
Saudara-saudara yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan Yesus!
Shalom, Damai di hati,
Marthin Luther adalah seorang tokoh reformator Gereja yang merumuskan tiga hal yaitu, Sola Fide (hanya oleh iman), Sola Gracia (hanya oleh anugerah)dan Sola Scripture (hanya oleh kitab suci). Marthin Luther menitikberatkan bahwa keselamatan adalah pemberian Tuhan, bukan karena perbuatan manusia. Kitapun sering lebih dekat dengan istilah Gracia atau Anugerah. Keselamatan dari Tuhan Yesus adalah Anugerah yang berpusat pada karya kematian dan kebangkitanNya, sehingga orang yang diselamatkan itu karena Tuhan sendiri yang menyelamatkan.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus!
Dalam hubungan dengan bacaan kita Kisah Para Rasul 10:34-43 adalah bagian dari anugerah Yesus Kristus kepada seorang yang bernama Kornelius. Kornelius adalah seorang perwira pasukan Romawi yang mendapat penglihatan. Sudah tentu Kornelius bukan berasal dari orang Yahudi. Kisah para Rasul memang adalah bagian cerita yang mengisahkan perjalanan penginjilan para Rasul. Kisah Para Rasul sendiri ditulis oleh Lukas atau buku kedua Lukas setelah Injil Lukas(Kis 1:1, Luk 1:1). Dalam bacaan kita Anugerah Tuhan Yesus yang menyelamatkan diceritakan oleh penulis terjadi ketika Petrus diutus kerumah Kornelius. Petrus sebenarnya enggan untuk ke rumah Kornelius karena larangan orang Yahudi bergaul dengan non Yahudi, namun oleh penglihatan Petrus, maka Petrus pergi ke rumah Kornelius. Hal yang sama sebelumnya juga dialami oleh Kornelius ia mendapat penglihatan jam 3 petang dimana seorang malaikat masuk kerumahnya dan mengatakan bahwa doa dan sedekah Kornelius diingat Tuhan, sehingga Kornelius disuruh menjemput Petrus dari Yope. Keesokan harinya saat ketiga orang suruhan Kornelius berada dalam perjalanan ke Yope, Petrus mengalami penglihatan. Ketika Petrus berdoa, dan ia merasa lapar, ingin makan, tiba tiba rohnya diliputi kuasa ilahi, dan tampaklah langit terbuka, turun kain lebar yang terdapat berbagai jenis binatang termasuk binatang yang haram. Petrus enggan memakannya, namun Tuhan mengatakan bahwa itu halal. Petrus sangat bigung pada penglihatan yang sampai tiga kali terjadi.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus,
Dalam keadaan bertanya tanya tentang penglihatan itu, orang suruhan Kornelius sampai kepada Petrus untuk menjemputnya. Petrus tidak menolak, Karena Roh menyuruh Petrus untuk pergi kepada Kornelius, sehingga ia mulai mengerti penglihatan itu yaitu apa yang dianggap tidak najis oleh Allah(bangsa lain) tidak boleh dianggap najis oleh Petrus.
Pada akhirnya pertemuan Petrus dan Kornelius terjadi, bahkan orang orang Kornelius pun hadir. Dalam bacaan kita, setelah Kornelius menjelaskan penglihatannya kepada Petrus, maka Petrus mengerti bahwa Allah tidak membedakan orang sebab orang yang takut akan Tuhan serta mengamalkan Kebenaran berkenan padaNya(ayat 34-35). Kata berkenan dalam ayat 35, berasal dari kata Yunani Dektos yang berarti dapat diterima. Jadi amalan kebenaran Kornelius dapat diterima Allah, tetapi kata berkenan tidak boleh dipahami sebagai suatu kontradiksi atau pertentangan bahwa anugerah keselamatan didalam Yesus bukan karena perbuatan baik, tetapi kenapa anugerah Keselamatan itu berlaku saat Kornelius berbuat kebenaran, atau kenapa Allah berkenan kepada doa dan sedekah Kornelius, sehingga ia diselamatkan? Tentu kita hendak memahami bahwa Allah sangat mengasihi manusia, apalagi orang yang mengamalkan Kebenaran, pastinya Tuhan Allah tidak mau amalan kebenaran Kornelius menjadi sia sia. Andaikata ada keselamatan lewat perbuatan baik tanpa Yesus, maka tidak perlu terjadi pertemuan antara Petrus dan Kornelius. Selanjutnya Petrus menerangkan bahwa Anugerah Keselamatan didalam Yesus Kristus sebagai Tuhan bagi semua orang itulah berita damai sejahtera yang ditugaskan untuk diberitakan oleh para Rasul (ayat 36)
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus!
