SOBAT obor, betapa pentingnya bagi orang muda mendengarkan ajaran hikmat. Ayat ini merefleksikan betapa pentingnya hubungan antara sesama anggota keluarga di tengah masyarakat Israel kuno, yang pada waktu itu berawal dari ranah kekerabatan atau kekeluargaan. Pada kalimat hikmat ini ada tiga anggota keluarga yang disebut yakni anak, bapa dan ibu. Waktu itu, kehidupan bapa dan ibu sangat tergantung pada si anak, demikian pula sebaliknya. Orang tua yang anaknya bijak tentu berbahagia karena melihat anaknya memiliki karakter iman yang baik dan reputasi yang baik. Sebaliknya, orang tua yang anaknya bebal, akan dipenuhi kesusahan, kecemasan, kekecewaan karena memiliki karakter buruk. Pengajaran ini penting berkaitan dengan karakter, beretika, bermoral, reputasi si anak sebagai pewaris menentukan kebahagiaan keluarga dan keberlangsungan hidup keluarga dalam status sosial masyarakat. Ayat ini mendorong orang tua mendidik anak-anaknya menjadi orang bijak bukan bebal.
Sebagai anak di dalam keluarga, marilah kita menggunakan uang dengan bijaksana. Apakah itu uang yang kita peroleh dari jerih payah sendiri dan atau uang pemberian orang tua kepada kita. Justru ada tanggung jawab yang lebih besar jika itu merupakan pemberian yang dipercayakan kepada kita. Jangan sampai kita menggunakan uang pemberian orang tua hanya untuk berfoya-foya atau lebih pada keinginan semata bukan berlandaskan pada kebutuhan hidup. Ingatlah pesan firman Tuhan bahwa anak yang bijak dapat memberikan sukacita kepada orang tuanya. Sebaliknya anak yang bebal mendatangkan dukacita kepada orangtuanya. Orang tua akan menjadi kecewa kalau anak-anaknya hidup dalam jalan kesesatan, tidak disiplin, dan membawa kesusahan bagi orang sekitarnya. Adakah orang tua yang merasa bangga dengan anak seperti itu? Justru, orang tua tidak bangga, bahkan mendatangkan aib bagi keluarganya. Sebagai seorang hamba yang baik, gunakanlah pekerjaan, uang, talenta, hikmat Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain terutama menjaga nama baik keluarga. Dengan adanya pendidikan dan teladan yang baik dari keluarga, maka dapat membentengi pemuda gereja dari lingkungan buruk di sekitar kita. Amin (NAH)

























