Matius 22:15
Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
Rencana Jahat Menjerat Yesus
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak jauh dari dinamika sosial, baik di tempat kerja, dalam kehidupan bergereja, maupun di tengah keluarga. Ada realita rasa iri, kompetisi tidak sehat dan keinginan untuk menjatuhkan orang lain secara halus, begitu nyata dalam kehidupan kita.
Firman Tuhan hari ini menceritakan tentang rencana orang-orang Farisi untuk menjerat Yesus. Mereka membuat rencana atau berunding atau bersekongkol untuk menjerat Yesus. Menjerat dapat juga diartikan “memasang perangkap” atau “menjebak”, terjemahan dari kata Yunani pagideususin. Adapun orang-orang Farisi adalah kelompok religius Yahudi yang sangat ketat dalam menaati hukum Taurat. Mereka merasa terancam oleh pengaruh Yesus yang mengajarkan kebenaran dan menarik banyak pengikut. Jelas dalam ayat ini bahwa mereka tidak lagi mencari kebenaran melainkan mencari-cari kesalahan Yesus untuk menjerat dan menjatuhkan-Nya secara hukum dan politik. Orang Farisi datang dengan niat jahat, bukan ingin belajar dari Yesus melainkan menjebak Yesus. Orang Farisi melihat Yesus sebagai ancaman, bukan sebagai Mesias. Mereka tidak mampu membantah ajaran-Nya, karena itu mereka merancang jebakan. Motivasi mereka adalah iri hati, bukan cinta akan kebenaran. Dan mereka memakai kemasan religius untuk menyembunyikan motivasi jahat.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan hari ini memberi pengajaran kepada kita bahwa tidak semua pertanyaan datang dari hati yang tulus. Tetapi sekalipun dunia bisa merancang jebakan bagi orang benar, sebagai orang percaya kita diingatkan agar jangan ada rancangan-rancangan kejahatan di antara kita, baik dalam kehidupan keluarga, jemaat ataupun masyarakat. Ketika kita dihadapkan pada situasi sulit atau jebakan kata-kata, jangan terburu-buru menjawab. Kita dipanggil untuk hidup jujur dan cerdik di tengah dunia yang licik. Jangan menyembunyikan niat jahat dibalik pertanyaan ataupun pelayanan. Jika kita jadi sasaran fitnah, ingat, Yesus pun pernah diperlakukan demikian. Tuhan Yesus kiranya menolong kita untuk tidak terjebak dengan kata-kata manis, juga menolong kita semua untuk tidak menjadi orang yang suka menjebak orang lain. Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, kami menyadari bahwa kami bukanlah manusia yang sempurna. Kami seringkali berada dalam kesalahan dan merasa nyaman dengan semua itu. Tolonglah kami untuk tidak terjebak dengan kata-kata manis, juga tidak menjadi orang yang suka menjebak orang lain. Berilah kami hati yang mau berubah dan berbalik dari jalan kami yang jahat, sehingga nama-Mu yang dipermuliakan dalam hidup kami. Dalam nama Yesus, Amin
























