Wahyu 20:6a,
Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu.
Berbahagia Dan Kuduslah Mereka Yang Dibangkitkan
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Semua orang ingin berbahagia dan berusaha dengan segala cara agar dapat menikmatinya terus-menerus. Standar kebahagiaan itu berbeda-beda menurut masing-masing orang. Ada yang berbahagia jika memiliki uang/harta yang banyak, status sosial dan kedudukan tinggi, hidup damai dengan orang lain dan sebagainya.
Firman hari ini berbicara tentang kebahagiaan. Ayat 4b dan 5 telah menyatakan bahwa orang percaya yang tetap taat dan setia akan hidup kembali atau mengalami kebangkitan yang pertama. Dikatakan bahwa mereka yang mengalami kebangkitan yang pertama tersebut adalah orang-orang yang berbahagia dan kudus. Kata berbahagialah diterjemahkan dari kata Yunani makarios yang berarti blessed (diberkati), happy (berbahagia), lucky (beruntung). Sementara kata kudus diterjemahkan dari kata hagios yang berarti holy (kudus, suci), pure (murni), consecrated to God (dikuduskan bagi Allah). Artinya mereka berbahagia, diberkati oleh Tuhan Allah dan dikuduskan bagi Tuhan Allah, karena mereka hidup kembali atau dibangkitkan. Sebab, tidak semua orang akan dibangkitkan atau hidup kembali dan menikmati kehidupan kekal. Hanya mereka yang benar-benar memelihara ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan Allah. Kebahagiaan itu dikaruniakan oleh Tuhan Allah kepada orang percaya yang taat dan setia melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Nya. Kebahagiaan itu dikaitkan dengan kehidupan yang taat dan setia kepada Tuhan Allah. Kebahagiaan juga dikaitkan dengan kehidupan kekal yang disediakan Tuhan Allah.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Hidup orang Kristen tidaklah mudah. Kita harus menghadapi tantangan dan godaan karena iman dan cara hidup kita yang berbeda dari orang lain. Ada orang Kristen yang lelah menderita dan kehilangan harapan. Mereka merindukan kebahagiaan dan kelepasan dari semua itu. Firman hari ini mengajak semua orang percaya, untuk tidak mencari atau mengejar kebahagiaan yang ditawarkan oleh dunia ini yang sifatnya semu dan tidak kekal. Kita diajak untuk tetap melakukan dengan taat dan setia segala firman Tuhan Allah di tengah konteks kehidupan yang tidak mudah. Sebab, telah tersedia kehidupan kekal yang merupakan kebahagiaan yang disediakan Tuhan Allah bagi kita.
Doa: Ya Tuhan Allah, bimbinglah kami untuk selalu taat dan setia kepada-Mu di tengah tantangan, persoalan dan penderitaan yang kami alami, sehingga kelak kami layak disebut berbahagia dan kudus di hadapan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.























