
Jika ditanya apa hal terbaik yang ingin saudara peroleh dalam hidup ini, mungkin ada yang menjawab kesuksesan, kelimpahan materi, mendapat pekerjaan di perusahaan terbesar, menjadi seorang jenius, menjadi seorang pemimpin, serta hal-hal lain. Masing-masing kita memiliki kategori yang berbeda-beda dalam memperoleh hal yang dianggap terbaik dalam hidup ini. Baik secara umum seperti kesehatan, pendidikan, finansial, maupun secara khusus. Semuanya dianggap baik untuk diperoleh. Namun, apakah yang paling berharga dari semuanya itu? Yang paling berharga ialah hikmat. Sangat jarang kita menemukan orang yang akan menjawab bahwa hikmat adalah sesuatu yang berharga atau sesuatu yang ingin diperoleh.
Dalam Amsal 4:1-9, dijelaskan betapa pentingnya memperoleh dan memelihara hikmat. Salomo menulis tentang bagaimana kita dapat memperoleh hikmat dan memeliharanya.
Dalam ayat 1-2, Salomo memulai dengan sebuah hubungan yang penuh kasih antara seorang ayah dengan anak-anaknya, “Hai anak-anak, dengarkanlah didikan ayahmu, dan perhatikanlah supaya kamu beroleh pengertian.” Disini Salomo menekankan pentingnya menghargai hikmat dan didikan dari orang tua dan orang yang lebih tua. Ini merupakan nasihat dari seorang ayah dan kemudian diteruskan kepada anaknya untuk menjadikan hikmat sebagai hal yang paling utama dan paling mendasar dalam hidup. Sangat penting bagi seorang anak untuk mendengarkan didikan dari seorang ayah. Sebab didikan dari seorang ayah dapat membantu pembentukan karakter anak-anak dengan nilai-nilai positif misalnya dalam melatih kejujuran, kedisiplinan, dan kerja keras. Ketika seorang ayah memberikan didikan bagi anaknya bukan hanya melalui setiap kata tetapi juga harus dibarengi dengan tindakan nyata. Sebab anak adalah peniru yang baik. Apa yang hendak dilakukan oleh ayahnya itu juga yang akan dilakukan anaknya. Didikan dari seorang ayah akan sangat membantu dalam membangun hubungan yang lebih kuat antara ayah dan anaknya yang dapat berlangsung seumur hidup.
Apa yang diperoleh Salomo melalui didikan dan ajaran dari ayahnya raja Daud itulah yang hendak dia sampaikan dalam ayat 3 dan 4 “Ia mengajarkan aku dan berkata kepadaku: ‘Biarlah hatimu memegang perkataanku dengan sungguh-sungguh, perhatikanlah itu, maka engkau akan hidup.'” Salomo menekankan bahwa memelihara hikmat berarti memegang perkataan Tuhan dengan sungguh-sungguh dan memperhatikannya. Ini menjadi pengingat bahwa seorang raja sekalipun pernah menjadi murid yang mau belajar, yang mau menerima pengajaran dan didikan dari ayahnya.
Salomo menekankan bahwa memperoleh hikmat adalah prioritas utama dalam hidup kita. Hikmat digambarkan sebagai harta yang harus didapatkan, dipelihara, dan dijaga sungguh-sungguh karena akan memberikan perlindungan, kehormatan dan kehidupan yang baik. Hikmat merupakan harta yang paling berharga bahkan lebih berharga dari kekayaan dan kesenangan duniawi. Sama seperti lirik lagu anak sekolah minggu ‘dengan hikmat Tuhan meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkanNya langit.’
Demikian pula dengan pengamsal yang mau memberikan pengertian bahwa hikmat harus dijadikan prioritas tertinggi dalam hidup. Dikatakan dalam ayat 8 ‘Junjunglah dia (hikmat) dalam bahasa Ibrani berarti “mengangkat tinggi”. Ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya sekedar memiliki hikmat tetapi juga harus menjadikannya landasan dalam setiap hal yang kita lakukan.
Jika kita menjadikan hikmat sebagai landasan hidup kita maka kita akan memperoleh mahkota kemuliaan sebagaimana yang tertulis dalam ayat 9. Untuk mendapatkan mahkota itu maka kita harus berusaha, melatih diri dan mau belajar.
Saudaraku, sebagai umat yang percaya sering kali kita mencari jawaban dan solusi untuk masalah-masalah yang terjadi dalam hidup kita. Namun, ada satu hal yang lebih penting daripada mencari jawaban dan solusi, yaitu mencari dan meminta hikmat dari Tuhan. Hikmat bukan hanya tentang pengetahuan atau kebijaksanaan, tetapi tentang memahami kehendak Tuhan dan hidup sesuai dengan firmanNya. Ketika kita mencari hikmat, maka kita akan memahami bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih besar untuk hidup kita.
Dengan hikmat Tuhan, maka kehidupan kita akan diberkati. Dengan hikmat Tuhan, maka orang tua akan mampu menjalankan tugas tanggung jawabnya untuk mendidik anak- anak sehingga warisan yang paling berharga ini akan terus dinikmati oleh generasi-generasi selanjutnya. Sebab hikmat merupakan harta yang paling berharga bila dibandingkan dengan kekayaan dan kesenangan duniawi. Tuhan Yesus kiranya menolong kita dalam memperoleh hikmat dan terus memampukan kita untuk memelihara hikmat-Nya. Amin.








































