ALASAN PEMILIHAN TEMA
Manusia selalu suka pada hal-hal yang mendatangkan kebahagiaan. Untuk mendapatkan kebahagiaan membutuhkan perjuangan; kerja keras, keuletan, rajin, tekun dan melakukannya dengan dibarengi tanggung jawab. Kenyataannya, gereja menghadapi bentuk-bentuk kemerosotan iman. Banyak anggota jemaat yang hidup sekarang ini terjebak dalam hal-hal sekuler/keduniawian. Orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kesenangan hidup dengan melakukan cara-cara yang mengabaikan kasih bagi orang lain. Demi memuaskan diri, tega melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain. Sifat-sifat sombong, angkuh dan egois menjadi suatu hal yang sering dijumpai dalam kehidupan orang percaya. Semua ingin menjadi yang terdahulu.
Di dunia modern ini, orang-orang ingin mengejar prestise, jabatan, kekuasaan dan berorientasi pada gaya hidup yang hedonis (kesenangan dan kenikmatan materi). Orang kaya (berada) sudah tidak peduli lagi pada orang miskin bahkan merasa hebat dari orang lain. Untuk itu yang menjadi tema mingguan dalam pembacaan Matius 20:1-16 ini adalah “Yang Terakhir Menjadi yang Terdahulu dan Yang Terdahulu Menjadi yang Terakhir”
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)
Matius adalah seorang Yahudi dari Kapernaum, kota di mana Yesus Kristus tinggal paling lama, ketika Ia melakukan pelayanan. Matius juga sebagai pemungut cukai di kota itu (Mrk. 2:14 dan Luk. 5:27). Kitab Matius ditulis untuk orang Kristen asal Yahudi yang berada di diaspora atau pengasingan yang mengalami tekanan, penganiayaan dan penderitaan yang dilakukan oleh penguasa yaitu Romawi. Penulis Injil Matius menguatkan jemaat agar tetap percaya kepada Yesus Kristus yang mati tapi bangkit menyelamatkan umat manusia.
Yesus Kristus sering menggunakan perumpamaan ketika berbicara tentang misteri Kerajaan Sorga. Mengapa Yesus Kristus menggunakan perumpamaan dalam pengajaran-Nya? Jawabannya ada tertulis dalam Matius 13:34-35, berbunyi: “Semua itu disampaikan kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan satupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan” (bandingkan Mzm 78:2)”.
Perikop Matius 20:1-16 menceritakan perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur. Keraaan Sorga digambarkan seperti tuan rumah yang keluar pagi-pagi mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya (ayat 1). Tuan rumah/ pemilik kebun anggur adalah Tuhan Allah, pekerja-pekerja adalah hamba atau pelayan Yesus Kristus dan kebun anggur adalah dunia tempat di mana kita melayani. Terjadi kesepakatan pemilik kebun anggur dan pekerja-pekerja dengan upah satu dinar sehari (1 dinar adalah upah pekerja harian dalam satu hari, + Rp.150.000-200.000). Dinar adalah mata uang Romawi pada jaman Yesus Kristus.
Diceritakan kira-kira pukul sembilan pemilik kebun anggur keluar dan melihat ada orang-orang menganggur di pasar (ayat 3) lalu menyuruh untuk bekerja di kebun anggurnya (ayat 4). Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan hal yang sama (ayat 5), serta pukul lima petang ia keluar lagi mendapatkan orang lain yang menganggur sepanjang hari (ayat 6-7). Mulai dari ayat 1 sampai 7 bagaimana pemilik anggur dengan murah hati mempekerjakan orang-orang yang perlu ditolong untuk bekerja di kebun anggurnya. Ini menggambarkan Tuhan Allah pemilik kehidupan memberi berkat-Nya berupa alam ciptaan-Nya untuk dikelola oleh orang percaya/gereja.
Ayat 8, ketika malam hari, pemilik kebun anggur berkata kepada mandurnya untuk memanggil pekerja-pekerja menerima upah mereka. Mandur adalah karyawan/pekerja biasa dan merangkap juga sebagai pengawas. Dalam Akitab mandur digambarkan sebagai utusan Allah/pelayan Tuhan. Rasul Paulus menggambarkan dirinya sebagai utusan Kristus ( 2 Kor. 5:20 ; Ef. 6:20). Semua yang bekerja dari pagi sampai petang menerima upah yang sama yaitu satu dinar, termasuk pekerja yang mulai bekerja pada pukul lima petang (ayat 9). Pemberian upah ini menimbulkan reaksi dari pekerja yang bekerja dari pagi-pagi, yang datang pukul sembilan, pukul dua belas dan pukul tiga petang. Mereka memprotes kepada pemilik kebun anggur dengan pembagian upah yang tidak adil. Mereka bersungut-sungut (ayat 11) dengan mengatakan pekerja yang masuk terakhir hanya satu jam, sedangkan mereka sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari (ayat 12). Pemilik kebun anggur itu berlaku adil karena membayar berdasarkan kesepakatan awal tentang upah (ayat 2 dan 13). Selanjutnya pemilik kebun anggur itu menyuruh para pekerja mengambil bagian mereka, baik pekerja yang masuk terakhir, maupun pekerja yang masuk terdahulu (ayat 14).
