TEMA BULANAN : “Gereja Mengatasi Pandemi Covid-19”
TEMA MINGGUAN : “Kuatkan Iman Dalam Pergumulan”
Bacaan Alkitab: Mazmur 46:1-12
ALASAN PEMILIHAN TEMA
Masalah pandemi Covid-19 ini benar-benar membawa kita pada berbagai krisis, misalnya ekonomi, di mana semua harus menerima kenyataan bahwa para karyawan-karyawati bahkan para buruh dan tukang harus dirumahkan, baik bersifat sementara maupun bersifat tetap, artinya kehilangan pekerjaan. Juga hampir semua bidang usaha harus dihentikan. Selain itu, terjadi krisis sosial, karena umumnya kita merasakan ketidak-tentraman, sebab semua harus menjalani program pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yaitu social dan physical distancing, dimana kita dianjurkan untuk diam di rumah, bekerja di rumah dan belajar di rumah. Pendek kata, kita dibatasi untuk berkontak langsung dengan sesama kita, bahkan kita dianjurkan untuk menjaga jarak dengan orang lain, termasuk di dalam rumah kita sendiri, kita tidak dapat bersekutu dalam ibadah bersama baik di gedung gereja, maupun di kolom atau dalam persekutuan syukur keluarga.
Sebagai orang percaya, sekarang ini kita dituntut menghadapi setiap pergumulan dengan bersandar pada Tuhan, Allah dalam Yesus Kristus, sebab hanya Tuhan Yesus saja yang mampu menjawab setiap pergumulan kita, dan untuk bersandar pada Tuhan diperlukan keyakinan berlandaskan iman yang kuat. Karena itu, sekarang kita diajak untuk membangun iman bertitik tolak dari Firman Tuhan.
PEMBAHASAN TEMATIS
n Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Mazmur adalah kitab yang umumnya banyak dikenal karena syair-syairnya sangat inspiratif, baik dalam hal yang bersifat sukacita maupun dukacita, bahkan banyak memberi jawaban dalam berbagai pergumulan hidup orang-orang percaya dari zaman ke zaman.
Mazmur 46:1-12 disajikan dalam bentuk nyanyian oleh bani Korah, dengan lagu Alamot. Bahasa Ibrani: ‘ă·lā·mō·wṯ artinya para penyanyi perempuan/soprano,(ayat.1). Selanjutnya, Mazmur 46 secara keseluruhan menggambarkan keyakinan bani Korah pada kuasa Allah yang besar dan setiap saat memberi mereka perlindungan serta kekuatan untuk meng-hadapi ancaman dalam bentuk apapun. Keyakinan bani korah ini dituangkan dalam bentuk mazmur nyanyian dengan tujuan agar keyakinan kepada kuasa Allah yang besar ini tidak berhenti pada kehidupan mereka saja, melainkan juga men-jadi keyakinan semua orang Israel. Oleh karena itu, sekarang akan diketengahkan pengertian dan makna Mazmur 46.
Pernyataan percaya atas kekuatan Allah yang dituangkan dalam nyanyian pujian dan mengagungkan Allah yang memberikan perlindungan dalam kesesakan. Keagungan Allah ini pun digambarkan juga dengan sebuah kekuatan yang besar dan Maha dahsyat, sehingga kendatipun kesesakan itu seolah-olah setara dengan berbagai goncangan, termasuk goncangan alam sekalipun, tetapi bukti perlindungan Allah memberikan jaminan pemeli-haraan bagi mereka sebagai bangsa, dan karena itu mereka tidak perlu takut terhadap apapun, Ayat 2-4 .
Masih berkaitan dengan pokok yang sama dengan ayat 2-4 yaitu pernyataan tentang keagungan Allah, maka bagian ayat 5-8 yang ditonjolkan tentang Allah yang menjadi jaminan keamanan dan ketentraman, karena itu keadaan yang tentram dilukiskan pada bagian ini sebagai kota kediaman Allah, kota yang berkubuh, Allah dinyatakan sebagai kota benteng yang teguh; kota yang memiliki keindahan dan kesejukan yang disukakan dengan aliran-aliran sungai. Selain itu, kekuasaan Allah menjadi kekuatan yang menghancurkan, artinya tidak ada satu kuasapun di bumi ini yang dapat menandingi kekuatan kuasa Allah. Inilah gambaran kedahsyatan kekuatan Allah.
Selanjutnya tentang kesaksian kekuasaan Allah yang tidak dapat dikalahkan oleh kuasa yang sebesar apapun di atas bumi ini, baik kekuatan politik maupun kekuatan duniawi yang lain. Kalimat “pemusnahan” sama dengan pembasmian, sedangkan busur panah, tombak dan kereta-kereta adalah kata simbolis dari kekuatan dunia yang turut dimusnahkan atau dibasmi oleh kekuatan kuasa Allah, sehingga hadir perdamaian dan ketentraman di atas bumi, Ayat 9 – 10.
