Memulihkan Kewibawaan Bangsa
Nehemia 2:17
Kemalangan hidup dapat menimpah siapa saja, tanpa terkecuali, dan kita tentu mengetahui bahwa kemalangan selalu disebabkan oleh suatu kesalahan, baik oleh diri sendiri maupun orang lain; inilah yang dialami oleh kaum Yehuda ketika mereka melakukan pelanggaran di hadapan Tuhan, mereka harus menanggung hukuman Allah yang mendatang-kan kemalangan itu bagi mereka.
Namun, ada hal menarik yang diucapkan oleh Nehemia yaitu, “kamu lihat kemalangan yang kita alami”, ini menun-jukkan bahwa Nehemia tidak mempersalahkan siapapun atas kemalangan yang dialami, kata “kita” menyatakan bahwa Nehemia tidak menempatkan diri di luar kemalangan Yerusalem, tapi justru dengan itu ia memposisikan dirinya sebagai bagian dari kemalangan itu. Sehingga dengan cara ini ia dapat menggugah hati orang Yehuda di Yerusalem untuk bersama memikirkan pembangunan kembali tembok Yeru-salem, sekaligus ikut serta bersama dalam kerja pembangunan itu. Dan ajakan yang disampaikan oleh Nehemia, “mari kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela”, membuktikan bahwa ia mau menjadikan umat Yehuda sebagai bagian dari pemulihan (restorasi) kota Yerusalem, sebab pembangunan tembok Yerusalem itu sebenarnya bukan hanya membangun batas kota, melainkan membangun kembali simbol kewibawaan dan kehormatan mereka sebagai umat Allah.
Oleh sebab itu, bercermin dari perilaku Nehemia, maka sebagai orang percaya, kita diminta untuk memberi diri dalam setiap peristiwa hidup sesama kita, apalagi dalam hal mereka sedang dalam kesusahan atau kemalangan. Kehadiran kita dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk bangun dan bersama-sama mengatasi kemalangan hidup. Amin.
Doa: Ya Bapa, berikanlah kami hati yang peduli atas berbagai persoalan bangsa kami agar kami boleh bersama-sama mem-bangun, untuk kehormatan dan kewibawaan bangsa kami. Amin.




































