Bilangan 1:20–31
PENCATATAN DEMI KETERATURAN,
BUKAN DEMI KEUNGGULAN
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Urutan sering dianggap sebagai ukuran penilaian. Urutan pertama, kedua dan seterusnya menunjukkan keteraturan bukan hierarki yang bermakna superioritas. Dalam budaya Israel kuno, urutan sebenarnya mencerminkan tanggung jawab, bukan keistimewaan. Kitab Bilangan memberikan penekanan pada Ruben sebagai anak pertama Israel pada ayat yang ke-20. Dalam ayat 20-31 menunjukkan jumlah 6 suku pertama yang pada dasarnya semua berhubungan dengan Lea sebagai isteri pertama Yakub. Suku Simeon (Kej. 29:33) merupakan anak kedua Lea. Suku Gad merupakan anak Zilpa namun Lea menamai Gad. Lewi adalah anak ketiga Lea, namun Lewi tidak dihitung karena memiliki tugas berbeda. Suku Yehuda dengan jumlah terbanyak dibandingkan suku-suku lain. Suku Isakhar, sebagai anak kelima Lea dan terakhir suku Zebulon, sebagai anak keenam Lea. Enam suku pertama dihubungkan dengan anak-anak dari Lea yang juga nama pemberian dari Lea dengan alasan dan maknanya masing-masing. Walaupun suku Lewi digantikan dengan suku Gad yang merupakan anak pertama Zilpa, hamba dari Lea. Hal ini dapat dibandingkan dengan ayat 5-15 yang berbeda susunannya. Penyusunan ini bukan untuk merendahkan suku lain, tetapi menegaskan struktur yang dibuat Tuhan Allah dalam persiapan perjalanan ke Tanah Perjanjian.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Urutan dalam keluarga Kristen atau gereja bukanlah tolok ukur kasih Tuhan Allah. Lea, meski awalnya tidak dicintai Yakub (Kej. 29:31) justru menjadi ibu dari separuh suku Israel. Ini mengajarkan kita bahwa Tuhan Allah memakai yang dianggap ‘tidak penting’ oleh manusia. Tetapi bagi Tuhan Allah semua harus mengambil bagian dalam tujuan-Nya. Gereja hari ini diajak belajar dari sensus Israel bahwa urutan bukan peringkat tetapi setiap orang dipanggil dalam kesatuan untuk misi Kerajaan Allah. Gereja diajak untuk melihat lebih dalam makna dari susunan sensus yang ada, bukan untuk memberikan peringkat dengan nilai tertentu, tetapi demi keteraturan untuk menyatakan karya-Nya bagi dunia ini. Semua warga gereja diberikan peran yang sama yaitu untuk membangun pelayanan gereja-Nya.
Doa: Ya Tuhan Allah, ajarlah kami memahami peran dalam sensus dan penataan kolom untuk perkembangan pelayanan gereja-Mu. Mampukan kami mengahargai setiap orang yang Kau tempatkan di sekitar kami. Dalam nama Yesus Kristus, Amin.
