Bagian akhirya itu pemazmur ingin menuangkan “isi hati dan kewibawaan Allah” menjadi bagian dari nyanyian yang dikumandangkan di hadapan umat Israel, dengan tujuan agar semua umat Allah itu menyadari, mengakui dan mengekspresikan dalam kehidupan mereka bahwa Allah itu adalah Yang Mahatinggi dan dimuliakan di antara bangsa-bangsa. Karena itu, Allah adalah Tuhan semesta alam yang dinyatakan sebagai “Kota Benteng” dan “Kubuh Pertahanan”, sebab perlindungan-Nya nyata dan kekal, Ayat 11 – 12.
n Makna dan Implikasi Firman
Nyanyian yang dilantunkan oleh bani Korah dalam Mazmur 46, adalah sebuah ekspresi keyakinan akan kedahsyatan kuasa Allah yang melindungi umat-Nya. Keyakinan mereka, menjadi sebuah pengalaman hidup yang melahirkan iman yang sangat kuat terhadap Allah. Dalam Perjanjian Baru, keyakinan seperti ini juga pernah diungkapkan oleh Paulus dalam nasihatnya kepada jemaat di Roma. (Roma 8:31-39). Karena itu, Alkitab memberi rumusan bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1).
Marthin Luther juga sesudah ia menempelkan 95 dalilnya di pintu gerbang Universitas Wittenberg Jerman (31 Oktober 1517), ia dikejar-kejar, baik oleh pemerintah Jerman maupun oleh penguasa gereja masa itu. Dalam kekeruan rasa dan pikirannya ia menciptakan lagu KJ No. 250 “Allahmu Benteng Yang Teguh”, disadur dari Mazmur 46. Dalam lagu ini Marthin Luther mau mengatakan bahwa menghadapi ancaman dan bahaya apapun, Allah adalah benteng tempat perlindungan yang teguh. Ia mau mengekspresikan bahwa kekuatan iman kepada Allah adalah jaminan yang kuat untuk menghadapi persoalan dan pergumulan apapun.
Kuatkan iman dalam pergumulan diangkat menjadi tema kita sekarang ini, karena kita sedang memang berhadapan dengan sebuah masalah yang sangat besar, yaitu Corona Virus Disease ’19 (COVID-19). Untuk hal ini, kita sedang berhadapan dengan “musuh yang tidak kelihatan”. Kita tidak dapat pastikan siapa yang sudah tertular, karena pada manusia ada yang bergejala ada yang tidak, kita tidak tahu apakah diri kita atau saudara kita atau teman kita yang sudah terpapar. Inilah yang kita sebut pergumulan yang besar.
Akan tetapi, Mazmur 46:1-12, memberi motivasi bahwa kita harus menguatkan iman dalam menghadapi pergumulan apapun, sebab Tuhan Allah dalam Yesus Kristus pasti membentengi kehidupan kita.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
- Apa yang dapat saudara pahami tentang kekuatan Iman dalam perikop Mazmur 46:1-12?
- Mengapa kita perlu menguatkan iman dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini?
- Bagaimana menciptakan hidup persekutuan yang saling menguatkan iman di tengah berbagai pergumulan dan tantangan yang kita hadapi sekarang?
NAS PEMBIMBING: 1 Korintus 10 : 13
POKOK-POKOK DOA:
Untuk kesadaran semua orang agas tunduk serta taat pada wibawa dan kekuasaan Allah.
Pemerintah, TNI-Polri, para Medis (dokter/perawat) dan Relawan agar tetap disertai dan diberi hikmat oleh Tuhan dalam menangani Penyebaran Covid-19.
Semua masyarakat agar patuh pada ketentuan yang dibuat oleh pemerintah, jaga kesehatan, cuci tangan dan menjalankan program social/physical distancing.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
HARI MINGGU BENTUK III
NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Nyanyian Masuk: KJ.No. 250a Allahmu Benteng Yang Teguh.
Ses Nas Pembimbing: Indah Rencanamu Tuhan.
Pengakuan Dosa: NKB No. 23 Di Dalam kasih Yang Teguh.
Pemberitaan Anugerah Allah: KJ.No. 388 S’lamat Di Tangan Yesus.
Pengakuan Iman KJ. No. 19 Tuhanku Yesus.
Persembahan: NKB.No. 213 Kita Sudah Ditebus Oleh-Nya.
Nyanyian Penutup NKB. No. 201. Di Jalan Hidupku.
ATRIBUT:
Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.







































