
Shalom, Jemaat Tuhan…
Dalam Tafsiran Matthew Henry terdapat kalimat “apapun keadaan kita, meskipun begitu mengenaskan, kita harus terus berseru kepada Allah”. Keadaan kita manusia begitu rusak dan kacau karena dosa, sehingga membuat kita menjauhi Allah. Dalam Kejadian 3:8 Adam dan Hawa pun demikian di taman Eden, ketika mereka jatuh dalam dosa, mereka sadar dan bersembunyi dari Allah. Kebanyakan orang percaya ketika jatuh dalam dosa, mereka menghindar dan menjauh dari Allah. Dosa benar-benar memisahkan manusia dari Allah, tetapi dosa tidak akan bisa memisahkan kasih Allah kepada manusia berdosa. Untuk itu kita belajar dari Mazmur 130:1-8, yang memperlihatkan seorang pemazmur datang berseru mencari Allah dalam pengakuan dosa dan memohon pengampunan-Nya.
Pemazmur dalam ayat 1-2, menaikan seruan pemohonan kepada Tuhan. Ayat 3-4, perihal mengaku dosa kepada Tuhan. ayat 5-6, memiliki pengharapan kepada Tuhan, dan ayat 7-8, suatu kepastian pembebasan dari Tuhan.
Ayat 1, dari jurang yang dalam pemazmur berseru kepada Tuhan. Kedalalaman menggambarkan kesesakan yang hebat, keputusasaan dan ketakutan yang mendalam, itu menurut penafsir Joseph Benson (teolog Inggris). Ayat 2, pemazmur memohon perhatian Tuhan atas seruannya. Bagian ini bukan hanya memperlihatkan sebuah penderitaan fisik, tetapi kesadaran akan dosa yang memisahkan manusia dari Tuhan Allah. Menjadi bukti bahwa manusia dalam keadaan berdosa tidak punya kemampuan untuk menolong dirinya sendiri. Manusia berdosa membutuhkan Tuhan, satu-satunya sumber pengampunan.
Ayat 3, dosa membuat manusia tidak akan tahan dihadapan Tuhan, sebab dosa pasti akan mendapat hukuman yang setimpal. Akan tetapi ayat 4 mengarah kepada kebutuhan mutlak manusia berdosa yaitu pengampunan. Semua manusia sudah berdosa tidak ada satupun perbuatan manusia yang membuatnya layak dihadapan Tuhan. Untuk itu pengampunan dari Tuhan mendorong manusia untuk hidup takut akan Tuhan, sebab pengampunan diberikan Tuhan bukan karena manusia layak menerimanya, tetapi karena Tuhan maha pengampun.
Manusia berdosa harus berseru, memohon sambil berharap kepada Tuhan. Ayat 5, menggambarkan pendosa yang menunggu pengampunan, Menunggu dengan aktif dan mengharapkan firman-Nya. Penafsir Charles John Ellicott (teolog Inggris) menggambarkan seseorang yang jiwanya tidak sabar dan gelisah karena menderita akibat dosa. Ayat 6, seperti pengawal kota yang menantikan pagi, mengharapkan fajar menyingsing, agar mereka dapat menyelesaikan tugas dan beristirahat.
Menurut Benson, dasar untuk berharap adalah kasih setia Tuhan. Ayat 7 menyatakan bahwa pembebasan sudah berlimpah. Penafsir Matthew Poole (teolog Inggris), menyatakan bahwa Tuhan menyelamatkan Israel sejati yang mencakup umat pilihan Allah baik dari keturunan jasmani (Yahudi) maupun rohani (orang beriman). Ayat 8 ini merupakan jaminan yang kuat, bukan sekedar harapan samar, bagian ini mengantar orang berdosa kepada Perjanjian Baru yaitu Yesus Kristus yang meyelamatkan umat dari dosa (Mat. 1:21).
Jemaat Tuhan…
Pada umumnya agama mengajarkan bahwa pengampunan dapat diperoleh melalui ritual atau perbuatan tertentu manusia. Tetapi Injil yang sejati mengajarkan kepada kita bahwa hanya melalui Kristus Yesus kita orang yang paling berdosa sekalipun dapat memperoleh pengampunan dan keselamatan. Kita semua orang berdosa harus datang kepada Allah seperti yang dilakukan oleh pemazmur. Jangan hanya sekedar sadar akan dosa, tetapi kita harus mengakui dosa-dosa kita dihadapan Allah, datang berdoa dengan kesungguhan kepada-Nya. Di dalam Dia kita menanti dengan taat dan setia pada Firman-Nya, sebab ada pengharapan, ada kepastian tentang pembebasan dan keselamatan. Kita sudah menyaksikannya dalam karya yang Agung yaitu melalui Yesus Kristus.
Mari jemaat Tuhan kita menghayati minggu-minggu sengsara Tuhan Yesus Kristus dengan selalu melihat bahwa keselamatan itu gratis tapi bukan murahan sebab dibayar dengan darah-Nya yang mahal. Dosa akan menghancurkan dan merusak relasi kita dengan Tuhan, relasi kita dengan sesama, bahkan dosa membuat kita menjadi manusia serakah yang merusak alam, dosa membawa kita jatuh kedalam jurang yang paling dalam tetapi ingat bahwa Anugerah Allah selalu mencari dan menemukan kita yang berdosa. Tuhan menunggu dan menantikan kita kembali, pulang dan bertobat dari dosa. Kita sudah ditebus dan diselamatkan untuk hidup kudus dan mentaati Tuhan, Amin… Soli Deo Gloria…




