Petrus kemudian menceritan karya Yesus Kristus yang diketahui oleh Kornelius dan semua orang yang hadir, tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, yaitu tentang Yesus karya Yesus yang berbuat baik dan menyembuhkan orang bahkan yang dikuasai Iblis (ayat 37-38). Petrus melanjutkan perkataannya bahwa Ia sendiri adalah saksi(Yun; Martus, Saksi Mata) dari peristiwa kematian dan kebangkitan Kristus, setelahnya Petrus dan para Rasul, murid murid yang hidup dengan Yesus(makan dan minum bersama Dia) diutus kepada seluruh dunia untuk memberitakan tentang Yesus yang menghakimi orang orang hidup dan orang orang mati atau anugerah keselamatan didalam Yesus, sebab itu didalam Yesus ada pengampunan dosa bagi mereka yang percaya(ayat 39-42). Petrus dan para Rasul diperintahkan langsung oleh Yesus untuk memberitakan tentang pengampunan dosa didalam Yesus (Mat 28;19)
Saudaraku, pada akhirnya pertemuan Kornelius serta orang orangnya dan Petrus menghasilkan peristiwa dasyat. Orang orang Yahudi atau golongan bersunat yang bersama Petrus tercegang akan kasih Allah yang juga dicurahkan bagi orang non Yahudi(bangsa bangsa lain), dimana orang orang dari bangsa lain tersebut, bisa berbahasa roh dan memuliakan Allah, semua itu terjadi oleh Roh Kudus yang turun keatas mereka. Maka keselamatan terjadi dengan dibaptisnya Kornelius dan semua orang yang menyertai dia, dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Selanjutnya mereka meminta Petrus untuk tinggal beberapa hari lagi.
Saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus!
Belajar dari Firman ini, Pertama, kasih Allah tak terbatas, sehingga Ia memberikan anugerahNya kepada siapa saja yang dikehendaki. Yesus Kristus adalah pusat keselamatan, sehebat hebatnya manusia berusaha tanpa Yesus keselamatan itu sia sia. Ia Tuhan menjadi manusia dalam Yesus berkarya lewat kematian dan kebangkitan. Ingatlah perkataan Yesus dalam Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yesus Kristus pusat keselamatan dimana Ia sendiri yang memilih kita dengan kasih karuniaNya agar kita diselamatkan bukan karena kehebatan dan kebaikan kita, semua karena anugerahNya. Sebab itu jangan jadi orang yang membatasi kasih Allah, dengan menjadi angkuh, pilih kasih, dan mengganggap orang lain rendah. Bukankah pemahaman seperti ini sebelumnya ada pada Petrus yang merupakan Yahudi, tetapi akhirnya ia sadar bagaimana Kasih Allah yang tak terbatas.
Kedua, Orang percaya hendaknya melakukan kebenaran, karena iman kepada Yesus, dan Allah berkenan kepada kebenaran. Kornelius berdoa dan berbuat baik, disini mauenjelaskan, bahwa Allah tidak mau doa dan sedekah Kornelius itu sia sia, seandainya doa dan sedekah Kornelius dapat menyelamatkan ia, maka tidak perlu Kornelius mengenal Yesus, namun pada akhirnya Petrus disuruh untuk memberitakan kepada Kornelius tentang Yesus. Kita harus berdoa dan mengamalkan Kebenaran, namun doa dan kebenaran kita tanpa Yesus semua sia sia. Ada orang berbuat baik karena ia tahu perbuatan baik itu benar, namun salahnya perbuatan baik itu memiliki motif lain yaitu agar mendapat keuntungan dari perbuatan baiknya, jika ia tidak mendapat untung dari perbuatan baiknya maka ia tidak lagi berbuat baik, bukankah ini perbuatan baik tanpa Yesus? Orang yang beriman kepada Yesus pasti berbuat baik. Satu hal lagi yang sering terjadi, dimana ada orang yang mulai rajin beribadah dan berbuat baik, ternyata ujung ujungnya agar dapat dipilih menjadi seorang Pelayan Khusus, ini bukan hal kebaikan didalam Yesus. Kebaikan itu bukan terjadi pada situasi tertentu saja tetapi hendaknya menjadi gaya hidup. Sebab kalau kebaikan didasarkan pada suatu keuntungan kebaikan itu mudah sirna.Ingatlah Kornelius diceritakan adalah seorang yang tulus hati, takut akan Allah dan berbuat baik(Kis 10:21), padahal Kornelius belum mengenal Yesus, tetapi ia sudah berbuat kebenaran, sehingga Tuhan Allah tidak mau semua kebenaran sia sia, Tuhan berkenan menyatakan keselamatan padanya. Orang percaya hendaknya tetap berbuat baik, tulus , takut akan Tuhan sebagai bagian dari iman, sebab Tuhan Allah pasti berkenan dengan semua itu sepeti tema kita “Orang yang takut akan Dia dan mengamalkan Kebenaran berkenan KepadaNya”
Semoga demikian. Tuhan Yesus Memberkati. Amin




















