Zefanya 3:9–10,
Berhati-Hatilah Dalam Berucap
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Ada istilah menyebutkan ‘mulutmu, harimaumu’. Menjaga mulut dalam berucap. Hal ini bukan sebuah perkara mudah, apalagi saat dikuasai amarah. Jika tak bisa menguasai amarah, lidah yang tak bertulang bisa mengeluarkan ucapan berupa sumpah serapah yang dapat menyakiti hati orang lain dan menjadi bumerang untuk diri sendiri. Ucapan harus dijaga agar berkata-kata yang berkenan kepada Tuhan Allah.
Melalui nabi Zefanya, Tuhan Allah telah berjanji akan terjadi pembaharuan dalam tutur kata bangsa-bangsa, sebagaimana pembacaan Alkitab pada hari ini, “Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama Tuhan, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.” Yang dimaksud dengan ungkapan ‘bibir bersih’ adalah yang sebelumnya dipakai memanggil nama ilah-ilah lain diubah menjadi bibir yang memanggil nama Tuhan Allah. Tuhan Allah mengubah ujaran kebencian, mulut kotor, berbicara dengan kasar dengan ucapan yang menjadi berkat. Tuhan Allah berjanji akan memulihkan keadaan bangsa-bangsa sehingga mereka akan memanggil nama-Nya. Mereka akan diberikan bibir yang bersih, tulus dan murni supaya mereka memanggil nama Tuhan Allah dan beribadah kepada-Nya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Bagi orang Kristen ucapan bibir harus disampaikan secara berhati-hati. Sehingga setiap perkataan akan menjadi berkat bagi yang mendengar dan memuliakan Tuhan Allah. Kita sering dengar “Karena mulut, badan binasa.” Kalimat ini mengandung makna hanya dengan salah bicara akan berakibat bahaya, sakit hati dan dendam. Dengan menjaga kata-kata, diharapkan menjaga hati orang yang mendengar. Ucapan-ucapan yang tidak bersih, tidak tulus dan tidak murni akan menyakiti dan menghancurkan relasi yang terkadang belum tentu sembuh, meski dengan kata maaf. Oleh karena itu sebagai suami, istri, orangtua dan anak-anak serta sahabat, marilah kita melakukan apa yang Paulus tuliskan dalam Filipi 4:8: “Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap di dengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, mampukanlah kami berpikir matang sebelum mengucapkan kata-kata agar setiap ucapan menjadi berkat bagi yang mendengar. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.



















