Efesus 5:11-14
MENELANJANGI PERBUATAN KEGELAPAN
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Saat terang hadir, kegelapan hilang. Identitas kita sebagai terang dunia, sebagaimana kata Yesus Kristus dalam khotbah-Nya di bukit, mendorong kita mengambil sikap di tengah kegelapan dunia yang merajalela. Salah satu sikap yang penting adalah komitmen untuk menyatakan yang gelap sebagai gelap, dosa sebagai dosa. Itulah sifat dari terang.
Penulis surat Efesus meminta jemaat untuk jangan turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, melainkan untuk menelanjangi perbuatan-perbuatan itu. Untuk tidak turut mengambil bagian dalam perbuatan kegelapan maka orang percaya harus dengan berani menyatakan hal itu sebagai kejahatan dan dosa di mata Tuhan Allah.
Saat Yusuf digoda oleh isteri Potifar, Yusuf menyatakan perzinahan sebagai kejahatan besar di hadapan Tuhan Allah dan dengan demikian menelanjangi perbuatan kegelapan itu. Kata “menelanjangi” yang dipakai penulis pada ayat ini berarti menyatakan apa yang jahat sebagai yang jahat. Mereka yang dengan berani menyatakan dosa sebagai dosa pada dasarnya menghidupi sifat terang itu sendiri, yakni membuka dan menyatakan apa yang ada dalam kegelapan. Untuk menegaskan hal ini, penulis surat Efesus mengutip Yesaya 26:19 dan 60:1 yang kemudian dibahasakan secara Kristosentris, “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Orang percaya yang menghidupi identitasnya di dalam Yesus Kristus mengalami bahwa Ia bercahaya di dalam dan melalui dirinya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Sebagai keluarga Kristen, kita perlu menjalankan pola pengajaran yang dengan tegas membedakan apa yang baik dan yang jahat, apa yang jahat dan yang berdosa. Kompromi pada hal-hal yang kita anggap sebagai “dosa kecil” pada akhirnya akan membuat kita masuk dan mengambil bagian dalam perbuatan kegelapan yang semakin besar. Komitmen untuk hidup dalam terang begitu diperlukan hari-hari ini mengingat generasi selanjutnya yang membutuhkan keteladanan Yesus Kristus yang nyata dalam hidup kita, Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, tolonglah kami bersikap tegas menyatakan tidak terhadap dosa. Bukan hanya menyatakannya, namun juga dengan tidak mengambil bagian di dalamnya. Kami rindu menghidupi keteladanan Yesus Kristus dalam hidup kami. Amin.





































