada Tuhan Allah. Ini adalah penyelamatan secara universal. Adanya pemulihan hubungan antara Allah dan umatNya dimana umat akan bertumbuh secara perlahan-lahan dalam tuntunanNya. Mereka akan tinggal di tempat milik mereka sendiri.
Dari penjelasan ini, apa yang menjadi pesan firman ini bagi kita?
- Jadilah pemimpin/gembala yang baik. Ketika dipercayakan untuk memikul tanggungjawab, kecil ataupun besar tanggungjawab itu, lakukanlah dengan baik. Tidak untuk mencari keuntungan, tidak untuk memanfaatkan keadaan, tetapi jadilah pemimpin/gembala yang takut akan Tuhan.
- Kita memasuki minggu adven yang pertama. Minggu advent mengingatkan kita bahwa kita sementara menantikan perayaan Natal tapi juga menanti kedatangan Tuhan kembali. Nantikanlah Dia dengan penuh pengharapan. Persiapkan diri dengan pertobatan dan perbuatan kasih. Tetaplah aktif bekerja dan melayani, melakukan kebaikan dan kebenaran, bersaksi tentang kasih dan kesetiaanNya.
- Nubuatan dari nabi Yeremia telah digenapi dalam diri yesus Kristus. Yesus Kristus adalah Tunas yang adil. Raja bijaksana adil dan benar.
- Teladanilah yeremia. Jangan takut menyuarakan yang benar.
- Percayalah pada janjiNya. Jangan kehilangan pengharapan, perteguh iman, menata hidup yang penu harapan di jalanNya.
Tuhan yesus memberkati, Amin.





















