Firman Tuhan untuk Kehidupan
Imamat 25:1
Manusia bisa mati secara jasmani jika tidak makan dan minum dalam waktu tertentu, sama halnya secara rohani akan mati kalau tidak makan roti sorga dan minum air kehidupan. Dalam Injil Matius 4:4 mengatakan bahwa “… Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Apa artinya manusia sehat secara jasmani, tapi tidak sehat secara rohani. Sesungguhnya Allah menginginkan manusia hidup kudus di hadapan-Nya. Karena itu manusia perlu ada keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani. Zaman sekarang, manusia mengejar kebutuhan jasmani tapi sering melupakan kebutuhan rohani, karena itu mendengar Firman Tuhan adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan rohani dan menjaga kekudusan hidup sebagai bukti melakukan Firman Tuhan.
Bacaan Alkitab hari ini menyampaikan berita tentang Tuhan yang berfirman kepada Musa di gunung Sinai. Gunung Sinai adalah tempat yang luar biasa, dipilih, dipakai dan dikuduskan Tuhan untuk menyampaikan Firman-Nya kepada Musa yang selanjutnya akan ia teruskan kepada umat yang dipimpinnya. Mengapa? Karena Tuhan itu kudus, sehingga Ia menginginkan firman-Nya disampaikan di tempat yang kudus dan diterima dalam kekudusan. Tujuannya agar bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah dipersiapkan untuk masuk tanah Kanaan dengan kesiapan jasmani dan rohani supaya mereka menjalani kehidupan yang kudus dan menikmati kesejahteraan di tanah yang dijanjikan Tuhan.
Sebagai keluarga Kristen, kisah ini mengingatkan kita bahwa mendengar Firman Tuhan bukan sekedar rutinitas melainkan menjadikan hal itu sebagai moment yang kudus, dimana kita perlu mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani. Artinya dalam persekutuan ibadah, kita tidak hanya mendengar dan mengikuti secara liturgis, melainkan perlu memperhatikan kekudusan hidup melalui persiapan hati dan pikiran, merendahkan diri dalam pengakuan dosa, dan melakukan Firman Tuhan dengan setia dalam kehidupan sehari-hari. Amin. Doa: Ya Tuhan, Firman-Mu adalah kudus dan mulia. Sucikan kami, agar kami layak mendengar dan melakukan Firman-Mu. Kami percaya Firman-Mu adalah pedoman dalam hidup kami. Amin.
