Pemilik kebun anggur tentunya dengan bebas mempergunakan miliknya menurut kemurahan hatinya (ayat 15). Murah hati adalah sifat Tuhan Allah, diberikan bagi semua orang dengan tidak memandang bulu. Tuhan Allah tidak membedakan orang (Kis 10:34). Dengan mengupah sama buruh-buruh/pekerja-pekerja yang menganggur dan memberi upah sehari penuh, tuan kebun anggur itu menyatakan kebaikan hati yang melebihi keadilan yang dipikirkan pekerja-pekerjanya.
Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir. Perkataan Yesus Kristus ini mengandung arti bahwa yang terdahulu adalah orang-orang yang merasa hebat, merasa lebih baik dari orang lain dan orang-orang yang terakhir adalah kelompok orang yang didiskriminasikan, orang yang dipinggirkan, orang yang lemah dan tak berdaya. Sesungguhnya sikap hati Tuhan Allah yang mengizinkan masuk kerajaan-Nya orang yang datang terlambat, seperti orang berdosa, adalah bukti kemurahan-Nya. Kemurahan hati Tuhan Allah inilah yang menjadi anugerah bagi setiap orang yang melakukan kehendak Bapa di sorga. Tuhan Allah telah memberi kesempatan untuk dapat mengelola kebun anggur-Nya melalui tugas dan pekerjaan.
MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN
- Tuhan Allah adalah pemilik kehidupan dan sumber berkat menghendaki umat-Nya untuk menjadi alat pembawa damai dan sukacita dengan mengelola ciptaan-Nya (kebun anggur) dengan baik.
- Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus adalah murah hati, yang telah datang ke dunia untuk menebus umat manusia dari kuasa dosa lewat kelahiran, kematian dan kebangkitan-Nya. Ia yang memberi anugerah waktu kepada pekerja-pekerja kebun anggur-Nya baik pagi, siang, petang, naupun malam agar memanfaatkannya dengan tidak bersungut-sungut.
- Sebagai umat ciptaan-Nya kita harus mengimplementasikan hal-hal:
- Jangan merasa diri lebih unggul dan lebih hebat karena memiliki kedudukan, jabatan dan kuasa atau tugas yang menguntungkan dengan meremehkan orang lain.
- Jangan lupa dalam kehidupan harus memberikan perhatian dan kepedulian bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan.
- Janganlah iri hati dan cemburu kepada orang lain yang mempunyai karunia Tuhan Allah yaitu berkat rohani dan jasmani.
- Tahu untuk mengucap syukur atas segala berkat yang Tuhan Allah
- Di saat merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini, kita diajak untuk hidup tetap bersandar pada Tuhan Allah dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang berkenan bagi-Nya dengan selalu mempraktikkan kasih.
PERTANYAAN DISKUSI:
- Apa yang saudara pahami tentang, yang terakhir menjadi terdahulu dan yang terdahulu menjadi yang terakhir menurut Matius 20:1-16?
- Bagaimana sikap kita sebagai gereja menjauhi sikap merasa lebih hebat dan meremehkan serta rasa iri hati, cemburu terhadap sesama?
NAS PEMBIMBING: Roma 9:15
POKOK-POKOK DOA:
- Mengajak Jemaat untuk tahu mengucap syukur.
- Bagi Jemaat kiranya dapat mengelolah berkat Tuhan Allah dengan baik.
- Menolong sesama yang membutuhkan.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV
NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan: PKJ No.13 Kita Masuk Rumah-Nya
Pembukaan: PKJ No. 103 Carilah Dahulu Kerajaan Allah
Pengakuan Dosa & Pengampunan: NKB No. 73 Kasih Tuhanku Lembut
Ses Pembacaan Alkitab: NKB No. 119 Nyanyikan Lagi Bagiku
Persembahan: KJ No. No.433 Aku Suka Membagi
Penutup: Kerajaan Allah Datanglah
ATRIBUT: Warna dasar Putih dengan Simbol Lilin di atas Palungan.





































