Saling Melengkapi dalam Keterbatasan
Ulangan 1:9
Kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan dan ke-kuatan yang merupakan kapasitas hidup yang dimiliki sese-orang untuk melakukan suatu pekerjaan. Di zaman yang sarat dengan kompetisi ini, tanpa terasa manusia dipacu untuk ber-lomba menunjukkan kepandaian, kehebatan dan keahliannya. Tidak heran kalau kemudian banyak orang berusaha mem-bangun kekuatan di atas usahanya sendiri, sehingga tidak sedikit juga orang yang tidak mengakui kekurangan dan keterbatasannya.
Musa seorang tokoh yang hebat dalam sejarah umat Israel, sosok yang karismatis khususnya dalam kepemim-pinannya. Sebagai pemimpin umat, Musa berfungsi sebagai nabi dan gembala. Dan sebagai nabi, tugasnya menunjukkan kehendak Tuhan kepada umat; sebagai gembala, ia menye-lesaikan masalah-masalah yang terjadi di antara umat Israel, termasuk menyelesaikan berbagai perselisihan. Tugas ini sangat berat; sekalipun Musa berpengalaman dan dikenal sebagai pemimpin karismatis, tapi Musa tidak merasa malu mengungkapkan bahwa ia bukanlah pribadi yang paling sempurna untuk melakukan tanggungjawab yang berat itu seorang diri saja.
Sebagai keluarga Kristen, hendaknya kita menyadari dengan jujur akan ketidakmampuan dan keterbatasan kita melakukan suatu pekerjaan, akan memberi dan membuka peluang bagi orang lain dan saudara-saudara kita untuk menopang dan membantu kita menyelesaikan pekerjaan dan berbagai tanggungjawab kita. Sebagai orang percaya diingat-kan agar tidak selalu menganggap diri hebat, karena kita memiliki banyak keterbatasan. Kita juga diajak untuk saling melengkapi dalam keluarga, demi kemajuan bersama yang diwujudkan dalam kerjasama antara suami sebagai kepala keluarga dan istri sebagai ibu rumah tangga, juga bersama anak-anak dalam tugas dan tanggungjawab sebagai anggota keluarga. Amin.
Doa: Ya Tuhan, berilah kami kesadaran untuk mengetahui dan memahami tanggungjawab kami dalam keluarga, agar kami dapat bersama-sama melaksanakan tugas yang semes-tinya kami kerjakan. Amin.
























